Gencatan Senjata Resmi Berakhir

17 Agustus menandai berakhirnya masa berlaku Nota Kesepahaman antara AS dan Iran. Semua pelaku pasar sama‑sama menyadari bahwa dokumen ini sudah lama kehilangan maknanya karena kedua pihak dalam konflik tersebut telah berkali‑kali melanggarnya. Namun, hingga 17 Agustus, Teheran dan Washington masih dapat menahan agresi militer mereka dengan berpegang pada perjanjian ini; setelah tanggal tersebut, tidak ada lagi yang mengekang mereka. Meski demikian, baik Teheran maupun Washington tidak bernafsu untuk melanjutkan perang. Iran memahami bahwa saat ini inisiatif ada di tangannya, sementara Donald Trump menyadari bahwa setiap eskalasi baru hanya akan semakin mengurangi peluang Partai Republik dalam pemilihan anggota Kongres mendatang. Karena itu, untuk saat ini tidak ada pihak yang berminat melanjutkan perang.

Seperti yang sudah berkali‑kali saya sampaikan, solusi terbaik bagi semua pihak adalah "membekukan" situasi. Faktanya, konflik ini memang sudah dalam keadaan beku. Trump minggu lalu menyatakan bahwa ia memilih strategi "wait and see". Dan Presiden berniat untuk menunggu sampai terjadi kejatuhan ekonomi di Iran. Perlu diingat bahwa posisi ini sangat menguntungkan bagi Trump. Semua orang di dunia paham bahwa tidak akan ada kejatuhan ekonomi di Iran. Negara itu telah berhasil bertahan dalam kondisi yang paling sulit, sebagaimana terbukti selama 50 tahun terakhir. Namun, bagi Trump, penjelasan ini menjadi alasan yang dapat diterima mengapa AS tidak meningkatkan tekanan terhadap Iran, sambil tetap terlihat terlibat dalam konflik. Konfrontasi berlanjut, tetapi kini Washington memilih jalur tekanan ekonomi.

Selain itu, perlu juga diingat bahwa Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz, tetapi kesepakatan ini praktis tidak memiliki arti nyata. AS tetap memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan‑pelabuhan Iran, sehingga Iran dan Oman mungkin membuka selat tersebut selebar yang mereka mau; selat itu tetap akan terblokir. Menariknya, Trump minggu lalu menyatakan bahwa Selat Hormuz bukan lagi sekadar "sepenuhnya aman dan berada di bawah kendali Angkatan Laut AS," tetapi "segera akan menjadi milik AS." Saya tidak yakin seberapa tepat pernyataan ini, tetapi yang jelas AS tidak berencana untuk meninggalkan Teluk Persia.

Berdasarkan semua hal di atas, saya menilai probabilitas konflik kembali berlanjut sekarang sama rendahnya dengan probabilitas gencatan senjata penuh dan dimulainya kembali perundingan. Artinya, praktis mendekati nol. Trump perlu bersiap untuk menghadapi pemilu sambil pada saat yang sama memastikan bahwa Federal Reserve tidak mulai memperketat kebijakan moneter. Ketiadaan ketegangan geopolitik dan lemahnya prospek kenaikan suku bunga dapat terus memberikan tekanan menurun pada mata uang AS.

Gambaran Gelombang untuk EUR/USD:

Berdasarkan analisis EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam segmen tren naik dan diduga telah beralih ke satu set gelombang naik yang baru dalam jangka pendek. Menurut saya, saat ini adalah waktu yang sangat baik untuk membentuk posisi beli (long). Gelombang 5 dalam C terpotong. Jika segmen tren menurun yang dimulai pada 28 Januari tidak berkembang menjadi bentuk lima gelombang lebih panjang (yang membutuhkan latar belakang berita kuat dan menguntungkan bagi dolar), maka instrumen EUR/USD saat ini berada di awal sebuah tren naik baru yang panjang, dengan target yang tersebar hingga ke area 1,25.

Gambaran Gelombang untuk GBP/USD:

Gambaran gelombang pada instrumen GBP/USD kini telah menunjukkan bentuk yang sepenuhnya mudah dipahami. Sekarang kami melihat struktur korektif A-B-C yang jelas pada grafik, dan struktur ini sudah selesai. Oleh karena itu, saya memperkirakan pembentukan satu set gelombang naik yang bersifat impulsif dan bertepatan dengan struktur impulsif pada instrumen EUR/USD. Jika demikian, pound saat ini berada pada gelombang ketiga, dan target untuk seluruh segmen tren berada di atas area 1,39. Dalam beberapa bulan mendatang, saya hanya mempertimbangkan tradign ke arah atas.

Prinsip Utama Analisis Saya:Struktur gelombang sebaiknya sederhana dan mudah dipahami. Struktur yang kompleks sulit untuk diperdagangkan dan sering mengalami perubahan.Jika tidak ada kepastian mengenai apa yang terjadi di pasar, lebih baik jangan masuk ke pasar.Tidak pernah ada kepastian 100% terkait arah pergerakan. Jangan lupa untuk menggunakan order protektif, seperti stop-loss.Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.