Pasangan EUR/USD menunjukkan volatilitas yang sedikit lebih tinggi pada hari Kamis dibandingkan yang belakangan ini biasa dirasakan para trader, tetapi masih belum dapat dikatakan tinggi. Respons pasar terhadap pertemuan Bank Sentral Eropa tetap datar, seperti yang sudah kami peringatkan kemarin. Keputusan ECB telah diketahui pasar beberapa minggu sebelumnya, sehingga tidak ada kejutan nyata. Bandingkan saja perdebatan seputar pertemuan Federal Reserve berikutnya dengan ekspektasi terhadap pertemuan ECB — sejak awal arah ECB sudah jelas. Jadi, meskipun dalam beberapa minggu terakhir kami tidak melihat rally euro yang meyakinkan, dapat dikatakan pasar sudah lebih dulu memasukkan pengetatan ECB ke dalam harga — atau setidaknya mengabaikannya.
Ketika pasar sudah lebih dulu memasukkan suatu peristiwa ke dalam harga, biasanya hal itu terlihat pada grafik dan pergerakan harga. Jika para trader sedang memperhitungkan pengetatan Fed dalam harga dan dolar mulai menguat tiba‑tiba satu atau dua minggu sebelum keputusan terkait diumumkan, tidak diragukan lagi pasar sudah mulai memperhitungkannya. Dalam kasus kita, mata uang Eropa ini hampir tidak menunjukkan penguatan, dan pada hari Kamis pasar pada dasarnya mengabaikan hasil pertemuan ECB. Dari sini kami menyimpulkan bahwa para trader tidak memberi perhatian pada ECB dan hanya berfokus pada kebijakan Fed.
Jika demikian, hanya ada satu kesimpulan — yang sebelumnya juga sudah kami sampaikan. Saat ini para trader hampir sepenuhnya berfokus pada kebijakan Fed. Pasar mengabaikan perang dagang skala penuh antara Kanada dan AS dan mengabaikan fakta bahwa ECB telah dua kali menaikkan suku bunga utama pada 2026. Pasar menunggu pengetatan Fed, dan tidak ada yang akan mengubah fokus itu — kecuali Fed sendiri.
Jadi sekarang kami harus menunggu pertemuan Fed, yang berpotensi menghadirkan kejutan. Jika Fed mempertahankan level suku bunga, ekspektasi pasar terhadap pengetatan akan terbukti tidak beralasan setelah lebih dulu membeli dolar. Dalam skenario ini, mata uang AS akan mulai melemah secara alami. Jika Fed menaikkan suku bunga, pasar sudah memperhitungkan langkah tersebut dalam harga. Dalam kasus ini pun, dolar akan melemah.
Dalam praktiknya, logikanya akan lebih kompleks, dan bahkan dengan pengetatan Fed, kami belum tentu akan melihat penguatan dolar yang bertahan lama. Rilis CPI AS hari ini akan memberikan petunjuk kepada para trader mengenai kemungkinan jalur kebijakan Fed; hanya data inflasi Agustus sangat tinggi yang dapat memberikan dukungan berarti bagi dolar. Sementara itu, dari sudut pandang teknikal, euro telah berada dalam fase koreksi sejak 21 Agustus, dan koreksi tersebut masih berlanjut.
Volatilitas rata-rata EUR/USD selama 5 hari perdagangan terakhir per 11 September sebesar 38 pip — tergolong "rendah." Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1584 hingga 1,1660 pada hari Jumat. Channel regresi linear utama mengarah ke atas, mengindikasikan tren naik. CCI telah masuk ke area oversold, yang mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya fase koreksi.
Level support terdekat:S1 – 1,1597
S2 – 1,1536
S3 – 1,1475
Level resistance terdekat:R1 – 1,1658
R2 – 1,1719
R3 – 1,1780
Rekomendasi trading:EUR/USD masih berada dalam tren naik pada time frame empat jam, yang mungkin menjadi awal dari fase baru tren naik global pada time frame lebih panjang. Latar belakang fundamental global untuk dolar secara keseluruhan masih negatif. Namun, pada 2026, faktor geopolitik dan sikap hawkish The Fed memberikan dukungan kuat bagi mata uang AS—faktor-faktor yang sekarang sudah tidak lagi menopang dolar. Jika harga berada di bawah moving average, pertimbangkan posisi short dalam konteks koreksi dengan target di 1,1597 dan 1,1584. Jika harga berada di atas moving average, posisi long tetap relevan dengan target di 1,1658 dan 1,1660.
Penjelasan ilustrasi:Channel regresi membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke sisi yang sama, berarti tren saat ini kuat;
Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) mendefinisikan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi harga;
Level volatilitas (garis merah) menunjukkan perkiraan channel harga tempat pasangan ini kemungkinan bergerak dalam 24 jam ke depan berdasarkan indikator volatilitas saat ini;
Indikator CCI – masuknya harga ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.