Hari ini, Selasa, GBP/USD masih bergerak sideways dalam fase konsolidasi, diperdagangkan di bawah level 1,3660. Dolar AS berupaya melanjutkan pemulihan moderatnya setelah menyentuh level terendah sejak 14 Mei, sehingga menekan pasangan mata uang ini. Namun demikian, tidak adanya tekanan jual lanjutan pada GBP/USD memberi sinyal kepada para trader bahwa pasangan ini sedang mengalami konsolidasi.
Di tengah krisis di Timur Tengah, Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Senin menyatakan bahwa Amerika Serikat meluncurkan kampanye untuk mengisolasi Iran secara ekonomi, serta memperingatkan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran berisiko menghadapi sanksi AS. Menanggapi pernyataan tersebut, Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan bahwa Republik Islam akan sepenuhnya menghentikan ekspor minyak melalui Selat Hormuz jika perang ekonomi terus berlanjut.
Meski demikian, para trader tetap berhati-hati dan menghindari pembentukan posisi bullish agresif pada dolar AS, memilih untuk menunggu sinyal tambahan mengenai arah kebijakan moneter Fed ke depan. Dalam konteks ini, perhatian perlu diarahkan pada rilis Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE) pada hari Rabu, serta pidato Ketua Fed Kevin Warsh di simposium tahunan di Jackson Hole pada hari Jumat. Perkembangan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap nilai tukar dolar dan menjadi pemicu momentum baru bagi GBP/USD.
Dari sudut pandang teknikal, GBP/USD masih mempertahankan tren positif jangka pendek, diperdagangkan di atas simple moving average (SMA) 200 hari. Namun, konfirmasi tren positif dan peluang kenaikan lanjutan membutuhkan breakout di atas level resistance 1,3660–1,3667, yang merupakan level tertinggi bulanan. Support terdekat berada di 1,3618, disusul level psikologis 1,3600. Indikator oscillator berada di area positif, mengonfirmasi dominasi pembeli di pasar. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada dekat zona overbought, yang mengindikasikan konsolidasi bullish.
Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan dolar AS terhadap mata uang utama sepanjang pekan ini, dengan dolar mencatat penguatan terbesar terhadap yen Jepang.