Karena volatilitas pasar yang rendah, harga tidak mencapai level-level yang sudah saya tetapkan.
Pada paruh kedua hari ini, pasar menantikan rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, termasuk Producer Price Index, data inti yang mengecualikan makanan dan energi, serta klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, ditambah pidato dari anggota FOMC Beth Hammack dan Thomas Barkin. Bagi yen, penguatan dolar menjadi risiko tambahan pelemahan, karena semakin melebarkan perbedaan antara pendekatan hawkish The Fed dan sikap Bank of Japan yang jauh lebih berhati-hati. Perbedaan kebijakan ini belakangan menekan nilai mata uang Jepang, dan laporan Producer Price Index yang kuat bisa mendorong USD/JPY naik lebih tinggi, terutama jika nada hawkish Hammack memberi dukungan tambahan bagi dolar. Sebaliknya, data yang lemah akan membuka peluang bagi yen untuk merebut kembali sebagian posisi yang hilang.
Untuk strategi intraday, saya akan lebih mengandalkan penerapan Skenario #1 dan #2.
Skenario #1: Hari ini, saya berencana membeli USD/JPY ketika titik entri tercapai di sekitar 159,46 (garis hijau pada grafik), dengan target 159,76 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 159,76, saya akan menutup posisi beli dan membuka posisi jual berlawanan arah, menargetkan pergerakan 30–35 poin dari level tersebut. Pasangan tersebut diperkirakan bisa naik hari ini, tetapi potensi kenaikannya cukup terbatas. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari garis tersebut.
Skenario #2: Hari ini, saya juga berencana membeli USD/JPY jika harga menguji level 159,28 dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di zona oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan memicu pembalikan naik. Kenaikan menuju level berlawanan di 159,46 dan 159,76 dapat diharapkan.
Sinyal JualSkenario #1: Hari ini, saya berencana menjual USD/JPY setelah level 159,28 tembus (garis merah pada grafik), yang seharusnya memicu penurunan cepat pada pasangan. Target utama penjual akan berada di 159,00, di mana saya akan menutup posisi jual dan segera membuka posisi beli berlawanan arah, menargetkan pergerakan 20–25 poin dari level tersebut. Tekanan turun pada pasangan akan kembali jika bank sentral melakukan intervensi. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari garis tersebut.
Skenario #2: Hari ini, saya juga berencana menjual USD/JPY jika harga menguji level 159,46 dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di zona overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan ini dan memicu pembalikan turun. Penurunan menuju level berlawanan di 159,28 dan 159,00 dapat diharapkan.
Apa yang Ditampilkan di GrafikGaris hijau tipis – harga masuk di mana instrumen trading dapat dibeli;Garis hijau tebal – perkiraan harga di mana Take Profit dapat ditempatkan atau profit dapat diambil secara manual, karena kenaikan lebih lanjut di atas level ini kecil kemungkinannya;Garis merah tipis – harga masuk di mana instrumen trading dapat dijual;Garis merah tebal – perkiraan harga di mana Take Profit dapat ditempatkan atau profit dapat diambil secara manual, karena penurunan lebih lanjut di bawah level ini kecil kemungkinannya;Indikator MACD. Saat masuk pasar, penting untuk memperhitungkan zona overbought dan oversold.Penting. Trader Forex pemula harus sangat berhati-hati saat mengambil keputusan untuk masuk pasar. Menjelang rilis laporan fundamental penting, sebaiknya tetap berada di luar pasar agar tidak terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa stop order, Anda bisa kehilangan seluruh akun trading Anda dengan sangat cepat, terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen risiko yang tepat dan trading dengan volume besar.
Dan ingat bahwa trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang disajikan di atas. Mengambil keputusan trading secara spontan berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.