Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 9 Juni

Dolar sedikit melemah kemarin, bahkan di tengah eskalasi lanjutan situasi geopolitik yang belakangan ini sudah mulai menjadi hal yang biasa bagi para trader.

Bahkan laporan mengenai keberhasilan serangan drone Iran terhadap dua pangkalan AS di Irak tidak mendorong dolar untuk melanjutkan penguatannya. Tampaknya pasar sudah terlebih dahulu memasukkan reaksi awal terhadap eskalasi konflik tersebut dan kini menunggu katalis yang lebih kuat untuk mengubah korelasi.

Situasi diperburuk oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menurut laporan mengancam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa ia akan membiarkannya menghadapi Iran sendirian jika eskalasi serangan Israel berujung pada perang besar-besaran. Teguran keras dari pemerintah AS, yang secara tradisional mendukung sekutunya di Timur Tengah, ini menimbulkan kebingungan di pasar keuangan. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan AS di Timur Tengah meredam minat para investor terhadap aset berisiko, tetapi dolar, berlawanan dengan ekspektasi, tidak mendapat dorongan seperti yang diperkirakan.

Hari ini, paruh pertama hari pasti akan ramai bagi pasar keuangan, terutama terkait dengan ekonomi Eropa. Indikator makroekonomi kunci dari Jerman dijadwalkan rilis dan secara tradisional memberikan pengaruh signifikan terhadap euro dan sentimen para investor. Yang paling utama adalah data perubahan produksi industri. Indikator ini termasuk yang paling sensitif terhadap siklus bisnis dan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai dinamika terkini di ekonomi terbesar Zona Euro. Data yang lemah dapat meningkatkan kekhawatiran akan resesi.

Bersamaan dengan data produksi, akan dirilis juga angka neraca perdagangan Jerman. Indikator ini mencerminkan selisih antara ekspor dan impor barang serta jasa. Neraca positif secara tradisional menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi Jerman, namun penyusutan atau pergeseran ke wilayah negatif dapat menjadi sinyal menurunnya daya saing produk Jerman di pasar global.

Hari ini, pasar juga menantikan pidato Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, meskipun belum diketahui apakah ia akan membahas kebijakan moneter. Namun, di tengah kenaikan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, setiap kata dari Kepala ECB akan ditelaah dengan sangat cermat.

Untuk pound, hari ini kembali tidak ada rilis data penting dari Inggris, yang sangat membatasi potensi pemulihan lebih lanjut pasangan GBP/USD. Tidak adanya indikator makroekonomi berarti pasar tidak memiliki alasan baru untuk bersikap optimistis terhadap mata uang Inggris, sehingga pasangan ini kemungkinan akan tetap berada dalam tekanan.

Dalam konteks ini, kenaikan GBP/USD yang terjadi kemarin bisa dengan cepat berakhir. Tanpa berita positif dari perekonomian Inggris, setiap penguatan pada pasangan ini kemungkinan hanya bersifat korektif dan berpotensi segera dikompensasi oleh tekanan baru dari dolar.

Jika data yang dirilis sesuai dengan ekspektasi para ekonom, strategi yang paling tepat adalah menggunakan pendekatan Mean Reversion. Jika datanya jauh lebih tinggi atau lebih rendah daripada prediksi para ekonom, strategi yang paling baik digunakan adalah Momentum.

Strategi Momentum (Breakout):Untuk Pasangan EUR/USD:Beli saat breakout ke atas 1,1554, yang dapat mendorong kenaikan euro ke kisaran 1,1579 dan 1,1601;Jual saat breakout ke bawah 1,1529, yang dapat mendorong penurunan euro ke kisaran 1,1506 dan 1,1480;Untuk Pasangan GBP/USD:Beli saat breakout ke atas 1,3367, yang dapat mendorong kenaikan pound ke kisaran 1,3405 dan 1,3441;Jual saat breakout ke bawah 1,3336, yang dapat mendorong penurunan pound ke kisaran 1,3307 dan 1,3285;Untuk Pasangan USD/JPY:Beli saat breakout ke atas 160,24, yang dapat mendorong kenaikan dolar ke kisaran 160,43 dan 160,67;Jual saat breakout ke bawah 160,02, yang dapat mendorong aksi jual dolar ke kisaran 159,83 dan 159,60;Strategi Mean Reversion (Reversal):Untuk Pasangan EUR/USD:Cari peluang jual setelah kegagalan breakout di atas 1,1557, ketika harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang beli setelah kegagalan breakout di bawah 1,1526, ketika harga kembali naik ke level ini;Untuk Pasangan GBP/USD:Cari peluang jual setelah kegagalan breakout di atas 1,3375 dan harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang beli setelah kegagalan breakout di bawah 1,3328 dan harga kembali naik ke level ini;Untuk Pasangan AUD/USD:Cari peluang jual setelah kegagalan breakout di atas 0,7069 dan harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang beli setelah kegagalan breakout di bawah 0,7038 dan harga kembali naik ke level ini;Untuk Pasangan USD/CAD:Cari peluang jual setelah kegagalan breakout di atas 1,3957 dan harga kembali turun di bawah level ini;Cari peluang beli setelah kegagalan breakout di bawah 1,3936 dan harga kembali naik ke level ini;