Analisis EUR/USD – 25 Mei: Euro Berupaya Kembali Menguat di Tengah Perkembangan Geopolitik

Pola gelombang pada grafik 4 jam untuk EUR/USD telah sedikit berubah. Masih belum ada pembahasan mengenai pembatalan segmen tren naik (grafik bawah) yang dimulai pada Januari tahun lalu, tetapi struktur tren tersebut kini tampak bersifat korektif. Dalam jangka panjang, gelombang C masih dapat diantisipasi untuk berkembang, dengan titik terendahnya kemungkinan berada di bawah titik terendah gelombang A. Pada tahap saat ini, sulit untuk mempercayai pelemahan euro yang sedalam itu, tetapi kuartal pertama 2026 telah menunjukkan bahwa faktor geopolitik dapat memicu pergeseran dramatis dan membalikkan tren.

Pada timeframe yang lebih pendek, saya dapat mengidentifikasi struktur korektif bullish klasik tiga gelombang. Setelah struktur ini selesai, segmen tren menurun yang baru mulai terbentuk, yang secara logis seharusnya berbentuk gelombang impuls. Jika asumsi ini benar, maka kita dapat mengantisipasi terbentuknya struktur lima gelombang di dalam gelombang C dengan derajat yang lebih tinggi, dengan target di bawah level 1,1400. Adakah alasan fundamental untuk mengantisipasi penguatan dolar yang begitu kuat? Menurut saya, untuk saat ini — tidak. Minggu lalu menunjukkan bahwa Teheran dan Washington masih melanjutkan negosiasi yang secara teoretis dapat berakhir dengan sukses. Selama peluang itu masih ada, penguatan dolar yang berkelanjutan akan sulit terwujud.

Pasangan EUR/USD menguat 40 basis poin pada hari Senin, meskipun sebagian besar pergerakan terjadi pada jam pertama setelah pasar dibuka pasca akhir pekan. Alasan di balik lonjakan tajam euro (atau, lebih tepatnya, pelemahan dolar) cukup jelas. Selama akhir pekan, Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara dengan Iran praktis telah difinalisasi, yang berarti Selat Hormuz mungkin segera dibuka kembali. Oleh karena itu, peningkatan selera risiko di seluruh pasar bukanlah sesuatu yang mengejutkan.

Namun, saya ingin menyoroti aspek lain — betapa lemahnya rally EUR/USD pada hari Senin.

Jika pelaku pasar benar-benar mempercayai pernyataan Trump, mengapa pelemahan dolar begitu terbatas? Padahal, menurut klaim tersebut, kesepakatan hampir ditandatangani, Selat Hormuz akan segera mendapat "kelahiran kedua," dan konflik di Timur Tengah konon mendekati akhir. Intinya justru reaksi pasar terhadap pernyataan Trump pada hari Senin menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat rendah terhadap ucapannya.

Sederhananya, pasar tidak percaya bahwa kesepakatan sudah "95% rampung," terlepas dari apa yang diklaim oleh sumber internal tanpa nama. Lebih jauh lagi, hari Senin telah tiba, hari Minggu telah berlalu, dan belum ada konfirmasi atas pernyataan Trump dari pihak Iran. Jika semua perbedaan utama antara Teheran dan Washington benar-benar telah terselesaikan, lalu apa yang menghalangi para pejabat untuk secara terbuka mengumumkan bahwa kesepakatan sudah dekat?

Menurut pandangan saya, pernyataan Trump selama akhir pekan merupakan upaya lain melakukan tekanan psikologis terhadap Iran, sekaligus usaha untuk menyajikan harapan sebagai kenyataan. Jika negosiasi kembali gagal, Trump nantinya dapat mengklaim bahwa ia telah melakukan segala yang mungkin dan bahwa kesepakatan tersebut hampir selesai, tetapi Iran menolak usulan AS di saat-saat terakhir. Dengan kata lain, retorika optimistis dari presiden AS ini berfungsi sebagai bentuk "asuransi politik" jika pada akhirnya tidak tercapai kesepakatan apa pun.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa pasangan ini tetap berada dalam segmen tren naik (grafik bawah), sementara dalam jangka waktu yang lebih pendek masih berada dalam struktur korektif. Struktur gelombang korektif a-b-c tampak telah selesai. Dengan demikian, gelombang 3 atau c saat ini masih terus berkembang dan berpotensi menjadi bagian dari gelombang C. Keseluruhan gelombang C (jika hitungan gelombang saat ini benar) dapat berakhir jauh di bawah level 1,1400. Namun, skenario seperti itu membutuhkan dukungan kuat dari faktor geopolitik. Jika tidak, struktur gelombang menurun tersebut dapat saja berbentuk koreksi a-b-c dan berakhir di dekat level 1,1578.

Pada timeframe yang lebih panjang, segmen tren naik masih terlihat, diikuti pembentukan struktur gelombang korektif. Dalam waktu dekat, gelombang C diperkirakan akan berkembang dengan target di sekitar level 1,1352, yang bertepatan dengan retracement Fibonacci 38,2%. Setelah struktur A-B-C selesai, tren naik jangka panjang yang baru dapat dimulai.

Prinsip Utama Analisis Saya:Struktur gelombang harus tetap sederhana dan jelas. Struktur yang kompleks sulit diperdagangkan dan sering kali perlu direvisi.Jika tidak ada keyakinan terhadap kondisi pasar saat ini, lebih baik menahan diri untuk tidak masuk pasar.Tidak akan pernah ada kepastian mutlak mengenai arah pasar. Selalu gunakan order Stop Loss sebagai perlindungan.Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan bentuk analisis dan strategi trading lainnya.