Pasangan mata uang GBP/USD mengalami berbagai fluktuasi sepanjang hari Rabu. Pasar sepertinya kesulitan untuk memutuskan respons yang tepat terhadap ketidakberhasilan negosiasi antara Iran dan AS, ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, serta laporan inflasi yang sesuai dengan perkiraan. Hal ini mengakibatkan rendahnya volatilitas dan pasar tampak enggan untuk membuat keputusan yang cepat. Meskipun pembicaraan antara Teheran dan Washington tampak buntu, kami hampir yakin bahwa dialog tersebut akan segera dilanjutkan. Untuk saat ini, konflik di Timur Tengah belum meluas, walaupun Iran melakukan serangan terhadap Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Dengan demikian, saat ini belum ada alasan yang kuat untuk terjadi peningkatan aliran uang ke dolar sebagai aset aman. Namun, tidak ada juga justifikasi yang kuat untuk menghindari dolar AS. Pasar tidak terburu-buru, hanya menunggu.
Dari perspektif teknis, tren penurunan masih berlanjut, dan harga berada di bawah garis indikator Ichimoku. Seperti yang kami perkirakan, lonjakan pasangan ini pada hari Jumat bersifat khusus, karena dalam beberapa bulan terakhir, pasar tidak terlalu memperhatikan data-data makroekonomi. Faktor-faktor geopolitik juga tidak lagi mendukung dolar dengan kuat seperti sebelumnya, tetapi ada banyak elemen yang akan mendukung mata uang ini pada tahun 2026. Pada grafik harian, terlihat jelas bahwa pasangan ini sudah bergerak dalam pola sideways selama 9 bulan.
Pada grafik 5 menit di hari Rabu, hanya ada satu sinyal perdagangan yang muncul — sinyal beli. Pada awal sesi AS, harga memantul dari level 1. 3369–1. 3392 dan naik sekitar 20 pip. Dengan demikian, tidak ada kerugian yang dialami pada posisi long, tetapi juga tidak terlihat keuntungan signifikan, karena harga dengan cepat kembali ke level semula.
Laporan COTLaporan COT mengenai pound Inggris menunjukkan bahwa pandangan trader komersial mengalami perubahan yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Garis merah dan biru, yang melambangkan posisi bersih antara trader komersial dan non-komersial, sering bersilangan dan umumnya berada dekat dengan angka nol. Saat ini, kedua garis tersebut mulai menjauh dengan trader non-komersial yang lebih banyak melakukan posisi jual. Mengingat keadaan di Timur Tengah, sangat wajar bila permintaan untuk mata uang yang dianggap berisiko rendah meningkat.
Dalam jangka panjang, nilai dolar terus menurun sebagai dampak dari kebijakan yang diterapkan oleh Donald Trump, terlihat jelas pada grafik mingguan (gambar di atas). Pertikaian perdagangan diperkirakan akan berlanjut dalam berbagai bentuk di masa mendatang, dan kebijakan yang dibuat oleh Trump bertujuan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melemahkan mata uang AS. Namun, faktor-faktor geopolitik saat ini lebih berpengaruh dan dalam beberapa waktu terakhir memberikan dukungan signifikan terhadap dolar. Karena konflik di Timur Tengah masih belum ada penyelesaian, ada kemungkinan bahwa dolar AS akan terus menguat. Berdasarkan laporan COT terbaru (per 2 Juni), kelompok "Non-commercial" telah menutup 4. 300 kontrak BUY dan 13. 500 kontrak SELL. Dengan cara ini, posisi bersih trader non-komersial meningkat sebanyak 9. 200 kontrak dalam waktu satu minggu.
Analisis GBP/USD 1HPada timeframe satu jam, pasangan GBP/USD telah menyelesaikan tren naiknya akibat memuncaknya kembali ketegangan di sekitar Selat Hormuz serta dalam hubungan antara Iran dan AS. Latar belakang makroekonomi dan fundamental sejauh ini masih hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap pergerakan pasangan ini (dengan beberapa pengecualian). Kami tidak berpendapat bahwa tanpa eskalasi nyata konflik di Timur Tengah dolar akan menunjukkan penguatan yang kuat, namun posisi mata uang AS saat ini lebih menguntungkan dibandingkan pound sterling.
Untuk 11 Juni, kami mengidentifikasi level-level penting berikut: 1.3096-1.3115, 1.3179-1.3187, 1.3301-1.3309, 1.3369-1.3377, 1.3465-1.3480, 1.3588, 1.3671-1.3681, 1.3751-1.3763. Garis Senkou Span B (1.3437) dan garis Kijun-sen (1.3394) juga dapat berfungsi sebagai sumber sinyal. Disarankan untuk mengatur Stop Loss ke titik impas ketika harga bergerak ke arah yang benar sejauh 20 pip. Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, dan hal ini perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading.
Pada hari Kamis, tidak ada peristiwa atau rilis data penting yang dijadwalkan di Inggris, sementara di AS hanya akan dirilis Producer Price Index. Setelah publikasi laporan inflasi bulan Mei, laporan ini praktis tidak memiliki signifikansi apa pun, kecuali untuk tujuan statistik semata.
Rekomendasi Trading:Hari ini, trader dapat mempertimbangkan posisi jual dengan target area 1.3301-1.3309 jika harga menguatkan konsolidasi di bawah area 1.3369-1.3377. Posisi beli akan relevan jika terjadi pantulan dari area 1.3369-1.3377, dengan target garis Senkou Span B.
Penjelasan Untuk Ilustrasi:Level Support dan Resistance (garis warna merah tebal): Area kunci di mana pergerakan harga mungkin terhenti. Level ini bukan merupakan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B: Garis indikator Ichimoku yang dipindahkan dari time frame H4 ke grafik per jam, garis ini fungsinya adalah menunjukkan level yang kuat.Level Ekstrem (garis warna merah tipis): Titik di mana harga sebelumnya telah memantul. Kedua level ini dapat berfungsi sebagai sumber sinyal trading.Garis Warna Kuning: Garis tren, kanal, atau pola teknis lainnya.Indikator 1 di dalam Grafik COT: Mencerminkan ukuran net position dari setiap kategori trader.