Uji harga di level 162,27 terjadi ketika indikator MACD sudah berada jauh di atas garis nol, yang mengurangi kemungkinan kenaikan nilai pasangan tersebut. Pengujian kedua di level 162,27 memicu Skenario #2 untuk menjual dolar; tetapi, penurunan pasangan ini tidak terjadi.
Di paruh kedua hari ini, pasar menunggu rangkaian data penting dari AS — indeks ISM jasa dan PMI komposit — serta pidato dari anggota FOMC, Christopher Waller. Indeks aktivitas bisnis dihasilkan dari survei terhadap perusahaan dan menunjukkan tren dalam pesanan baru, ketenagakerjaan, serta tekanan harga; nilai di atas 50 menunjukkan adanya pertumbuhan, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Bagi pasar, faktor yang paling penting adalah perbedaan dari konsensus estimasi, karena ini mengubah pandangan tentang arah suku bunga The Fed dan mempengaruhi nilai dolar. Yen Jepang bereaksi terutama disebabkan oleh perubahan imbal hasil US Treasury. Data yang kuat dan pernyataan hawkish dari Waller meningkatkan nilai USD/JPY: kenaikan suku bunga di AS memperbesar selisih imbal hasil dengan Jepang, menjadikan yen kurang menarik. Sebaliknya, data lemah dan nada yang hati-hati dari para pengatur memperkecil selisih ini, menarik kembali minat terhadap yen sebagai aset safe haven, dan mendorong pasangan tersebut turun.
Terkait strategi intraday, fokus yang lebih besar diberikan pada Skenario #1 dan #2.
Sinyal beli
Skenario #1: Rencana pembelian USD/JPY hari ini berada di titik masuk sekitar 162.44 (garis hijau pada grafik) dengan target 162.82 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di level 162.82, posisi akan ditutup dan langsung dibalik menjadi posisi jual, dengan ekspektasi pergerakan berlawanan arah sejauh 30–35 poin dari level tersebut. Potensi kenaikan hari ini masih ada namun relatif terbatas. Penting: sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari level tersebut.
Skenario #2: Pembelian USD/JPY juga direncanakan jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut di level 162.44 ketika indikator MACD berada di area oversold. Kondisi ini akan membatasi potensi penurunan dan berpotensi memicu pembalikan naik. Pergerakan menuju 162.22 dan 161.85 dapat diantisipasi.
Sinyal jual
Skenario #1: Rencana penjualan USD/JPY hari ini dilakukan setelah penembusan ke bawah 162.22 (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan cepat pada pair ini. Target utama penjual adalah 161.85, di mana posisi akan ditutup dan langsung dibalik menjadi posisi beli (dengan ekspektasi pergerakan berlawanan arah sejauh 20–25 poin dari level tersebut). Tekanan turun pada pair dapat kembali muncul jika terjadi intervensi bank sentral. Penting: sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun.
Skenario #2: Penjualan USD/JPY juga direncanakan jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut di level 162.44 ketika indikator MACD berada di area overbought. Kondisi ini akan membatasi potensi kenaikan dan berpotensi memicu pembalikan turun. Penurunan menuju 162.22 dan 161.85 dapat diantisipasi.
Penjelasan Grafik:
Garis hijau tipis – harga masuk untuk membeli instrumen trading Garis hijau tebal – level Take Profit yang disarankan atau zona pengambilan keuntungan manual, karena pertumbuhan lebih lanjut di luar level ini tidak mungkin terjadiGaris merah tipis – harga masuk untuk menjual instrumen trading Garis merah tebal – level Take Profit yang disarankan atau zona pengambilan keuntungan manual, karena penurunan lebih lanjut di luar level ini tidak mungkin terjadiIndikator MACD – saat memasuki pasar, penting untuk memantau zona overbought dan oversoldPenting: Trader Forex pemula harus sangat berhati-hati saat memutuskan untuk masuk ke pasar. Sebaiknya hindari pasar menjelang laporan fundamental utama untuk menghindari terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk trading selama rilis berita, selalu pasang perintah stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa itu, Anda bisa kehilangan seluruh deposit Anda dengan sangat cepat—terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen uang dan trading dalam volume besar.
Dan ingat: trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Membuat keputusan spontan berdasarkan situasi pasar saat ini adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday sejak awal.