Pasar tetap stabil

Di mana tipis, di situ mudah robek. Saat ini ada titik-titik rapuh di beberapa area: pasar obligasi global berada di ambang keruntuhan, dengan imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun melampaui 3% untuk pertama kalinya sejak 1996, dan obligasi Inggris tenor 30 tahun mencapai level tertingginya sejak 1998. Jerman dan Prancis secara bersamaan juga menyentuh puncak baru imbal hasil jangka panjang mereka. Faktor pemersatu dalam peningkatan ini adalah inflasi energi, yang didorong oleh gelombang baru serangan AS terhadap target di Iran dan aksi balasan Teheran.

Kenaikan imbal hasil Treasury memengaruhi saham bukan secara abstrak, melainkan sangat mekanis. Laba perusahaan di masa depan didiskontokan ke dalam nilai dolar hari ini, dan dampak ini sangat sensitif bagi sektor teknologi, yang sangat bergantung pada ekspektasi keuntungan di masa depan yang jauh. Obligasi dan saham bersaing memperebutkan dolar investor yang sama. Semakin tinggi imbal hasil utang pemerintah yang dianggap "aman", semakin sulit bagi aset berisiko untuk membenarkan tempatnya dalam sebuah portofolio. Utang korporasi juga menjadi lebih mahal, begitu pula belanja modal perusahaan.

Dinamika aktivitas manufaktur AS

Namun, indeks ketakutan Wall Street, VIX, tetap stabil di kisaran 16. Level ini biasanya tidak dikaitkan dengan kondisi pasar yang tertekan. Menurut LPL Financial, kinerja laba yang kuat dan prospek AI terus menjadi penopang harga saham. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa saat ini pasar lebih banyak mengalami rotasi antar sektor ketimbang arus keluar modal secara besar-besaran, dan bahwa baik imbal hasil obligasi maupun harga minyak kemungkinan tidak akan melonjak jauh lebih tinggi lagi. Sementara itu, perekonomian tidak menunjukkan tanda-tanda akan melemah: ISM Purchasing Managers' Index untuk Agustus tercatat di level 54,6, turun dari 55,6 pada Juli. Aktivitas manufaktur memang melambat, tetapi belum terhenti, sementara ledakan pembangunan data center terus mengimbangi kelemahan di pasar perumahan.

Secara historis, September tidak memaafkan saham yang bersikap terlalu santai. Dalam tiga dekade terakhir, S&P 500 rata-rata mencatat penurunan 0,8% pada bulan ini, sementara pada sebelas bulan lainnya rata-rata menguat 0,9%. Faktor tambahan yang membebani adalah pemilu paruh waktu dan meningkatnya kecemasan terkait belanja modal untuk AI. Wells Fargo sudah menyerukan sikap hati-hati secara luas, meskipun indikator sentimen internal perusahaan tersebut masih cenderung positif ketimbang negatif. Citadel Securities dan JP Morgan tidak memproyeksikan pembalikan tren pasar, melainkan hanya penyesuaian taktis. Pandangan jangka panjang mereka terhadap saham-saham AS tetap konstruktif.

Dinamika musiman indeks saham

Dengan demikian, pasar sedang berupaya mempertahankan posisi di dua front: kenaikan imbal hasil Treasury dan kelemahan musiman, dengan mengandalkan kekuatan laporan laba sebagai lini pertahanan terakhir. Akankah pertahanan ini mampu bertahan menghadapi tekanan di bulan September?

Secara teknikal, grafik harian S&P 500 menunjukkan telah terpicunya pola pembalikan 1-2-3. Namun, terbentuknya candlestick doji pada saat menembus level terendah lokal memberikan harapan bagi kubu bullish. Kenaikan di atas fair value 7.680 akan menjadi alasan untuk kembali melakukan pembelian.