Selama akhir pekan, Iran sekali lagi memberlakukan blokade di Selat Hormuz, tetapi situasi di jalur perairan yang terkepung ini dari hari ke hari justru makin rumit. Mungkin suatu saat Hollywood bahkan akan membuat film mengenai blokade ini beserta segala intrik yang menyertainya. Untuk saat ini, inilah yang kami ketahui: Teheran memutuskan untuk kembali memblokir selat tersebut, tetapi selat itu kini secara kondisional seolah terbagi menjadi dua bagian: bagian Iran dan bagian Oman. Bagian pertama jelas berada di bawah blokade, sedangkan bagian kedua dinyatakan terbuka, sebagaimana dikatakan oleh Donald Trump. Namun, "terbuka" bukan berarti "aman". Rudal dan drone Iran dengan mudah dapat menghantam kapal yang melintas dekat pesisir Oman. Meskipun tidak ada permusuhan antara Oman dan Iran, Oman juga bukan musuh AS, dan tidak memiliki klaim apa pun terkait Selat Hormuz.
Sekilas, situasi ini tampak benar-benar paradoks. Selat itu terbuka tetapi sekaligus tertutup. Donald Trump menyatakan selat itu terbuka, sementara Iran menyatakan selat itu tertutup. Beberapa kapal mulai mematikan transponder mereka dan menyeberangi selat secara sepenuhnya diam-diam, dan pergerakan "terbuka" praktis berhenti sama sekali. Akibatnya, penyeberangan selat kini secara teoritis hanya dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi total, bergerak dari satu "parit" ke "parit" lain pada malam gelap tanpa bulan, dengan semua lampu dan suar dimatikan, sambil tetap berisiko, bahkan dalam kondisi seperti itu, terkena serangan drone di lambung kapal.
Pada hari Minggu, enam tanker menyeberangi selat dengan menggunakan pendekatan ala gerilya ini. Iran juga melaporkan bahwa kapal-kapal niaga boleh menyeberangi selat setelah memperoleh izin dari Teheran. Namun, untuk saat ini tidak banyak pihak yang bersedia, karena Iran telah menyerang sedikitnya empat kapal hanya dalam seminggu terakhir. Dan "izin" kemungkinan diperoleh dengan harga yang sangat tinggi. Situasinya tetap tegang dan serba tidak jelas, sehingga pergerakan melalui Selat Hormuz kini menjadi sesuatu yang jarang dilakukan dan benar-benar "dengan risiko sendiri".
Di tengah blokade efektif baru di Selat Hormuz, harga minyak mentah Brent telah naik ke level $80, tetapi ini mungkin baru permulaan. Jika situasinya tidak segera membaik, harga minyak mungkin terus naik. Jika Iran berniat memberlakukan biaya atas semua kapal yang melintasi selat tersebut, harga minyak lzimnya akan menjadi lebih mahal. Semua ini mengancam untuk menjaga inflasi global tetap tinggi dalam beberapa bulan, bahkan mungkin tahun-tahun mendatang. Nah, yang tersisa hanyalah mengatakan "terima kasih" kepada Donald Trump. Ia dengan brilian melancarkan operasi militer di Iran, menghancurkan semua senjata nuklir, mengalahkan musuh bebuyutan sekitar sepuluh kali, dan "membuka" Selat Hormuz bagi semua pihak yang ingin melintas.
Analisis Gelombang EUR/USD:Berdasarkan analisis EUR/USD yang dilakukan, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam suatu bagian tren bullish (gambar bawah), sementara dalam pandangan yang lebih jangka pendek, instrumen ini berada dalam bagian tren bearish. Menurut saya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mempertimbangkan pembentukan posisi long, meskipun instrumen ini masih mungkin turun ke level angka 13 dalam gelombang 5 di C. Analisis gelombang sering kali menghadirkan kejutan, jadi saya sudah akan mulai menyesuaikan diri untuk posisi beli.
Analisis Gelombang GBP/USD:Struktur gelombang pada instrumen GBP/USD telah menjadi cukup kompleks. Saat ini, instrumen ini telah membentuk tiga gelombang turun, dan untuk EUR/USD, lima gelombang mungkin terbentuk. Oleh karena itu, pound Inggris dapat membentuk satu gelombang turun lagi, mirip dengan euro, tetapi gelombang ini mungkin menjadi gelombang kedua dalam bagian tren bullish yang baru. Dengan demikian, akan terjadi perbedaan dalam struktur gelombang euro dan pound, tetapi perbedaannya akan kecil dan tidak signifikan. Berdasarkan hal ini, saya memperkirakan terbentuknya pullback dalam waktu dekat, yang kemudian diikuti oleh pembentukan bagian tren bullish yang baru, dengan target awal di sekitar level 37–38.
Prinsip Inti Analisis Saya:Struktur gelombang harus sederhana dan mudah dipahami. Struktur yang kompleks sulit diperdagangkan dan sering kali mengindikasikan perubahan.Jika tidak ada keyakinan terhadap apa yang sedang terjadi di pasar, sebaiknya tidak masuk posisi.Tidak pernah dan tidak akan pernah ada kepastian 100% mengenai arah pergerakan. Jangan lupakan penggunaan order Stop Loss pelindung.Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.