Pasar menunggu kejelasan saat rekor Wall Street berbanding kontras dengan beragam sinyal dari Asia

Pasar Asia menunjukkan pergerakan yang beragam pada hari Selasa. Indeks KOSPI Korea Selatan dan Nikkei 225 Jepang akhirnya ditutup melemah meskipun sebelumnya sempat terdorong oleh rally kuat di Wall Street semalam, dengan penutupan Dow Jones pada rekor tertinggi. Para investor terus memperdebatkan apakah investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan akan memberikan imbal hasil seperti yang diharapkan, sehingga meningkatkan volatilitas di sektor semikonduktor dan teknologi terkait.

KOSPI sempat melesat 2,1% tepat setelah pembukaan perdagangan, tetapi kemudian berbalik arah dan berakhir turun 1,1%, mencerminkan kebingungan pasar mengenai prospek perusahaan terkait AI. Sesi tersebut menunjukkan kegelisahan yang masih berlanjut terkait valuasi aset-aset semacam itu, mengingat kembali aksi jual tajam saham produsen chip pada Juli. Sementara itu, Samsung Electronics dan SK Hynix stabil setelah mencatat penurunan signifikan pada sesi sebelumnya.

Indeks acuan Taiwan mencatat kinerja terbaik hari itu, melesat 7,63% dan ditutup pada 43.093,09 poin. S&P/ASX 200 Australia naik 1,03% menjadi 9.111,9 poin, mendekati rekor tertingginya, didukung penguatan di sektor perbankan, layanan kesehatan, dan produsen litium. Hang Seng Hong Kong turun 0,5%, sementara Shanghai Composite hampir tidak berubah.

Nikkei 225 Jepang turun 0,8% di tengah kejatuhan kontrak berjangka obligasi, menyusul lelang obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang mencatat permintaan terlemah sejak Mei 2025, mendorong kenaikan imbal hasil dan memberikan tekanan pada indeks tersebut.

Latar belakang sesi Asia dibentuk oleh penguatan tajam di Wall Street semalam. Pada hari Senin indeks S&P 500 naik 1,5%, mendekati rekor tertingginya, sementara data manufaktur AS menunjukkan aktivitas bisnis pada bulan Juli tumbuh dengan laju tercepat dalam lebih dari empat tahun.

Saham Palantir Technologies melonjak 14% dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan menaikkan panduan pendapatan dan laba. Sementara itu, saham Amazon melemah dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul pengumuman Kepala Jeff Bezos menegnai rencana untuk menjual sebagian sahamnya, meskipun kapitalisasi pasar perusahaan sempat mencapai $3 triliun selama sesi perdagangan hari Senin.

Para pelaku pasar juga memantau pasar minyak, dengan stabilnya harga setelah penurunan tajam pada hari Senin ketika Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan terhadap Iran sebagai isyarat itikad baik, meskipun Teheran menolak setiap bentuk perundingan. Minyak mentah Brent sedikit menguat ke sekitar $84 per barel setelah sempat turun ke level terendah tiga minggu.

Perhatian para investor kini beralih ke laporan laba pertama SpaceX sebagai perusahaan publik pada hari Selasa dan ke data utama nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pada hari Jumat.

Menurut Billy Leung, senior investment strategist di Global X Management, para investor pada dasarnya menunggu data yang dapat memberikan arah lebih jelas mengenai suku bunga, alih-alih bereaksi terhadap retorika.