Emas Melonjak 3,8% ke $4.499 — Tertinggi Sejak Awal Juni

Emas naik 3,6 persen menjadi $4.490,94 per ounce, sempat menguat hingga 3,8 persen dan menembus $4.499, level tertinggi sejak 4 Juni. Perak naik 4 persen, dengan platinum dan paladium juga menguat.

Pemicu lonjakan tersebut adalah keputusan tak terduga dari US Treasury untuk meningkatkan pembelian kembali utang pemerintah jangka panjang. Hanya dua minggu setelah menerbitkan jadwal buyback yang direncanakan untuk kuartal ini, departemen tersebut mengumumkan bahwa mereka akan setidaknya menggandakan ukuran operasi buyback untuk mendukung likuiditas surat berharga di segmen berjangka sepuluh hingga tiga puluh tahun. Ini memberi sinyal bahwa AS ingin menurunkan biaya pinjaman setelah imbal hasil mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Lonjakan pada obligasi 30 tahun menekan imbal hasil turun, dan dolar melemah, sehingga memberikan dukungan kuat bagi logam mulia tersebut.

Namun, penting untuk dipahami bahwa meskipun peningkatan buyback Treasury ini sangat kecil dibandingkan dengan total utang federal sekitar $40 triliun, langkah itu sendiri menandakan adanya dukungan resmi yang lebih besar terhadap pasar Treasury dan pada akhirnya pelonggaran kondisi keuangan, dan kombinasi seperti ini bersifat positif bagi emas.

Emas juga diuntungkan dari potensi tekanan terhadap dolar. Pelaku pasar logam mulia kemungkinan akan lebih mencermati langkah-langkah berikutnya yang ditujukan untuk mendukung pasar Treasury, dan semakin banyak langkah tersebut dipersepsikan sebagai upaya yang mendistorsi pembentukan harga di pasar utang, semakin besar pula potensi pelemahan dolar, yang pada gilirannya mendukung emas. Dengan kata lain, setiap intervensi Treasury yang baru akan bekerja menguntungkan logam ini melalui saluran nilai tukar.

Kendati demikian, ada dua faktor yang dapat membatasi kenaikan lebih lanjut. Memudarnya prospek tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran dapat mempertahankan harga energi di level tinggi, sehingga menjaga tekanan inflasi. Selain itu, risalah rapat Federal Reserve bulan Juli yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa lebih banyak anggota FOMC yang mendukung kenaikan suku bunga bulan lalu dibandingkan tiga orang yang secara resmi memberikan suara menentangnya, sementara anggota lain mengindikasikan bahwa mereka mungkin akan mendukung pengetatan jika inflasi tidak mulai membaik. Suku bunga yang lebih tinggi secara tradisional berdampak negatif bagi logam yang tidak memberikan imbal hasil.

Melihat kondisi teknikal emas saat ini, pembeli perlu merebut kembali level resistance terdekat di $4.546. Hal ini akan membuka peluang bagi mereka untuk menargetkan $4.607, di atas level tersebut penembusan lebih lanjut akan cukup menantang. Target tertinggi berada di kisaran $4.656. Jika emas terkoreksi turun, pihak bearish akan berupaya mengambil alih level $4.481. Jika berhasil, penembusan area ini akan menjadi pukulan serius bagi posisi bullish dan dapat mendorong emas turun ke area $4.432 dengan potensi berlanjut menuju $4.372.