Pada hari Senin, pasar crypto sedikit menghela napas lega. Iran dan Israel mengumumkan jeda permusuhan, yang sempat mendorong kenaikan harga dalam waktu singkat. Sebelumnya, bentrokan langsung antara kedua negara — yang pertama sejak April — telah membuat para investor ketakutan dan menekan harga aset.
Bitcoin kembali ke sekitar $64.000 setelah sempat turun di bawah $63.000 pada awal serangan, menurut laporan CoinDesk. Secara keseluruhan, pasar masih berada di bawah tekanan: Indeks Fear & Greed turun ke level yang sangat rendah, dan total kapitalisasi pasar masih jauh dari puncak tahun lalu.
Semuanya bermula pada hari Minggu. Israel melancarkan serangan ke Beirut. Sebagai balasan, Iran menembakkan hampir 30 rudal balistik ke Israel — serangan pertama sejak gencatan senjata 8 April. Israel kemudian menyerang target-target militer di Iran bagian tengah dan barat.
Eskalasi tersebut mengguncang pasar. Bitcoin terkoreksi dari level tertinggi intraday $64.128 ke sekitar $63.316 seiring beralihnya para investor ke aset-aset safe haven. Harga minyak melonjak tajam — Brent naik lebih dari 4%.
Pada hari Senin, kedua belah pihak mengumumkan jeda. Komando militer Iran menyatakan operasi ofensif telah dihentikan dan menegaskan bahwa Israel telah "diberi pelajaran."
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan ofensif tersebut "dijeda." Menurut sebuah sumber regional yang dikutip Associated Press, AS memberi tahu Iran bahwa Israel akan menghentikan serangan jika Iran menghentikan tembakan roket.
President Trump menulis di Truth Social bahwa "kedua pihak siap untuk gencatan senjata segera" dan bahwa "negosiasi final mengenai 'perdamaian' sedang berlangsung."
Namun rebound pasar masih rapuh. Dalam beberapa minggu terakhir, Bitcoin anjlok dari sekitar $77.300 ke $59.100 di tengah memburuknya situasi geopolitik, lalu sempat pulih sedikit di atas $60.000 sebelum gejolak terbaru. Gencatan senjata dua bulan itu sudah mulai retak selama berminggu-minggu seiring meningkatnya serangan roket dan drone di kawasan tersebut.
Baik Iran maupun Israel menetapkan sejumlah syarat untuk mempertahankan jeda tersebut. Iran memperingatkan akan merespons lebih keras jika operasi Israel di Lebanon berlanjut. Netanyahu berjanji akan memberikan "respons yang kuat" atas setiap serangan baru. Seberapa lama rally ini akan bertahan sangat bergantung pada apakah gencatan senjata rapuh ini bisa dipertahankan melalui negosiasi antara AS dan Iran.