Pasangan EUR/USD melanjutkan pergerakan naik yang dimulai setelah dua sapuan likuiditas yang ditandai dengan garis merah pada grafik. Imbalance 17 sempat menahan laju kenaikan bulls untuk waktu yang cukup lama, namun kini sudah sepenuhnya tidak lagi valid. Dua imbalance baru — 20 dan 21 — juga terbentuk minggu ini. Keduanya bersifat bullish. Keduanya berpotensi menghasilkan sinyal beli baru di masa mendatang. Sayangnya, harga gagal membentuk sinyal sebelum kembali melanjutkan kenaikan berikutnya. Meski demikian, sekarang dapat dianggap bahwa impuls bearish telah berakhir dan bulls akan menjadi kekuatan dominan ke depan.
Menurut saya, latar belakang fundamental masih sepenuhnya mendukung bulls. Pertama, terlihat jelas pada grafik mana pun bahwa mata uang Eropa memulai kenaikannya dari level yang relatif rendah dibandingkan dengan harga rata-ratanya selama setahun terakhir. Kedua, pasar tidak lagi mengantisipasi pengetatan kebijakan moneter FOMC pada bulan September. Ketiga, pasar mulai meragukan apakah The Fed di bawah Kevin Warsh mampu melakukan pengetatan kebijakan moneter sama sekali. Keempat, data ekonomi AS belakangan ini mengecewakan di hampir semua sektor. Kelima, faktor geopolitik tidak lagi mendukung bears maupun dolar. Keenam, ECB mungkin akan kembali melakukan pengetatan kebijakan moneter pada musim gugur ini. Ketujuh, U.S. Treasury memutuskan untuk meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang, sehingga mengurangi permintaan terhadap dolar. Dengan demikian, saya tidak melihat alasan bagi kelanjutan pergerakan bearish.
Seperti yang sudah saya peringatkan dalam beberapa minggu terakhir, jika pasar tenaga kerja kembali menunjukkan hasil yang lemah, hal ini akan menjadi alasan yang cukup kuat bagi The Fed untuk menahan diri dari kenaikan suku bunga. Perlu dicatat, penurunan dolar yang terbaru dimulai tepat setelah rilis laporan Nonfarm Payrolls terakhir. Awalnya, penurunannya bertahap, seolah-olah pasar belum yakin dengan arah pergerakan. Namun tekanan bullish meningkat dari hari ke hari. Perhatikan baik-baik grafiknya: sejak 28 Juli, harga hampir secara eksklusif bergerak naik, dengan koreksi yang nyaris tidak terlihat. Saat ini, bears berada dalam posisi yang sangat lemah.
Perlu diingat bahwa ekspektasi pasar terkait kebijakan moneter The Fed selalu hanya sekadar ekspektasi dan dapat berubah seiring perkembangan geopolitik atau data ekonomi. Pasar dapat mengantisipasi pelonggaran atau pengetatan dan memasukkan ekspektasi tersebut ke dalam harga, seperti yang kita lihat pada periode 17–24 Juni. Namun ini tidak berarti ekspektasi tersebut pasti akan terwujud. Data terbaru pasar tenaga kerja AS menunjukkan angka yang lemah, inflasi melambat, dan pertumbuhan PDB menurun. Ketiga faktor ini memicu keraguan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga FOMC bukan hanya pada bulan September, tetapi juga dalam waktu dekat. Menurut saya, satu-satunya peluang bears saat ini terletak pada eskalasi baru di Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz yang berkepanjangan. Namun Donald Trump tidak condong pada eskalasi. Ia sekarang ingin menguras tenaga Iran secara perlahan.
Gambaran pada grafik saat ini mengisyaratkan probabilitas yang sangat tinggi bagi kelanjutan impuls bullish. Imbalance bearish 17 sudah diselesaikan, reaksi terhadapnya lemah, dan pola ini kini tidak lagi valid. Imbalance bullish 19 masih belum tersentuh. Imbalance bullish baru 20 juga gagal memberikan sinyal beli kepada trader. Imbalance bullish lain, 21, telah terbentuk. Untuk saat ini, posisi dan prospek bulls jauh lebih kuat daripada bears.
Latar belakang ekonomi kembali mendukung bulls pada hari Jumat. Data hari ini memang bukan yang paling penting, tetapi tiga dari empat indeks aktivitas bisnis untuk Jerman dan Uni Eropa, tidak termasuk indeks komposit, dirilis di atas ekspektasi pasar. Dengan demikian, euro tetap memperoleh dukungan, meski terbatas, bahkan di hari terakhir pekan. Dan pekan ini ternyata menjadi pekan yang sangat berhasil bagi euro.
Bulls masih memiliki sangat banyak alasan untuk menyerang pada tahun 2026, dan bahkan pecahnya perang di Timur Tengah pun belum mengurangi jumlah alasan tersebut. Secara struktural dan global, kebijakan Trump yang tahun lalu menyebabkan penurunan signifikan pada dolar belum berubah. Untuk saat ini, saya tidak melihat faktor serius yang mendukung mata uang AS, meski FOMC secara formal masih bersikap hawkish. Faktor geopolitik yang mendukung permintaan terhadap mata uang AS selama sebagian besar paruh pertama 2026 kini sudah tidak lagi berfungsi. Konflik di Timur Tengah memang belum terselesaikan, tetapi saat ini tidak ada aksi militer baru baik dari Iran maupun Amerika Serikat.
Kalender ekonomi AS dan UE:Pada 24 Agustus, kalender ekonomi tidak memuat peristiwa penting. Latar belakang ekonomi tidak akan memengaruhi sentimen pasar pada hari Senin.
Perkiraan dan Saran Trading EUR/USD:Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish. Latar belakang fundamental memang berbalik tajam menguntungkan bears enam bulan lalu, tetapi tren tersebut belum dapat dianggap batal atau selesai. Dengan demikian, bulls masih sangat mungkin melanjutkan kenaikan setelah dua sapuan likuiditas dari titik rendah yang jelas. Untuk saat ini, trader bullish memiliki dukungan berupa imbalance 20 dan 21. Sinyal beli baru memang belum terbentuk (sayangnya), namun berpeluang muncul minggu depan. Saya melihat 1,1797 dan 1,1850 sebagai target kenaikan bagi mata uang Eropa.