Pasangan mata uang GBP/USD juga diperdagangkan menguat pada hari Selasa meskipun tidak ada peristiwa geopolitik, makroekonomi, maupun fundamental yang signifikan. Rangkaian laporan sekunder dari Jerman dan AS gagal mendorong kenaikan pasangan ini, sebagian karena hasilnya tidak terlalu positif bagi euro maupun pound. Satu-satunya peristiwa fundamental yang patut dicatat adalah rapat European Central Bank yang akan datang, namun hasilnya sebenarnya sudah diketahui dan telah diantisipasi sejak pekan lalu. ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga, yang seharusnya mendukung euro dan mungkin juga British pound, yang umumnya berkorelasi dengannya. Namun, alih-alih, kita justru melihat penurunan pada pasangan GBP/USD.
Kami tidak berpendapat bahwa pasar seharusnya mengabaikan laporan Nonfarm Payrolls. Ini adalah laporan yang benar-benar penting dan memberikan peluang bagi Federal Reserve untuk segera bergerak menuju pengetatan kebijakan moneter. Sebelumnya, lemahnya pasar tenaga kerja AS menahan Fed untuk menaikkan suku bunga acuan. Meskipun bukan satu-satunya alasan, hal itu merupakan salah satu alasan utama. Tahun lalu, di tengah pelemahan pasar tenaga kerja, Fed bahkan terpaksa memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali. Meskipun pasar tidak percaya Fed akan mengetatkan kebijakan moneter musim panas ini, bukan berarti skenario tersebut sepenuhnya tertutup.
Lalu apa yang mendorong pergerakan naik pair ini pada hari Selasa? Menurut kami, tidak ada faktor khusus. Data makroekonomi tidak mampu memicu penguatan British pound. Tidak ada peristiwa fundamental sepanjang hari. Pelaku pasar sudah lama berhenti memperhatikan janji-janji Trump. Tidak ada perubahan dalam situasi di Timur Tengah. Negosiasi antara Teheran dan Washington masih berlangsung; kedua belah pihak terus saling mengajukan ultimatum, dan tidak ada yang siap untuk memberikan konsesi berarti. Selat Hormuz masih tetap diblokade, dan tidak ada pakar independen yang melihat tanda-tanda berakhirnya perang, penandatanganan perjanjian damai dalam waktu dekat, atau pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pelaku pasar bahkan sudah terbiasa dengan pelanggaran terus-menerus terhadap ketentuan gencatan senjata yang ditetapkan pada 8 April oleh Iran dan AS. Pada awalnya, pasar khawatir akan adanya serangan lain dari Iran atau Israel, atau serangan rudal dari AS, namun sekarang pasar sudah terbiasa, karena menyadari bahwa hal-hal tersebut tidak akan memengaruhi proses negosiasi. Teheran dan Washington tidak ingin melanjutkan perang, namun mereka juga tidak bersedia memberikan konsesi untuk menandatangani sebuah perjanjian; keduanya membalas setiap serangan dengan tindakan serupa agar pihak lain tidak menafsirkan kesediaan bernegosiasi sebagai kelemahan atau kesiapan untuk menerima ultimatum apa pun. Situasinya benar-benar buntu.
Dengan demikian, pergerakan pasar untuk saat ini sangat acak. Pada hari Jumat, dolar secara logis menguat 100 pip, sementara pada hari Senin dan Selasa melemah tanpa alasan yang jelas. Besok, dolar bisa saja menguat lagi. Pasar sendiri tampak kebingungan di tengah gejolak ini. Kami cenderung menilai bahwa dua hari pertama pekan ini mencerminkan koreksi teknikal yang khas.
Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama lima hari trading terakhir adalah 81 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini dianggap "rata-rata". Pada hari Rabu, 10 Juni, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3297 dan 1,3459. Saluran atas regresi linear mengarah naik, yang mengindikasikan pemulihan tren kenaikan. Indikator CCI telah memasuki area oversold, memberi sinyal kemungkinan berakhirnya tren turun.
Level-Level Support Terdekat:S1 – 1,3367
S2 – 1,3306
S3 – 1,3245
Level-Level Resistance Terdekat:R1 – 1,3428
R2 – 1,3489
R3 – 1,3550
Rekomendasi Trading:Pasangan mata uang GBP/USD telah melanjutkan pergerakan turunnya. Kebijakan Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan dolar AS dalam jangka panjang. Namun, tahun 2026 berpotensi sangat positif bagi dolar karena faktor geopolitik. Oleh karena itu, posisi beli dengan target di 1,3489 dan 1,3550 dapat dipertimbangkan ketika harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, trading jual dapat dilakukan dengan target di 1,3306 dan 1,3245. Situasi pasar sering berubah, dan pergerakannya masih didominasi oleh berita geopolitik yang sifatnya tidak seragam.
Penjelasan untuk Ilustrasi:Kanal regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke satu arah yang sama, trennya kuat;
Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diambil dalam trading;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga prospektif di mana pasangan ini kemungkinan akan bergerak dalam 24 jam ke depan, berdasarkan indikator volatilitas saat ini;
Indikator CCI yang memasuki zona oversold (di bawah -250) atau zona overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa pembalikan tren ke arah yang berlawanan sudah dekat.