Uji di 163,66 bertepatan dengan momen ketika indikator MACD bergerak cukup jauh di atas garis nol, yang membatasi potensi bullish pasangan ini. Karena alasan itu, saya tidak membeli dolar.
Kemarin, dolar kembali menarik terhadap yen, mencerminkan pergeseran ekspektasi pasar ke arah kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Namun, kenaikan indeks harga konsumen inti Bank of Japan ke 1,5% hari ini juga memperkuat ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga yang akan datang oleh bank sentral Jepang, sehingga membatasi potensi bullish pasangan USD/JPY. Faktor penahan tambahan adalah risiko intervensi mata uang, karena Bank of Japan sebelumnya telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung yen ketika pelemahannya dianggap berlebihan. Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga hanya membuat para trader semakin berhati-hati untuk membuka posisi beli jangka panjang pada USD/JPY.
Untuk strategi intraday, saya terutama akan fokus pada penerapan skenario #1 dan #2.
Skenario #1: Saya berencana membeli USD/JPY hari ini pada titik entri di sekitar 163,79 (garis hijau pada grafik), dengan target di 164,04 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 164,04, saya berencana menutup posisi beli dan membuka posisi jual berlawanan arah (dengan ekspektasi pergerakan 30–35 pip berlawanan arah dari level tersebut). Sebaiknya kembali membeli pasangan ini saat terjadi koreksi dan penurunan signifikan pada USD/JPY. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari sana.
Skenario #2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada harga 163,61 saat indikator MACD berada di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan memicu pembalikan pasar ke atas. Kenaikan menuju level berlawanan di 163,79 dan 164,04 dapat diharapkan.
Skenario PenjualanSkenario #1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini hanya setelah level 163,61 diperbarui (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama bagi penjual adalah 163,38, di mana saya berniat menutup posisi jual dan langsung membuka posisi beli berlawanan arah (dengan ekspektasi pergerakan 20–25 pip berlawanan arah dari level tersebut). Penjual bisa kembali kapan saja; yang dibutuhkan hanya isyarat dari bank sentral. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari sana.
Skenario #2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada harga 163,79 saat indikator MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan memicu pembalikan pasar ke bawah. Penurunan menuju level berlawanan di 163,61 dan 163,38 dapat diharapkan.
Penting: Trader baru di pasar Forex harus mengambil keputusan masuk pasar dengan sangat hati-hati. Menjelang rilis laporan fundamental penting, sebaiknya tetap berada di luar pasar untuk menghindari fluktuasi tajam pada kurs. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa penempatan stop order, Anda dapat dengan cepat kehilangan seluruh deposit, terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen modal dan trading dengan volume besar.
Dan ingat, untuk trading yang sukses, sangat penting memiliki rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Keputusan trading spontan yang hanya berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.