EUR/USD. Pratinjau Mingguan. Peluang Diplomatik Setelah Seminggu Eskalasi

Minggu terakhir bulan Juli menjanjikan banyak informasi dan, sejalan dengan itu, volatilitas yang tinggi. Kalender ekonomi dipenuhi rilis dan peristiwa penting bagi para trader EUR/USD: pada hari Senin, indeks IFO akan dipublikasikan; pada hari Selasa, indeks keyakinan konsumen dari Conference Board; pada hari Rabu, kita akan mengetahui hasil rapat FOMC bulan Juli; pada hari Kamis, data PDB zona euro dan indeks PCE inti akan dirilis; dan akhirnya, pada hari Jumat, data utama mengenai pertumbuhan inflasi di zona euro akan diumumkan.

Namun, semua peristiwa dan laporan ini akan tetap berada dalam bayang-bayang agenda geopolitik. Geopolitik akan menentukan nada pergerakan harga, karena perkembangan lebih lanjut dalam konflik di Timur Tengah memengaruhi bukan hanya harga minyak, tetapi juga prospek inflasi di ekonomi-ekonomi terbesar, termasuk Amerika Serikat. Dengan demikian, setiap perubahan dalam arah ini akan segera tercermin pada ekspektasi terkait langkah-langkah selanjutnya dari Federal Reserve dan, pada akhirnya, pada dinamika pergerakan dolar.

Perkembangan dalam negosiasi antara Oman dan Iran terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz juga cukup signifikan. Menurut informasi yang tersedia, perundingan ini berjalan dengan memuaskan, dengan pembahasan oleh para pihak yang terlihat terkait mekanisme spesifik untuk memulihkan pelayaran yang berpotensi mulai berlaku dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menunjukkan kesiapan Iran untuk bertindak sebagai mediator antara Saudi Arabia dan Houthi, yang baru-baru ini saling melancarkan serangan. Langkah Iran ini mencerminkan keinginan Tehran untuk mengurangi ketegangan di kawasan.

Biaya tinggi dari konfrontasi yang berkelanjutan semakin mendukung skenario diplomatik: meningkatnya risiko bagi pasar minyak global, pelayaran, dan keamanan regional kian terasa bagi Iran maupun AS. Karena tidak ada pihak yang mampu meraih keunggulan strategis yang menentukan, kondisi seperti ini secara tradisional meningkatkan kemungkinan dicapainya kompromi politik dalam konflik semacam ini.

Dalam kondisi saat ini, skenario yang paling realistis tampaknya adalah deeskalasi secara bertahap melalui kesepakatan-kesepakatan terbatas, terutama terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan pengurangan aktivitas militer. Namun, bahkan tanda-tanda awal deeskalasi dapat berdampak signifikan pada pasar. Pada dasarnya, perkembangan minggu lalu dapat mulai bergerak ke arah sebaliknya: harga minyak berpotensi mengalami tekanan, sentimen anti-risiko dapat melemah, permintaan terhadap aset berisiko bisa meningkat, sementara dolar sebagai aset safe haven mungkin kehilangan keunggulannya yang jelas. Dalam kondisi ini, pasangan EUR/USD berpeluang kembali ke kisaran 1,1410 – 1,1470, yang menjadi rentang pergerakannya dalam tiga minggu sebelumnya.

Agenda geopolitik akan menjadi penentu utama arah perdagangan, sementara semua peristiwa fundamental lainnya akan berada di urutan kedua. Bahkan hasil rapat FOMC bulan Juli akan dinilai pasar melalui kacamata perkembangan lanjutan konflik di Timur Tengah. Dinamika hubungan AS–Iran secara langsung memengaruhi harga minyak, yang pada akhirnya berdampak pada prospek inflasi di AS dan kesediaan The Fed untuk bergerak menuju pelonggaran kebijakan moneter. Tanda-tanda deeskalasi akan mengurangi risiko tekanan harga baru dan dapat memperkuat ekspektasi terhadap sinyal The Fed yang lebih "dovish". Sebaliknya, gelombang ketegangan baru bisa memicu kenaikan harga energi, memperbesar kekhawatiran inflasi, dan memaksa The Fed mempertahankan sikap yang lebih ketat (dengan opsi kenaikan suku bunga yang tetap terbuka). Dengan demikian, reaksi pasar terhadap hasil rapat tidak hanya akan bergantung pada susunan kata The Fed, tetapi juga pada skenario perkembangan konflik yang dimasukkan investor ke dalam proyeksi mereka.

Hal yang sama berlaku untuk laporan-laporan makroekonomi kunci minggu ini. Terlepas dari tingginya signifikansi publikasi yang akan dirilis, pengaruhnya terhadap dinamika pasar akan sangat bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah.

Dengan demikian, minggu depan fokus pasar akan tertuju pada jalur negosiasi antara Washington dan Tehran: setiap sinyal mengenai pergerakan lebih lanjut menuju deeskalasi atau sebaliknya menuju gelombang konfrontasi baru akan menentukan sentimen keseluruhan para pelaku pasar dan, sebagai konsekuensinya, arah pergerakan pasangan EUR/USD. Sementara itu, bahkan laporan makroekonomi paling penting dan sinyal dari The Fed akan dilihat melalui prisma risiko geopolitik.

Dalam kondisi ketidakpastian tinggi yang berkepanjangan bagi pasangan EUR/USD, pendekatan yang disarankan adalah menunggu dan mengamati (wait-and-see). Terlebih lagi, minggu lalu penjual gagal mengokohkan posisi di bawah level support 1,1370 (garis bawah indikator Bollinger Bands pada timeframe D1), yang pada akhirnya masih mempertahankan potensi pemulihan pasangan ini ke kisaran 1,1410 – 1,1470 jika latar belakang geopolitik membaik.