Gambaran Umum GBP/USD. 14 September. Seperti Apa Inflasi AS?

Pada hari Jumat, pasangan mata uang GBP/USD kembali bergerak seolah-olah "sekadar memenuhi kewajiban". Sepanjang hari, harga hanya bergerak 52 pip, yang sangat kecil mengingat publikasi laporan inflasi yang bahkan lebih dinanti pasar daripada pertemuan Bank Sentral Eropa. Sekilas melihat grafik, Anda bahkan tidak akan menyadari bahwa ada laporan penting yang dirilis pada hari Jumat. Tidak ada perubahan harga yang berarti, tidak ada lonjakan atau kejatuhan tajam. Perlu diingat juga bahwa reaksi terhadap Nonfarm Payrolls Jumat lalu tergolong lemah, dan reaksi terhadap NFP tahunan di Jumat sebelumnya juga lemah. Terakhir kali pasar benar-benar bergerak signifikan adalah pada 19 Agustus, ketika Departemen Keuangan AS mengumumkan keputusan untuk meningkatkan pembelian obligasi di pasar terbuka guna menurunkan imbal hasil. Seperti halnya keputusan-keputusan lain dari pemerintahan AS saat ini, hasilnya justru berlawanan. Sejak saat itu, imbal hasil tenor sepuluh tahun kembali naik 5% dan imbal hasil tenor 30 tahun naik 1%. Jadi, bahkan jika Departemen Keuangan AS membeli kembali obligasinya sendiri dalam jumlah puluhan atau ratusan miliar dolar setiap bulan, yang semakin menenggelamkan negara dalam utang, para investor tetap tidak akan lebih berminat membeli obligasi pemerintah ataupun bersedia menerima imbal hasil yang lebih rendah.

Kembali ke "laporan minggu lalu". Inflasi AS untuk Agustus tetap sebesar 3,4%. Inflasi inti turun ke 2,4%, dan pasar mungkin kurang memberi bobot pada data inflasi inti ini. Level inflasi headline saat ini sesungguhnya mengisyaratkan perlunya pengetatan kebijakan moneter jika Federal Reserve benar-benar ingin menahannya, bukan hanya melalui retorika. Lebih jauh lagi, indeks harga produsen bulan Agustus mengindikasikan bahwa inflasi sangat mungkin akan meningkat pada September. Harga minyak, bahan bakar, dan gas saat ini juga mengarah pada kenaikan inflasi. Dengan demikian, tingkat harga konsumen saat ini sudah tinggi dan besar kemungkinan akan kembali naik pada September. Apakah itu berarti The Fed tidak punya pilihan selain menaikkan suku bunga acuan?

Menurut pandangan kami, tidak. Pertama, inflasi tidak naik pada Agustus, dan apa yang akan terjadi pada September baru akan terlihat pada September. Mengapa Kevin Warsh dan koleganya harus terburu-buru jika sebelumnya mereka tidak melihat alasan untuk memperketat kebijakan, dan beberapa anggota FOMC justru membahas kelanjutan proses disinflasi? Jika inflasi tidak naik, artinya tekanan inflasi mereda. Lalu untuk apa menaikkan suku bunga? The Fed mungkin memperketat kebijakan pada musim panas, tetapi tidak melakukannya. Mengapa harus bertindak pada September?

Kedua, The Fed dapat mengalihkan fokus pasar dari inflasi headline ke inflasi inti dan menjadikannya sebagai indikator utama. Inflasi inti hanya berada di 2,4% dan tidak naik. Hal ini membuat pengetatan moneter semakin sulit dibenarkan. Ingat bahwa kenaikan suku bunga merupakan tekanan bagi perekonomian, laju pertumbuhan, serta pasar tenaga kerja. Dan pasar tenaga kerja AS sendiri sudah "bernapas tersengal-sengal" setidaknya selama satu setengah tahun terakhir.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir sebesar 49 pip. Untuk pound/dollar, nilai ini tergolong "rendah". Oleh karena itu, pada hari Senin, 14 September, kami memperkirakan terbentuk pergerakan di dalam rentang yang dibatasi oleh 1,3477 dan 1,3575. Channel regresi linear yang lebih tinggi telah berbalik naik, mengindikasikan tren naik. CCI telah memasuki area oversold, yang mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya koreksi.

Level support terdekat:

S1 – 1,3489

S2 – 1,3428

S3 – 1,3367

Level resistance terdekat:

R1 – 1,3550

R2 – 1,3611

R3 – 1,3672

Rekomendasi trading:

Pasangan GBP/USD mempertahankan tren naik. Kebijakan Donald Trump akan terus membebani perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan jangka panjang dolar AS. Tahun 2026 sejauh ini positif bagi dolar karena faktor geopolitik, tetapi setiap cerita pada akhirnya akan berakhir. Pada time frame mingguan, masih terlihat fase mendatar antara 1,3150 dan 1,3780 di dalam tren naik empat tahunan, yang mendukung ekspektasi kenaikan pound berlanjut dalam jangka menengah. Pertimbangkan posisi beli dengan target di 1,3575 dan 1,3611 selama harga berada di atas moving average. Harga yang bergerak di bawah moving average akan membenarkan posisi jual, dengan target di 1,3489 dan 1,3477.

Penjelasan Ilustrasi:

Channel regresi membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya bergerak ke satu arah, berarti tren saat ini kuat;

Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) mendefinisikan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini;

Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;

Level volatilitas (garis merah) adalah perkiraan channel harga tempat pasangan ini kemungkinan akan bergerak dalam 24 jam ke depan berdasarkan indikator volatilitas saat ini;

Indikator CCI – masuknya harga ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.