Laporan ketenagakerjaan bulan Juni yang lemah menjadi katalis bagi apa yang di Wall Street disebut rotation trading: dana keluar dari raksasa AI dan beralih ke sektor kesehatan, barang kebutuhan pokok, dan sektor lain yang sebelumnya luput dari perhatian selama penguatan saham chip.
Pada Juni, ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja, hampir setengah dari proyeksi para ahli sebesar 115.000. Dow Jones Industrial Average merespons dengan kembali mencetak rekor tertinggi, sementara Nasdaq Composite justru melemah. S&P 500 berada di antara dua kekuatan yang saling bertolak belakang: delapan dari 11 sektor ditutup menguat, tetapi indeks acuan itu nyaris tidak bergerak.
Dinamika Pasar Saham
Para investor bertaruh pada skenario ideal: inflasi mereda, pasar tenaga kerja stabil, dan The Fed menahan diri dari kenaikan suku bunga. Menurut CME Group, probabilitas pengetatan pada bulan Juli turun menjadi sekitar 20% dari 30% sebelum rilis data. Data ketenagakerjaan bulan Juni mengindikasikan bahwa transmisi kondisi pasar tenaga kerja mulai mereda. Tidak ada apa pun dalam laporan ini yang mengisyaratkan perlunya suku bunga lebih tinggi.
Angka inflasi yang lebih rendah ini mengurangi tekanan terhadap Ketua The Fed Kevin Warsh. Dengan pasar tenaga kerja yang tidak memanas dan ekspektasi inflasi yang melunak, The Fed secara wajar dapat tetap dalam mode jeda sepanjang musim panas tanpa harus mempertimbangkan kenaikan ataupun penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Bukan berarti semua awan mendung sudah sirna. Meskipun gambaran makro membawa kelegaan, volatilitas di sektor teknologi telah merusak sentimen para investor. Wall Street semakin meragukan apakah investasi besar-besaran di bidang AI akan membuahkan hasil. Dalam skenario terbaik, perdagangan tema AI mungkin memasuki fase konsolidasi yang dalam; dalam skenario terburuk, mungkin mengalami koreksi signifikan.
Jika dilihat dari perspektif setengah tahun, gambaran tersebut lebih optimistis. Wall Street memasuki paruh kedua tahun 2026 dengan keyakinan bahwa pasar masih dapat terus naik meski diterpa guncangan. Portofolio terdiversifikasi yang terdiri atas saham, obligasi, dan komoditas memberikan kinerja paruh pertama terbaik sejak 2021, meskipun dunia dihadapkan pada perang di Timur Tengah, lonjakan dan kejatuhan harga minyak, serta salah satu perubahan ekspektasi suku bunga paling tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Valuasi yang lebih tinggi, biaya pinjaman yang lebih mahal, dan ledakan AI yang berlangsung sangat cepat terus membentuk ulang pasar. Pertanyaannya adalah apakah semua itu dapat mempertahankan keseimbangan rapuh antara harapan akan jeda kebijakan The Fed dan meningkatnya keraguan terhadap prospek sektor teknologi.
Dari sisi teknikal, grafik harian S&P 500 mencatat kegagalan ketiga secara beruntun dalam menguji nilai wajar di 7.500. Jika kubu bullish tidak mampu merebut kembali level di atas batas tersebut, akan terbuka ruang untuk tekanan jual jangka pendek.