Pasar saham mengalami penurunan akibat aksi take profit pada saham-saham teknologi. Indeks Semikonduktor Philadelphia dan Nasdaq Composite termasuk yang paling terpukul. Para investor secara bertahap mulai mereda dari euforia yang terkait dengan IPO SpaceX dan berakhirnya konflik Timur Tengah. Perusahaan-perusahaan teknologi besar telah menanggung beban terberat dari aksi jual tersebut.
Kenaikan saham SpaceX sebesar 50% dalam tiga hari setelah penawaran saham perdananya merupakan yang terbesar kedua dalam sejarah. Kapitalisasi pasar perusahaan ditutup pada $2,66 triliun, melampaui Amazon. Dalam trading intraday, angka tersebut naik menjadi $2,97 triliun, angka yang lebih besar daripada Microsoft.
Antusiasme terhadap SpaceX mendukung indeks ekuitas AS, tetapi semakin menjadi sumber kekhawatiran. Mayoritas—56%—responden Bank of America mengatakan mereka percaya pasar saham berada dalam gelembung; 21% memilih mendukung euforia. Rasa takut ketinggalan (FOMO) memicu trading. Vanda Research melaporkan ara investor ritel menginvestasikan $225,2 miliar ke saham SpaceX dalam dua hari pertama, sekitar 75% dari total pembelian bersih oleh kategori investor tersebut.
Namun, bank-bank besar berpendapat bahwa S&P 500 belum mencapai puncaknya. Wells Fargo menaikkan target akhir tahun untuk indeks luas tersebut menjadi 7.950 dari 7.300, yang menyiratkan potensi kenaikan sekitar 5 persen dari level saat ini. Bank tersebut menyebutkan meredanya kekhawatiran makroekonomi, membaiknya sentimen, dan berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan Fed sebagai pendorong utama.
Hasil perusahaan yang mengesankan semakin memperkuat argumen tersebut. Pada kuartal pertama, laba per saham untuk perusahaan-perusahaan S&P 500 meningkat sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya, jauh di atas prediksi para analis Wall Street sebesar 12%. Jika hasil kuartal kedua tidak lebih lemah, indeks secara keseluruhan dapat memberikan kejutan positif bagi para investor.
Penjualan di sektor teknologi merupakan bagian alami dari dinamika pasar. Pasar sedang mengalami rotasi dan diversifikasi portofolio. Para trader mengalihkan perhatian ke perusahaan-perusahaan yang menderita akibat konflik Timur Tengah. Penyelesaian konflik tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi pemulihan mereka dan bagi S&P 500 secara keseluruhan.
Penurunan pada indeks pasar secara luas juga mencerminkan penutupan posisi menjelang pertemuan Federal Reserve. Beberapa pelaku pasar memperkirakan Kevin Warsh akan mengambil pendekatan yang lebih lunak. Namun, kejutan yang cenderung agresif kemungkinan akan memicu aksi jual saham.
Secara teknis, S&P 500 memantul dari nilai wajar di dekat 7.580 pada grafik harian. Penurunan menuju support di sekitar area 7.450 — kombinasi moving average dan level pivot — diikuti oleh rebound dapat menjadi dasar untuk posisi long pada indeks pasar secara luas.