Pengujian level 1,3350 terjadi saat indikator MACD baru mulai bergerak di bawah garis nol, mengonfirmasi titik masuk jual pound yang valid. Akibatnya, pasangan ini turun hingga level target 1,3329.
Hari ini, Presiden AS menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Teheran secara efektif berakhir dan tidak lagi berlaku, menutup kemungkinan negosiasi lebih lanjut, serta melontarkan sejumlah pernyataan tajam yang ditujukan kepada pihak Iran. Hal ini memicu gelombang penjualan baru pada poundsterling. Selain sentimen risk-off yang meluas, pound juga terbebani oleh kekhawatiran terkait energi. Eskalasi di kawasan produsen minyak utama berpotensi mendorong harga energi naik, dan Inggris, sebagai negara pengimpor bahan bakar bersih, sangat rentan terhadap fluktuasi harga semacam ini.
Pada paruh kedua hari ini, para trader akan memusatkan perhatian pada rilis risalah rapat Federal Reserve bulan Juni, sementara laporan Persediaan Grosir dan data Kredit Konsumen AS yang dirilis pada periode yang sama akan menjadi penggerak pasar sekunder. Perlu diingat bahwa rapat bulan Juni merupakan yang pertama dipimpin oleh Kevin Warsh. Meskipun Federal Reserve kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, dot plot yang diperbarui bergeser ke arah yang lebih hawkish, dengan indikasi dari beberapa anggota komite bahwa kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun masih memungkinkan. Pasar akan mencermati risalah rapat tersebut untuk mencari konfirmasi atas pergeseran ini. Mengingat poundsterling sangat sensitif terhadap nuansa isi dokumen tersebut, GBP/USD mungkin kembali berada di bawah tekanan turun jika risalah tersebut menegaskan prospek yang hawkish.
Untuk strategi intraday, saya akan terutama mengandalkan penerapan Skenario #1 dan Skenario #2.
Hari ini, saya berencana membeli pound jika harga mencapai level entri di sekitar 1,3357 (garis hijau pada grafik), dengan target di 1,3392 (garis tebal hijau pada grafik). Di sekitar 1,3392, saya berencana menutup posisi beli dan membuka posisi jual berlawanan arah, dengan mengantisipasi pergerakan 30–35 poin. Kenaikan tajam pada pound baru layak diharapkan jika data ekonomi AS dirilis lebih lemah daripada prediksi.
Penting: Sebelum membuka posisi beli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik.
Skenario #2Saya juga berencana membeli pound jika harga menguji level 1,3333 dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di area oversold. Kondisi ini akan membatasi potensi penurunan dan memicu pembalikan pasar naik (bullish). Dalam kasus ini, pergerakan menuju 1,3357 dan 1,3392 dapat diantisipasi.
Sinyal JualSkenario #1Hari ini, saya berencana menjual pound setelah harga menembus ke bawah 1,3333 (garis merah pada grafik), yang seharusnya memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target penurunan utama akan berada di 1,3299, tempat saya berniat menutup posisi jual dan segera mempertimbangkan membuka posisi beli, dengan mengantisipasi rebound sebesar 20–25 poin. Tekanan jual pada pound kemungkinan akan menguat jika data ekonomi AS kuat.
Penting: Sebelum membuka posisi jual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun.
Skenario #2Saya juga berencana menjual pound jika harga menguji level 1,3357 dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di area overbought. Kondisi ini akan membatasi potensi kenaikan dan memicu pembalikan pasar turun (bearish). Penurunan menuju 1,3333 dan 1,3299 kemudian dapat diantisipasi.
Trader forex pemula harus sangat berhati-hati ketika membuat keputusan trading. Secara umum, lebih baik tidak masuk pasar sebelum rilis laporan ekonomi utama untuk menghindari pergerakan harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu gunakan stop-loss untuk meminimalkan potensi kerugian. Trading tanpa stop-loss dapat dengan cepat mengakibatkan hilangnya seluruh deposit Anda, terutama jika Anda menggunakan ukuran posisi besar tanpa menerapkan manajemen risiko yang tepat.
Ingat bahwa trading yang sukses membutuhkan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Membuat keputusan trading secara spontan hanya berdasarkan kondisi pasar saat ini umumnya merupakan strategi yang merugikan bagi trader intraday.