Gambaran Umum GBP/USD pada 12 Agustus. Selat Terbuka, Tetapi Itu Belum Pasti

Pasangan mata uang GBP/USD juga tidak menunjukkan pergerakan berarti pada hari Selasa, dan latar belakang makroekonomi maupun fundamental kembali nyaris tidak ada. Alhasil, volatilitas kembali rendah, dan pasar terus mengabaikan semua pernyataan Donald Trump terkait geopolitik.

Pada hari Selasa, Presiden AS menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali Angkatan Laut AS dan sepenuhnya terbuka bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Pada saat yang sama, Iran tetap memberlakukan blokade di selat tersebut dan menuntut agar AS memenuhi sejumlah syarat. Maka muncul pertanyaan yang wajar: sebenarnya apa yang dimaksud Trump? Terbuka untuk siapa? Jika Iran kapan saja dapat menyerang kapal apa pun yang melintasi selat itu, bagaimana mungkin selat tersebut dianggap terbuka, apalagi aman?

Namun, pernyataan Trump justru merangkum esensi kebijakannya. Bukan situasi sebenarnya yang penting, melainkan apa yang Trump ucapkan. Jika Trump mengatakan selat itu terbuka, maka selat itu dianggap terbuka. Dan jika Iran menenggelamkan beberapa kapal di sana, maka Iran akan diposisikan sebagai pihak jahat yang sekali lagi melanggar syarat gencatan senjata. Pada kenyataannya, selat tersebut tetap terblokade, karena baru dapat disebut terbuka jika Iran secara terbuka mengumumkan bahwa lalu lintas melalui selat itu bebas. Sampai Teheran mengeluarkan pernyataan seperti itu, selat tersebut tetap berada di bawah blokade. Dan sama saja, besok Trump mungkin mengumumkan kemenangan AS atas Iran, penghancuran program nuklirnya, pembayaran kompensasi oleh Iran, atau apa pun yang ia kehendaki.

Faktanya tetap sama: konflik terus berlanjut, tetapi tidak ada pihak yang berniat berkompromi atau melakukan eskalasi. Karena tidak ada eskalasi, pasar tidak mempunyai alasan untuk membeli dolar. Karena selat tetap tertutup, harga minyak terus naik. Bahan bakar di AS kembali menjadi lebih mahal di tengah penurunan stok dan pasokan; akibatnya, inflasi pada Agustus mungkin kembali melonjak. Dalam kondisi normal, hal itu akan mendukung penguatan dolar di tengah kenaikan inflasi, hanya saja Federal Reserve tidak dapat menaikkan suku bunga karena lemahnya pasar tenaga kerja... Jadi, apakah selat itu terbuka atau tertutup, apakah inflasi tinggi atau rendah, saat ini tidak banyak berpengaruh bagi dolar.

Tentu saja, situasinya mungkin berubah kapan saja, sebagaimana terjadi sepanjang 2026. Jika inflasi melonjak ke tingkat yang sangat tinggi, The Fed mungkin memperketat kebijakan, meskipun pasar tenaga kerja lemah. Namun, untuk itu indeks harga konsumen terlebih dahulu harus mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Sejauh ini, kondisinya belum cukup buruk untuk memicu alarm. Dan Trump pada dasarnya menganggap bahwa inflasi saat ini cukup normal. Trump menunjuk Kevin Warsh. Oleh karena itu, kami memperkirakan bahwa mata uang Inggris akan terus menguat dalam jangka menengah karena masih bergerak dalam channel mendatar satu tahun pada timeframe harian dan terus bergerak menuju batas atas channel tersebut.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir sebesar 44 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini tergolong "rendah". Oleh karena itu, pada Rabu, 12 Agustus, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3458 dan 1,3548. Channel regresi linier bagian atas miring ke bawah, yang mengindikasikan tren menurun. Indikator CCI telah dua kali memasuki area overbought, yang dapat memicu koreksi menurun baru.

Level support terdekat:

S1 – 1,3489

S2 – 1,3428

S3 – 1,3367

Level resistance terdekat:

R1 – 1,3550

R2 – 1,3611

R3 – 1,3672

Rekomendasi Trading:

Pasangan mata uang GBP/USD masih mempertahankan tren naik. Kebijakan Trump akan terus memberi tekanan pada ekonomi AS, sehingga kami tidak mengantisipasi penguatan jangka panjang dari dolar AS. Tahun 2026 diperkirakan akan menjadi sangat positif bagi dolar karena faktor geopolitik, tetapi setiap dongeng pada akhirnya akan berakhir. Pada timeframe mingguan, masih terdapat fase mendatar di antara level 1,3150 dan 1,3780 dalam tren naik selama empat tahun, yang mengisyaratkan kelanjutan penguatan mata uang Inggris dalam jangka menengah. Posisi beli dengan target di 1,3548 dan 1,3550 dapat dipertimbangkan ketika harga berada di atas moving average. Harga yang berada di bawah garis moving average membuka peluang untuk transaksi jual, dengan target di 1,3428 dan 1,3367.

Penjelasan ilustrasi:Channel regresi linier membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke sisi yang sama, berarti tren saat ini kuat;Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) mendefinisikan kecenderungan jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini;Level Murray — level target untuk pergerakan dan koreksi;Level volatilitas (garis merah) — prediksi channel harga tempat pasangan ini kemungkinan akan diperdagangkan dalam 24 jam ke depan, berdasarkan indikator volatilitas saat ini;Indikator CCI — harga uang memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) menandakan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.