Pasar akan mendapatkan kembali mainan favoritnya

S&P 500 mencatat penutupan mingguan kedelapan berturut-turut di zona hijau, menandai reli terpanjang sejak Desember 2023. Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi untuk hari perdagangan kedua secara beruntun. Pendorong utama reli ini adalah laba korporasi yang kuat dan harapan akan tercapainya penyelesaian damai konflik di Timur Tengah. Menurut Presiden AS Donald Trump, sebuah rancangan kesepakatan sudah mendekati garis akhir, dan secara umum ketentuan-ketentuannya telah disepakati.

Reli ini terlihat tidak biasa. Biasanya, fondasinya adalah perekonomian yang kuat dan belanja konsumen yang solid. Kali ini, University of Michigan melaporkan bahwa sentimen konsumen turun ke level terendah dalam 70 tahun pencatatan. Rekor terendah sebelumnya terjadi pada Juni 2022 ketika inflasi menyentuh level tertinggi dalam beberapa dekade.

Dinamika rasio harga terhadap laba (price-to-earnings ratio)

Yang mengejutkan, S&P 500 terus naik meski valuasi fundamental sudah sangat tinggi. Forward P/E yang disesuaikan secara siklikal berada di level 40,8. Dalam 145 tahun, metrik ini hanya pernah berada di atas 40 satu kali — saat gelembung dot-com.

Perbedaan kinerja antara S&P 500 dan sentimen konsumen, ditambah valuasi yang tinggi, belum menghentikan indeks luas ini untuk mencetak rekor baru. Salah satu penyebabnya adalah kinerja laba korporasi yang sangat kuat: sekitar 95% perusahaan sudah melaporkan hasil Q1, dan berdasarkan hasil aktual serta panduan dari 5% sisanya, laba naik sekitar 28%.

Investor benar-benar memperkirakan Selat Hormuz akan dibuka kembali. Para mediator mengatakan Iran menuntut pencairan sekitar AS$100 miliar aset dan pencabutan sanksi atas penjualan minyak. Teheran menyatakan akan setuju membatasi program nuklirnya untuk jangka waktu yang lebih pendek dari periode kurang dari 20 tahun yang diinginkan AS. Pemerintahan AS memberi sinyal bahwa kesepakatan tersebut akan membuka blokade atas jalur minyak utama dunia.

Dinamika ekspektasi suku bunga The Fed

Gedung Putih berpendapat bahwa mengakhiri konflik akan menurunkan harga Brent dan WTI secara tajam, sehingga lonjakan inflasi baru-baru ini bersifat sementara. Dalam skenario tersebut, kenaikan suku bunga tidak akan diperlukan. The Fed sebaiknya bersabar dan kemudian beralih ke pelonggaran moneter.

S&P 500 menyambut kembali tema pemangkasan suku bunga The Fed di pasar. Pada akhir 2025, narasi tersebut berperan layaknya jaring pengaman bagi indeks acuan ini, mencegah terjadinya aksi jual besar bahkan ketika data ekonomi AS memburuk. Jika kondisi kembali seperti pola tersebut, saham berpotensi melanjutkan reli.

Secara teknikal, kubu bullish mencoba menegaskan kembali tren naik pada grafik harian. Namun, pola pembalikan seperti 1-2-3 atau double top masih bisa terbentuk. Nasib indeks bergantung pada siapa yang berhasil mempertahankan level pivot di 7.460 — kubu bullish atau bearish. Konsolidasi di atas level tersebut akan membuka peluang untuk kelanjutan aksi beli.