Pengujian level 157,87 terjadi ketika indikator MACD sudah bergerak cukup jauh di atas garis nol, sehingga membatasi potensi kelanjutan kenaikan pasangan ini.
Pada paruh kedua hari ini, para pelaku pasar akan memfokuskan perhatian pada serangkaian data ekonomi utama AS, termasuk PMI Jasa ISM, PMI Komposit, laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, serta pernyataan anggota FOMC Lisa Cook. Laporan ADP memberikan indikasi awal kondisi pasar tenaga kerja, sementara data PMI mencerminkan kecepatan aktivitas usaha. Kedua indikator tersebut memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Komentar Lisa Cook dapat semakin membentuk sentimen pasar. Yen Jepang mungkin bereaksi terhadap rilis data ini, tetapi hanya jika hasil aktual menyimpang secara signifikan dari prediksi para ekonom. Laporan yang lebih kuat daripada ekspektasi dapat mendorong USD/JPY menembus level tertinggi mingguan, sehingga membuka peluang terbentuknya tren naik jangka pendek yang baru, setidaknya sampai intervensi nilai tukar berikutnya yang mungkin dilakukan otoritas Jepang. Sebaliknya, data yang lebih lemah kemungkinan akan menekan dolar AS dan kembali meningkatkan permintaan terhadap yen.
Untuk strategi intraday, saya terutama akan mengandalkan penerapan Skenario #1 dan Skenario #2.
Skenario #1: Saya berencana untuk membeli USD/JPY jika harga mencapai level masuk di sekitar 157,87 (garis hijau di grafik), dengan target pergerakan menuju 158,22 (garis tebal hijau di grafik). Di sekitar 158,22, saya berencana untuk menutup posisi beli dan membuka posisi jual, dengan mengantisipasi koreksi turun sebesar 30–35 poin dari level tersebut. Kelanjutan kenaikan pada USD/JPY hari ini kemungkinan akan relatif terbatas. Penting: Sebelum membuka posisi beli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik.
Skenario #2: Saya juga berencana membeli USD/JPY jika level 157,67 diuji dua kali berturut-turut saat indikator MACD berada di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan USD/JPY dan dapat memicu pembalikan pasar menjadi bullish. Dalam kasus ini, pergerakan naik menuju 157,87 dan 158,22 dapat diantisipasi.
Sinyal JualSkenario #1: Saya berencana untuk menjual USD/JPY setelah harga menembus ke bawah level 157,67 (garis merah di grafik), yang seharusnya memicu penurunan tajam pada pasangan ini. Target penurunan utama bagi penjual terletak di 157,29, tempat saya berencana untuk menutup posisi jual dan segera membuka posisi beli, dengan mengantisipasi rebound ke atas sebesar 20–25 poin dari level tersebut. Tekanan jual pada pasangan ini kemungkinan akan kembali jika Bank of Japan melakukan intervensi di pasar valuta asing. Penting: Sebelum membuka posisi jual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun.
Skenario #2: Saya juga berencana menjual USD/JPY jika level 157,87 diuji dua kali berturut-turut saat indikator MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan USD/JPY dan dapat memicu pembalikan pasar menjadi bearish. Dalam kasus ini, penurunan menuju 157,67 dan 157,29 dapat diantisipasi.
Catatan: Trader forex pemula harus sangat berhati-hati saat masuk pasar. Secara umum, disarankan untuk tidak masuk pasar menjelang rilis data ekonomi penting guna menghindari pergerakan harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk tetap trading selama rilis berita, selalu gunakan order stop-loss untuk membatasi potensi kerugian. Tanpa order stop-loss, Anda berisiko kehilangan seluruh modal trading dengan sangat cepat, terutama jika Anda trading dengan ukuran posisi besar tanpa pengelolaan risiko yang tepat.
Terakhir, ingat bahwa trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Mengambil keputusan trading secara spontan hanya berdasarkan pergerakan pasar saat ini umumnya merupakan strategi yang merugikan bagi trader intraday.