Pasar sedang bermain dengan api

Wall Street telah melalui perang, inflasi, dan taruhan AI bernilai triliunan dolar selama bertahun-tahun, tetapi minggu lalu menunjukkan bahwa kesabaran para investor terbatas. Nasdaq 100 berada di jalur untuk menutup Juli dengan penurunan sekitar 7%, dan SOX turun kurang lebih 17%, yang akan menjadi kinerja bulanan terburuk bagi kedua indeks tersebut sejak Maret 2025 dan Juni 2022. S&P 500 dan Nasdaq Composite juga turun secara bersamaan untuk minggu kedua berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai.

Dinamika pasar ekuitas

Ada banyak alasan untuk merasa cemas — dan sebagian besar bukan hal baru. Harga minyak sempat menembus $100/bbl di tengah eskalasi baru di Timur Tengah, imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2025, dan Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali retorika tarif dengan memberlakukan bea pada 60 ekonomi dan mengancam sanksi terhadap Uni Eropa terkait denda sekitar $1 miliar untuk Alphabet. Singkatnya, pasar bereaksi lebih kuat dibanding sebelumnya terhadap kekhawatiran yang sudah dikenal.

Namun, intrik utama pekan ini bukan geopolitik, melainkan Big Tech. Perusahaan-perusahaan yang menyumbang lebih dari sepertiga kapitalisasi pasar S&P 500 akan melaporkan kinerja mereka minggu ini, dan pertemuan The Fed bertepatan dengan rilis hasil Microsoft dan Meta, yang kemudian disusul oleh Amazon dan Apple. Baker Boyer Bank memperingatkan bahwa para investor kini seharusnya menuntut imbal hasil nyata dari belanja modal AI, jika tidak valuasi tinggi yang ada akan mulai dipertanyakan.

Dinamika saham chip

Beban utang para hyperscaler sendiri sudah cukup membuat pasar gelisah. CreditSights melaporkan bahwa para investor utama di bidang AI menanamkan lebih dari $200 miliar modal baru tahun ini dan mengumumkan tambahan $115 miliar dalam penerbitan lanjutan. Penjualan utang oleh Nvidia dan Amazon senilai sekitar $25 miliar mendorong harga kredit turun, dan saham Alphabet telah turun sekitar 15% sejak mengumumkan rencana penggalangan modal sebesar $80 miliar. Hal itu menyeret Magnificent Seven ke penurunan kolektif kapitalisasi pasar terbesar mereka sejak guncangan tarif tahun 2025.

Meskipun demikian, S&P 500 masih diperdagangkan hanya sekitar 3% di bawah rekor tertingginya, dan perusahaan-perusahaan melaporkan laba yang kuat. Bank of America lebih berhati-hati: premi risiko berada di level terendah dalam 20 tahun, dan pasar sedang memosisikan diri pada skenario "semua berjalan sempurna". Proyeksi utama BofA memperkirakan koreksi sebesar 7–8%, dan jika realisasi investasi AI mengecewakan, kerugian mungkin menyerupai koreksi lebih dari 25% yang terjadi pada KOSPI Korea Selatan.

Pertahanan utama BofA adalah rotasi ke saham-saham berkualitas yang masih undervalued — sektor bahan baku dan kesehatan. The Fed bukan satu-satunya aktor, tetapi akan menjadi penentu utama. Pertanyaan yang tersisa adalah siapa yang akan "retak" lebih dulu — pasar obligasi, investor teknologi, atau kesabaran Presiden Trump sendiri. Kembalinya TACO justru mungkin menjadi alasan bagi pembeli untuk tetap optimistis.

Secara teknikal, grafik harian S&P 500 menunjukkan terbentuknya pin bar dengan sumbu atas yang panjang, mengindikasikan melemahnya kekuatan bull. Breakout ke bawah level 7.395 akan menjadi pemicu untuk mulai membangun posisi short secara bertahap. Sebaliknya, pergerakan tegas menembus ke atas level tertinggi pin bar di 7.460 akan menjadi sinyal untuk kembali ke posisi long.