EUR/USD – Analisis dan Proyeksi Harga: Risiko Geopolitik Membatasi Potensi Kenaikan

Pasangan EUR/USD sedang terkonsolidasi menjelang level-level resistance kunci yang diwakili oleh EMA 200 hari dan SMA 100 hari, yang posisinya berdekatan satu sama lain, sembari tetap bergerak dalam rentang yang sudah familiar dan bertahan sepanjang pekan lalu. Para trader dengan cermat menunggu rilis data inflasi utama AS serta perkembangan lebih lanjut terkait krisis di Timur Tengah sebelum mengambil keputusan baru mengenai arah trading.

Hari ini, data US Consumer Price Index (CPI) dijadwalkan untuk dirilis, sementara Producer Price Index (PPI) akan dipublikasikan pada hari Kamis. Laporan-laporan ini berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai kebijakan masa depan US Federal Reserve (Fed). Data tersebut akan sangat memengaruhi permintaan jangka pendek terhadap dolar AS dan, pada akhirnya, pergerakan pasangan EUR/USD. Pada saat yang sama, kekhawatiran mengenai kenaikan inflasi yang didorong oleh kenaikan harga minyak meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed, yang mendukung dolar dan membatasi potensi kenaikan pasangan ini.

Pada hari Selasa, harga minyak mencapai level tertinggi dalam satu setengah minggu setelah Mojtaba Khamenei, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat memenuhi tuntutan Teheran.

Selain itu, pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, dengan menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi. Hal ini mendorong kenaikan harga minyak dan memperkuat dolar AS sebagai aset safe-haven.

Investor khawatir bahwa kenaikan harga energi dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi dan memaksa bank sentral utama, termasuk the Fed, untuk mengambil sikap yang lebih hawkish. Menurut FedWatch Tool milik CME Group, pelaku pasar memperkirakan kemungkinan besar bahwa bank sentral AS akan menaikkan biaya pinjaman pada akhir tahun ini. Ekspektasi tersebut terus mendukung kenaikan imbal hasil US Treasury, yang menguatkan posisi bullish dolar dan membatasi potensi kenaikan signifikan pada EUR/USD.

Dari perspektif teknikal, EUR/USD saat ini tertahan oleh simple moving average (SMA) 100 hari dan exponential moving average (EMA) 200 hari. Ini mengindikasikan bahwa upaya untuk bergerak lebih tinggi masih rentan selama level-level tersebut terus membatasi kenaikan lanjutan. Di sisi lain, support awal berada di EMA 9 hari, diikuti oleh EMA 14 hari di sekitar 1,1506, dengan level bulat 1,1500 berada tepat di bawahnya. Jika harga terus melemah menuju SMA 20 hari, pembeli berpeluang mencoba menstabilkan harga spot di level ini. Indikator osilator masih berada di wilayah positif, mengonfirmasi keunggulan kubu bullish di pasar.