Pengujian harga di 158,71 bertepatan dengan momen ketika indikator MACD baru mulai bergerak naik dari level nol, sehingga mengonfirmasi titik masuk yang tepat untuk membeli dolar. Alhasil, pasangan ini naik hingga ke level target 159,02.
Dolar menguat pada hari Jumat setelah rilis laporan aktivitas bisnis yang kuat, dengan kenaikan PMI gabungan ke 56,0, level tertinggi dalam 52 bulan, sementara sektor jasa mencapai level tertinggi dalam 20 bulan. Menurut S&P Global, hal ini menunjukkan percepatan pertumbuhan PDB hingga sekitar 3,0% per tahun pada kuartal ketiga, yang meningkatkan ekspektasi terhadap sikap hawkish Federal Reserve dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga memberikan dukungan bagi dolar. Bagi yen, penguatan dolar memberikan tekanan karena memperlebar kesenjangan antara The Fed dan Bank of Japan yang jauh lebih berhati-hati; perbedaan ini secara tradisional melemahkan mata uang Jepang. Dengan latar belakang PMI yang kuat, pasangan USD/JPY memang memiliki alasan untuk menguat, meski kontradiksi di dalam laporan tersebut membatasi lajunya.
Untuk strategi intraday, saya terutama akan mengandalkan penerapan skenario No. 1 dan No. 2.
Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana untuk membeli USD/JPY pada titik masuk di sekitar 159,05 (garis hijau pada grafik), dengan target kenaikan hingga 159,51 (garis tebal hijau pada grafik). Di 159,51, saya berencana untuk menutup posisi beli dan langsung membuka posisi jual berlawanan arah, dengan ekspektasi pergerakan 30–35 pip dari titik masuk. Waktu terbaik untuk kembali membeli pasangan ini adalah saat koreksi dan penurunan signifikan USD/JPY. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana untuk membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada level 158,82, dengan indikator MACD di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan USD/JPY dan memicu reversal naik di pasar. Kenaikan dapat diantisipasi menuju level berlawanan di 159,05 dan 159,51.
Skenario PenjualanSkenario No. 1: Saya berencana untuk menjual USD/JPY hari ini hanya setelah terbentuk breakout di bawah 158,82 (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama penjual akan berada di 158,48, tempat saya berencana untuk menutup posisi jual dan membuka posisi beli berlawanan arah (dengan ekspektasi pergerakan naik kembali sebesar 20–25 pip dari level tersebut). Penjual dapat kembali kapan saja; mereka hanya membutuhkan sedikit sinyal dari bank sentral. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana untuk menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian berturut-turut pada 159,05, sementara indikator MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan USD/JPY dan memicu reversal turun di pasar. Penurunan dapat diantisipasi menuju level berlawanan di 158,82 dan 158,48.
Catatan: Trader forex pemula perlu mengambil keputusan masuk dengan sangat hati-hati. Menjelang rilis laporan fundamental utama, sebaiknya tetap di luar pasar untuk menghindari fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa menempatkan stop order, Anda dapat dengan cepat kehilangan seluruh deposit Anda, terutama jika Anda melakukan trading dengan volume besar dan tidak menerapkan pengelolaan modal dengan tepat.
Dan ingat, trading yang sukses membutuhkan rencana trading yang jelas, seperti yang telah diuraikan di atas. Mengambil keputusan trading secara spontan hanya berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya merupakan strategi yang merugikan bagi trader intraday.