Gambaran Umum EUR/USD. 26 Mei. Apa itu "Optimisme Waspada" dan Bagaimana itu Dicerna?

Pasangan mata uang EUR/USD menguat secara moderat pada hari Senin, mencerminkan suasana hati pelaku pasar saat ini—"optimisme yang berhati-hati." Pada dasarnya, optimisme ini hanya bertumpu pada banyaknya berita positif dalam arus informasi secara umum. Ketika semakin banyak pakar, orang dalam, media, dan kantor berita melaporkan akan segera tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS, pasar secara alami mulai mempercayai prospek yang positif. Padahal, pada kenyataannya, belum ada tanda-tanda adanya kesepakatan yang komprehensif, adil, dan memuaskan kedua belah pihak saat ini. Fakta seharusnya diprioritaskan dibanding opini siapa pun atau informasi orang dalam.

Laporan dari orang dalam sendiri merupakan topik tersendiri. Misalnya, Fox News meyakini kesepakatan tersebut sudah 95% rampung, hanya menyisakan detail kecil untuk dikoordinasikan. Sementara itu, media lain melaporkan bahwa memang ada kemajuan, tetapi bukan pada "isu nuklir." Tanpa adanya "pemahaman nuklir," tidak akan ada perdamaian yang berkelanjutan dan tahan lama. Para pihak mungkin saja sepakat atas semua poin yang diperdebatkan, tetapi jika tidak tercapai konsensus pada aspek nuklir dari konflik ini, kesepakatan apa pun tidak akan terwujud.

Selat Hormuz secara teoritis bisa dibuka kembali besok. Yang dibutuhkan hanyalah berhenti menargetkan kapal-kapal yang ingin melintas. Tidak ada masalah teknis besar di sana. Namun, selat itu juga bisa dengan mudah ditutup kembali—cukup dengan mulai menyerang kapal-kapal yang hendak melintasinya. Oleh karena itu, pembukaan kembali Hormuz tanpa adanya perdamaian jangka panjang antara Iran dan AS menjadi kurang masuk akal. Memang, ketegangan energi global akan mereda, harga minyak akan mulai menurun (yang sebenarnya sudah mulai turun, meskipun selat masih tertutup), dan inflasi akan melambat. Namun pertanyaannya: sampai kapan?

Saat ini, Teheran dan Washington kabarnya baru menyepakati sebuah memorandum of understanding. Memorandum ini hanyalah tahap awal dari proses perundingan untuk mencapai kesepakatan final, yang akan memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sebagian sanksi terhadap Iran, dan penghentian permusuhan. Setelah itu, para pihak akan berupaya mencapai perdamaian permanen, yang, seperti telah disebutkan, mensyaratkan tercapainya kesepahaman penuh mengenai "isu nuklir." Dilihat dari informasi yang datang dari sumber-sumber independen yang bukan dari kubu Republik, kemajuan di bidang ini masih belum terlihat.

Dengan demikian, meskipun pasar memang dapat merayakan perkembangan ini, tetap masuk akal untuk mencatat bahwa bentuk kesepakatan apa pun, perpanjangan gencatan senjata, atau pembukaan kembali Hormuz tetap lebih baik daripada blokade dan perang yang berlanjut. Namun, kegembiraan dan euforia bisa dengan cepat berubah menjadi runtuhnya perundingan dan berkobarnya kembali perang. Hal ini juga perlu diantisipasi. Dalam beberapa hari bahkan beberapa minggu mendatang, permintaan terhadap dolar AS kemungkinan akan menurun seiring pasar bersiap menyambut tercapainya kesepakatan. Jika kemudian muncul kabar tentang gagalnya perundingan atau pasar mulai menyadari bahwa "kemajuan nuklir" masih belum tercapai, dolar akan kembali diminati sebagai aset aman. Pasangan EUR/USD akan terus bergerak naik turun dalam pola "ayunan" ini sampai tercapai gencatan senjata final antara Iran dan AS.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama 5 hari perdagangan terakhir per 26 Mei adalah 54 pip, yang tergolong "rata-rata". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1599 hingga 1,1679 pada hari Selasa. Kanal atas regresi linear telah berbalik naik, mengindikasikan pergeseran tren ke arah bullish. Faktanya, tren naik untuk tahun 2025 bisa saja sudah kembali berlanjut sekitar sebulan yang lalu. Indikator CCI telah memasuki zona overbought dan membentuk dua divergensi "bearish", yang memberi sinyal dimulainya koreksi turun yang saat ini masih berlangsung.

Level Support Terdekat:

S1 – 1,1597

S2 – 1,1536

S3 – 1,1475

Level Resistance Terdekat:

R1 – 1,1658

R2 – 1,1719

R3 – 1,1780

Rekomendasi Trading:

Pasangan EUR/USD melanjutkan pergerakan turunnya, yang kemungkinan merupakan koreksi dalam tren naik global yang lebih luas. Latar belakang fundamental global bagi dolar tetap sangat negatif, dan hanya faktor geopolitik yang secara berkala memberikan dukungan. Ketika harga berada di bawah moving average, posisi sell dapat dipertimbangkan dengan target 1,1536. Di atas garis moving average, posisi buy tetap relevan dengan target 1,1780 dan 1,1841. Pasar sempat terus menjauh dari faktor geopolitik, namun dalam beberapa minggu terakhir, dolar kembali lebih diminati seiring melemahnya harapan pasar akan perdamaian di Timur Tengah.

Penjelasan untuk Ilustrasi:

Kanal regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke arah yang sama, tren saat ini tergolong kuat;

Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah trading yang sebaiknya diambil saat ini;

Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;

Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kanal harga yang kemungkinan akan ditempati pasangan ini dalam 24 jam ke depan, berdasarkan metrik volatilitas saat ini;

Indikator CCI – sinyalnya diberikan ketika memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250).