Sistem keuangan digital gagal menyelesaikan transformasinya

Brian Armstrong, chief executive dari salah satu broker cryptocurrency terbesar di AS, belum lama ini menerbitkan sebuah manifesto panjang yang berargumen bahwa sistem keuangan global masih jauh dari selesai dalam proses transformasinya.

Dalam daftar delapan poin, ia mengidentifikasi tokenisasi aset, stablecoin, kecerdasan buatan, dan uang yang sehat sebagai area di mana arsitektur keuangan global masih perlu ditingkatkan, dengan pesannya ditujukan kepada para pengembang teknologi maupun pembuat kebijakan.

Armstrong mengatakan bahwa keuangan di masa depan akan menjadi lebih global, lebih berpusat pada blockchain, dan jauh lebih terotomatisasi. Tulisan tersebut muncul ketika aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA) melampaui $34,9 miliar pada Mei 2026, meningkat sekitar 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di antara delapan prioritasnya adalah tokenisasi real estat, saham, obligasi, dan dana untuk memungkinkan penyelesaian instan dan kepemilikan fraksional; perdagangan global 24/7 dengan likuiditas terpusat; pembayaran menggunakan stablecoin, termasuk antar agen AI otonom; layanan keuangan berbasis AI; aset self-custody; serta kerangka regulasi yang mendorong inovasi.

Di tingkat makro, Armstrong juga memperkirakan cadangan Bitcoin pemerintah AS yang bersifat hipotetis akan tumbuh hingga bernilai lebih dari $1 triliun, sebuah proyeksi yang sejalan dengan tesis besarnya mengenai Bitcoin sebagai elemen fundamental dari arsitektur keuangan masa depan.

Manifesto tersebut diterbitkan pada momen yang signifikan. US Securities and Exchange Commission telah menunda keputusan terkait trading saham yang ditokenisasi, CLARITY Act berisiko tertunda hingga Juli karena padatnya agenda Kongres, dan investor institusional terus menarik dana dari ETF Bitcoin dan ether spot. Dalam konteks tersebut, delapan tugas yang belum selesai versi Armstrong terbaca bukan hanya sebagai peta jalan strategis, tetapi juga sebagai tekanan terhadap para regulator.

Rekomendasi trading

Pembeli BTC menargetkan kenaikan kembali ke $78.400, level yang akan membuka jalan langsung menuju $80.100 dan kemudian ke $81.700; breakout ke atas $81.700 akan mengindikasikan upaya untuk memulihkan pasar bull. Di sisi bawah, pembeli diperkirakan akan muncul di $76.500; jika harga kembali turun di bawah area tersebut, BTC bisa dengan cepat terdorong menuju $74.700, dengan target lanjutan di $73.100.

Untuk Ethereum, bertahannya harga dengan jelas di atas $2.146 akan membuka jalan langsung menuju $2.222. Target yang lebih jauh adalah level tertinggi di dekat $2.291; breakout ke atas level tersebut akan menjadi sinyal penguatan sentimen bullish dan minat beli yang baru. Di sisi bawah, pembeli diperkirakan akan muncul di $2.084. Penurunan di bawah level itu dapat dengan cepat mendorong ETH ke sekitar $2.026, dengan target yang lebih dalam di $1.969.

Yang terlihat pada grafik:

- Garis merah menunjukkan level support dan resistance, tempat diperkirakan akan terjadi perlambatan harga atau pertumbuhan aktif;

- Garis hijau menunjukkan moving average 50 hari;

- Garis biru menunjukkan moving average 100 hari;

- Garis hijau muda menunjukkan moving average 200 hari.

Persilangan, atau pengujian harga terhadap moving average, biasanya akan menghentikan pergerakan atau justru memicu momentum pasar yang baru.