Pasangan GBP/USD juga mengalami sedikit penurunan pada hari Kamis, dengan area kunci tetap berada di 1,3301–1,3309. Selama area ini belum ditembus, perundingan mengenai kelanjutan penurunan harga menjadi tidak relevan. Sudah kami sampaikan bahwa meskipun masih terjadi pelanggaran gencatan senjata di Timur Tengah dan serangan terbuka oleh pihak lawan dalam beberapa hari terakhir, perang skala penuh belum berlanjut. Bagaimanapun juga, pasar tidak berniat memulai gelombang kedua risk aversion. Oleh karena itu, kami tidak melihat potensi kenaikan besar pada dolar AS, tetapi pada saat yang sama pasar seolah tidak punya pilihan selain menahan diri untuk tidak menjual mata uang Amerika tersebut. Kemarin, Indeks Harga Produsen (PPI) di AS dirilis dan mengonfirmasi kekhawatiran terburuk. Inflasi di AS meningkat secara menyeluruh. Indeks Harga Konsumen naik pada Mei menjadi 4,2%, inflasi inti menjadi 2,9%, dan PPI menjadi 6,5%. Dengan demikian, kami memperkirakan akan ada kenaikan lanjutan pada indikator inti dalam beberapa bulan mendatang.
Dari sudut pandang teknikal, tren menurun masih berlanjut, dengan pergerakan harga di bawah garis-garis indikator Ichimoku. Seperti yang kami perkirakan, kenaikan pasangan ini pada hari Jumat merupakan pengecualian dari pola yang ada, karena pasar untuk sementara waktu tidak terlalu memperhatikan data makroekonomi. Faktor geopolitik juga tidak lagi mendukung dolar sekuat sebelumnya, tetapi tetap memaksa pelaku pasar setidaknya untuk menahan diri dari aksi jual terhadap dolar.
Pada time frame 5 menit hari Kamis, terbentuk dua sinyal trading. Pada sesi malam, pasangan ini menembus area 1,3369–1,3377 dari bawah ke atas, dan pada sesi Eropa, bergerak dari atas ke bawah melewati area yang sama. Sinyal pertama tidak layak dieksekusi karena terdapat garis kritis sekitar 20 pip di atasnya. Sinyal kedua bisa dimanfaatkan sebagai posisi jual (short), yang pada akhir hari bisa menghasilkan keuntungan sekitar 25 pip.
Laporan COTLaporan COT untuk pound Inggris menunjukkan bahwa sentimen trader komersial terus berubah dalam beberapa tahun terakhir. Garis merah dan biru, yang mewakili posisi bersih trader komersial dan nonkomersial, sering saling berpotongan dan sebagian besar berada dekat dengan level nol. Saat ini, kedua garis tersebut mulai menjauh, dengan trader nonkomersial yang masih didominasi oleh posisi jual. Dengan mempertimbangkan peristiwa di Timur Tengah, rendahnya permintaan terhadap mata uang berisiko tidaklah mengherankan.
Dalam jangka panjang, dolar terus melemah akibat kebijakan Donald Trump, yang terlihat jelas pada time frame mingguan (ilustrasi di atas). Perang dagang akan terus berlanjut dalam satu dan lain bentuk untuk waktu yang lama, dan kebijakan Trump secara langsung maupun tidak langsung diarahkan untuk melemahkan mata uang Amerika. Namun, faktor geopolitik saat ini lebih dominan dan dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dukungan kuat bagi dolar. Karena konflik di Timur Tengah belum terselesaikan, dolar AS masih berpotensi melanjutkan penguatannya. Menurut laporan COT terbaru (per 2 Juni), kelompok "Nonkomersial" menutup 4.300 kontrak BELI dan 13.500 kontrak JUAL. Akibatnya, posisi bersih trader nonkomersial meningkat sebesar 9.200 kontrak dalam seminggu.
Analisis GBP/USD Grafik 1 JamPada timeframe per jam, pasangan GBP/USD telah menyelesaikan tren naiknya akibat meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz dan dalam hubungan AS–Iran. Latar belakang makroekonomi dan fundamental masih relatif minim pengaruhnya terhadap pergerakan pasangan ini (dengan beberapa pengecualian). Kami berpendapat bahwa tanpa eskalasi nyata konflik di Timur Tengah, dolar tidak akan menunjukkan tren yang kuat, tetapi saat ini pasar secara psikologis masih kesulitan untuk menjual mata uang Amerika tersebut.
Untuk 12 Juni, kami mengidentifikasi level-level penting berikut untuk trading: 1,3096-1,3115, 1,3179-1,3187, 1,3301-1,3309, 1,3369-1,3377, 1,3465-1,3480, 1,3588, 1,3671-1,3681, 1,3751-1,3763. Garis Senkou Span B (1,3396) dan Kijun-sen (1,3396) juga dapat berfungsi sebagai sumber sinyal. Disarankan untuk memindahkan Stop Loss ke titik impas ketika harga bergerak ke arah yang benar sejauh 20 pip. Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, sehingga perlu diperhatikan saat menentukan sinyal trading.
Pada hari Jumat, Inggris dijadwalkan merilis data PDB bulanan dan produksi industri untuk April. Dalam kondisi saat ini, data ini tergolong sekunder, sebagaimana indeks sentimen konsumen University of Michigan di AS.
Rekomendasi Trading:Hari ini, trader dapat mempertimbangkan posisi jual dengan target 1,3179-1,3187 jika harga berkonsolidasi di bawah area 1,3301-1,3309. Posisi beli akan menjadi relevan jika terbentuk pantulan dari area 1,3301-1,3309 dengan target 1,3369-1,3377.
Catatan Ilustrasi:Level-level harga support dan resistance ditandai dengan garis tebal merah, di sekitar area tersebut pergerakan mungkin berakhir. Level ini bukan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B adalah garis dari indikator Ichimoku yang dialihkan ke timeframe per jam dari timeframe 4 jam. Garis-garis ini bersifat kuat.Level ekstrem ditandai dengan garis tipis merah, yaitu level tempat harga sebelumnya mulai memantul. Level ini berfungsi sebagai sumber sinyal trading.Garis kuning menggambarkan garis tren, channel tren, dan pola teknikal lainnya.Indikator 1 pada grafik COT menunjukkan besaran posisi bersih masing-masing kategori pelaku pasar.