Rangkuman Berita Pasar Saham AS pada 18 Juni

Indeks saham AS ditutup dengan hasil yang beragam kemarin

Perdagangan kemarin di pasar saham AS berakhir tanpa arah yang jelas: S&P 500 dan Nasdaq 100 membukukan penurunan (masing‑masing turun 0,57% dan 1,15%), sementara Dow Jones naik 0,64%. Obligasi dan emas sedang berada dalam tren naik, sedangkan harga minyak sudah turun selama empat hari berturut-turut. Brent turun ke bawah $79 per barel, merosot sekitar 15% dalam empat sesi terakhir.

Penyebabnya cukup sederhana: harga minyak yang jatuh di bawah $80 meredakan kekhawatiran akan guncangan inflasi yang terkait dengan potensi penutupan Selat Hormuz. Sebelumnya, ketika Brent diperdagangkan di atas $95 pada bulan Mei, inflasi AS mencapai puncak di 4,2% (tertinggi sejak 2023), dan probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada Desember sempat melampaui 80%. Kini situasinya mulai berubah, dan pasar tampaknya mulai memosisikan skenario di mana ekspektasi kenaikan suku bunga memudar seiring meredanya inflasi di sektor energi. Detail selengkapnya tersedia melalui tautan..

Rangkuman pertemuan Fed pertama di bawah Kevin Warsh

Kevin Warsh mengambil pendekatan yang tak terduga. Alih-alih langsung memberi sinyal pandangannya soal suku bunga pada rapat FOMC pertamanya sebagai ketua, ia berfokus untuk menyatukan Komite pada satu tujuan bersama — menurunkan inflasi ke 2%. Hal itu menghasilkan keputusan bulat, berbeda dengan rapat sebelumnya yang mencatat empat suara yang tidak sependapat.

Perbedaan muncul dalam proyeksi suku bunga: pada Juni, 9 dari 18 anggota FOMC memperkirakan setidaknya satu kenaikan pada 2026, sementara hanya satu yang memproyeksikan penurunan. Dengan demikian, rapat Juni menandai perubahan nada yang jelas lebih hawkish dan berdampak signifikan pada pasar keuangan. Namun, masih belum jelas apakah Warsh secara pribadi lebih sejalan dengan kubu "dovish" atau "hawkish". Detail selengkapnya tersedia melalui tautan..

Emas terjepit di antara dua kekuatan

Dalam pertemuan keempat berturut-turut yang dipimpin oleh Kevin Warsh, Federal Reserve secara bulat memutuskan untuk mempertahankan federal funds rate pada kisaran 3,50–3,75%. Namun, proyeksi terbaru mengindikasikan kemungkinan pengetatan kebijakan: sembilan anggota komite kini memprakirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir 2026. Proyeksi median suku bunga akhir tahun naik dari 3,4% menjadi 3,8%, mencerminkan sikap yang lebih hawkish.

Perubahan ini memicu volatilitas pasar: harga emas turun sekitar 1,3% sementara imbal hasil Treasury jangka pendek melonjak. Warsh sendiri menolak memberikan proyeksi pribadi untuk suku bunga dan mengumumkan pembentukan lima kelompok kerja baru untuk meninjau operasi The Fed, sambil mengatakan kepada para wartawan bahwa tidak mungkin memberikan forward guidance yang jelas mengenai arah kebijakan di masa depan. Detail selengkapnya tersedia melalui tautan.