Pasangan mata uang GBP/USD kembali trading dalam rentang 1,3465–1,3480 pada hari Kamis, di mana terdapat garis Senkou Span B yang kuat dan signifikan. Pound sterling belum berhasil menembus level ini selama beberapa minggu terakhir, kecuali untuk beberapa pengecualian kecil. Secara keseluruhan, pola pergerakannya sangat mirip dengan pasangan EUR/USD. Saat ini, pasar tidak melihat sinyal yang jelas untuk membeli atau menjual. Situasi geopolitik masih tidak menentu, sementara aspek makroekonomi terus diabaikan. Pada dasarnya, sifat pergerakan saat ini sepenuhnya mencerminkan keadaan geopolitik. Oleh karena itu, menganalisis pergerakan harian, bahkan dalam kerangka waktu satu jam, terasa kurang relevan—kondisinya stabil (flat). Yang bisa dilakukan hanyalah menunggu hingga pasangan ini menyelesaikan pergerakan sideways. Kemungkinan keadaan ini tidak akan berubah dalam waktu dekat, karena hanya faktor geopolitik yang dapat memaksa harga keluar dari situasi stagnan saat ini.
Dari sudut pandang teknikal, tren penurunan dimulai setelah terjadinya penembusan pada garis tren, namun dalam beberapa minggu terakhir harga terjebak ketat di antara 1,3369–1,3377 dan 1,3465–1,3480. Para pelaku pasar tampaknya tidak akan mampu menembus batas atas dari kanal ini, sehingga dalam waktu dekat kita mungkin akan melihat pergerakan menuju batas bawah. Situasi geopolitik masih belum jelas, jadi sampai keadaan menjadi lebih terang, pound kemungkinan akan tetap bergerak dalam kisaran sideways tersebut.
Pada time frame 5 menit hari Kamis, hanya ada satu sinyal trading yang patut diperhatikan. Selama sesi trading Amerika, pasangan ini turun menembus garis kritis, sehingga trader bisa membuka posisi jual. Dengan volatilitas saat ini, mengharapkan keuntungan yang besar adalah hal yang naif, dan pergerakan turun praktis langsung berakhir setelah sinyal terbentuk. Sinyal beli sebelumnya tidak layak dipertimbangkan karena terdapat level resistance di 1,3465, yang berada 20 pip lebih tinggi.
Laporan COTLaporan COT mengenai poundsterling Inggris menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, perspektif di kalangan trader komersial seringkali berubah. Dua garis, merah dan biru, yang menggambarkan posisi bersih trader komersial serta non-komersial, sering berpotongan dan sebagian besar berada di sekitar level nol. Saat ini, kedua garis tersebut mulai menjauh, dengan trader non-komersial masih unggul melalui. . . posisi short. Mengingat situasi di Timur Tengah, wajar jika permintaan terhadap mata uang berisiko menurun sementara permintaan untuk dolar meningkat.
Dalam pandangan jangka panjang, dolar masih cenderung mengalami pelemahan disebabkan oleh kebijakan Trump, seperti yang terlihat pada timeframe mingguan (gambar di atas). Konflik trading akan terus berlanjut dalam berbagai bentuk untuk waktu yang lama, dan kebijakan Trump, apakah secara langsung atau tidak, memang bertujuan untuk melemahkan mata uang AS. Namun, faktor geopolitik saat ini menjadi yang utama dan memberikan dukungan signifikan bagi dolar. Mengingat konflik di Timur Tengah yang belum berakhir, dolar AS masih memiliki peluang untuk menguat di masa depan. Berdasarkan laporan COT terbaru (per 26 Mei), kelompok Non-Commercial menutup 10. 100 kontrak beli dan 13. 000 kontrak jual. Sebagai hasilnya, posisi bersih trader non-komersial meningkat sebesar 3. 100 kontrak selama minggu tersebut.
Analisis GBP/USD 1HPada timeframe satu jam, pasangan GBP/USD telah mengakhiri tren naik akibat memanasnya kembali ketegangan di sekitar Selat Hormuz dan dalam hubungan antara Iran dan AS. Latar belakang makroekonomi dan fundamental sejauh ini masih memiliki dampak yang kecil terhadap pergerakan pasangan ini. Kami tidak berpendapat bahwa tanpa eskalasi nyata konflik di Timur Tengah, dolar akan mampu menunjukkan penguatan yang signifikan, dan untuk saat ini euro dan pound masih terjebak rapat dalam kanal pergerakan sideways.
Untuk 5 Juni, kami menyoroti level-level penting berikut: 1.3096-1.3115, 1.3179-1.3187, 1.3369-1.3377, 1.3465-1.3480, 1.3588, 1.3671-1.3681, 1.3751-1.3763. Garis Senkou Span B (1.3477) dan Kijun-sen (1.3444) juga dapat berfungsi sebagai sumber sinyal. Level Stop Loss direkomendasikan ditempatkan pada titik impas ketika harga bergerak ke arah yang benar sejauh 20 pip. Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergerak sepanjang hari, hal ini perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading.
Tidak ada acara atau laporan penting yang dijadwalkan pada hari Jumat di Inggris, sementara di AS akan dirilis data penting ketenagakerjaan dan pengangguran. Laporan-laporan ini bisa saja diabaikan pasar, namun sekalipun tidak, kecil kemungkinan laporan tersebut akan mampu mendorong euro dan pound keluar dari kanal sideways mereka.
Rekomendasi Trading:Hari ini, trader dapat mempertimbangkan posisi jual dengan target 1.3369-1.3377 jika harga memantul dari area 1.3465-1.3480. Posisi beli akan menjadi relevan jika terjadi konsolidasi di atas area 1.3465-1.3480, dengan target 1.3588.
Penjelasan Untuk Ilustrasi:Level Support dan Resistance (garis warna merah tebal): Area kunci di mana pergerakan harga mungkin terhenti. Level ini bukan merupakan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B: Garis indikator Ichimoku yang dipindahkan dari time frame H4 ke grafik per jam, garis ini fungsinya adalah menunjukkan level yang kuat.Level Ekstrem (garis warna merah tipis): Titik di mana harga sebelumnya telah memantul. Kedua level ini dapat berfungsi sebagai sumber sinyal trading.Garis Warna Kuning: Garis tren, kanal, atau pola teknis lainnya.Indikator 1 di dalam Grafik COT: Mencerminkan ukuran net position dari setiap kategori trader.