GBP/USD – 18 Juni: Akankah Bank of England Memberi Sinyal Kenaikan Suku Bunga di Masa Mendatang?

Pada grafik per jam, pasangan GBP/USD turun hingga ke level koreksi Fibonacci 76,4% di 1,3277 pada hari Rabu, memantul dari level tersebut, dan mulai bergerak naik menuju area resistance di 1,3349–1,3355. Hari ini, pantulan turun dari area ini akan mendukung dolar AS dan membuka peluang kembalinya harga ke level 1,3277. Sementara itu, konsolidasi di atas area 1,3349–1,3355 akan memungkinkan pelaku pasar mengantisipasi kelanjutan kenaikan menuju level koreksi Fibonacci 50,0% di 1,3408.

Gambaran pola gelombang kembali berbalik menjadi bearish setelah pertemuan FOMC. Gelombang kenaikan terakhir yang sudah lengkap sempat menembus puncak sebelumnya, sementara gelombang penurunan yang baru telah menembus ke bawah titik terendah sebelumnya. Sulit untuk mengatakan berapa lama kubu bearish akan mempertahankan kendali kali ini, karena dukungan terhadap dolar bisa saja bersifat sementara. Jika kita mengesampingkan analisis gelombang, pelaku pasar yang bearish masih terus mendominasi. Namun, setelah konflik di Timur Tengah berakhir, dolar bisa kehilangan salah satu sumber dukungan pentingnya.

Latar belakang berita pada hari Rabu tidak memberikan dukungan bagi kubu bullish maupun bagi pound Inggris. Pada pagi hari, laporan inflasi Inggris menjawab pertanyaan apakah Bank of England kemungkinan akan mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat (jawabannya: tidak). Pada malam hari, pertemuan FOMC menjawab pertanyaan apakah Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga (jawabannya: mungkin). Dengan demikian, Bank of England berpotensi mempertahankan sikap netral jika melihat data inflasi, sementara Federal Reserve menjadi lebih hawkish. Kombinasi faktor ini memberikan dukungan kuat bagi dolar AS.

Namun, hasil pertemuan Bank of England masih belum diketahui dan belum bisa dipastikan sebelumnya. Karena itu, saya lebih memilih menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai sentimen sebenarnya para pembuat kebijakan di MPC. Menurut saya, hari ini kita mungkin akan mengalami kesan deja vu, karena Bank of England juga telah dipaksa berurusan dengan inflasi tinggi selama beberapa tahun. Inflasi di Inggris memang melambat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi masih berada di atas target 2%. Karena itu, fakta bahwa inflasi mulai mereda dapat menghambat Bank of England untuk menyampaikan pernyataan yang bernada hawkish. Di saat yang sama, fakta bahwa inflasi masih tinggi dapat meningkatkan jumlah anggota MPC yang bersikap hawkish.

Pada grafik 4 jam, pasangan GBP/USD memantul dari level koreksi Fibonacci 38,2% di 1,3429, kemudian berbalik menguat untuk dolar AS dan turun menembus level koreksi Fibonacci 23,6% di 1,3327. Oleh karena itu, penurunan berpotensi berlanjut menuju level koreksi berikutnya di 0,0% pada 1,3159. Konsolidasi di atas 1,3327 akan memungkinkan pelaku pasar mengantisipasi kenaikan kembali menuju 1,3429. Saat ini tidak terlihat adanya divergensi yang muncul pada indikator mana pun.

Laporan Commitments of Traders (COT):

Sentimen di kalangan trader kategori Non‑commercial menjadi lebih bearish selama pekan pelaporan terbaru. Jumlah posisi Long yang dipegang spekulan turun sebesar 7.944, sementara jumlah posisi Short naik sebesar 4.051. Selisih antara posisi Long dan Short saat ini berada di kisaran 46.000 berbanding 109.000.

Dalam beberapa bulan terakhir, pelaku pasar dengan pandangan bearish mendominasi, yang tidak mengejutkan mengingat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan krisis politik di Inggris Raya. Keunggulan kubu bearish sekarang lebih dari dua kali lipat.

Saya masih belum meyakini adanya tren bearish jangka panjang untuk pound. Namun, dalam jangka pendek, segala sesuatunya bukan lagi akan ditentukan oleh indikator ekonomi, kebijakan perdagangan Trump, atau kebijakan moneter bank sentral, melainkan oleh durasi, skala, dan konsekuensi konflik di Timur Tengah. Dalam beberapa minggu terakhir, pasar telah menyesuaikan diri dengan ekspektasi bahwa konflik tersebut akan berlangsung dalam jangka panjang. Namun, berita terbaru mengindikasikan gencatan senjata masih mungkin tercapai, meskipun prosesnya kecil kemungkinan akan mudah atau cepat.

Kalender berita untuk Inggris Raya dan Amerika Serikat:

Inggris Raya – Tingkat Pengangguran (06:00 UTC)Inggris Raya – Average Earnings Index (06:00 UTC)Inggris Raya – Claimant Count Change (06:00 UTC)Inggris Raya – Keputusan Suku Bunga Bank of England (11:00 UTC)Inggris Raya – MPC Vote Split on Interest Rates (11:00 UTC)Inggris Raya – Pernyataan Kebijakan Moneter Bank of England (11:00 UTC)Amerika Serikat – Initial Jobless Claims (12:30 UTC)Amerika Serikat – Philadelphia Fed Manufacturing Index (12:30 UTC)

Kalender ekonomi untuk 18 Juni memuat delapan agenda. Perhatian khusus perlu diarahkan pada pertemuan Bank of England dan seluruh pernyataan yang terkait. Latar belakang ekonomi berpeluang memberikan dampak yang cukup terasa terhadap sentimen pasar pada hari Kamis.

Prakiraan dan kiat-kiat trading GBP/USD:

Posisi Short dapat diambil setelah harga memantul turun dari area 1,3454–1,3466 pada grafik per jam, dengan target di 1,3408 dan 1,3349–1,3355. Seluruh target telah tercapai. Posisi Short baru dapat dipertimbangkan setelah penutupan harga di bawah level 1,3277. Posisi Long dapat diambil setelah pantulan naik dari level 1,3277, dengan target di 1,3349–1,3355.

Level Fibonacci retracement digambar dari 1,3158 hingga 1,3655 pada grafik per jam dan dari 1,3866 hingga 1,3158 pada grafik 4 jam.