EUR/USD – Analisis Smart Money: Bull Telah Kehilangan Inisiatif

Pasangan EUR/USD turun tajam, kehilangan sekitar 100 poin dalam tiga hari terakhir. Menariknya, pelemahan mata uang Eropa justru dimulai pada hari Kamis lalu, ketika ECB mengambil keputusan yang sangat hawkish yang seharusnya memungkinkan pihak bullish melanjutkan kenaikan. Namun, pada momen krusial, pihak bullish kembali mundur dan praktis menyerah tanpa perlawanan.

Sebagai pengingat, alasan utama kekuatan pihak bearish saat ini adalah pertemuan Federal Reserve yang akan datang, di mana para pelaku pasar mengantisipasi pengetatan kebijakan moneter. Pasar masih memperdebatkan apakah Kevin Warsh akan mampu menjaga jarak dari Gedung Putih dan dari Donald Trump, yang menunjuknya sebagai kepala FOMC, serta secara independen mendukung keputusan untuk mengetatkan kebijakan moneter. Ada pula perdebatan mengenai apakah kenaikan suku bunga pada September masuk akal, mengingat inflasi AS tidak berubah selama tiga bulan berturut-turut.

Namun, tampaknya pasar telah mencapai tingkat ekspektasi hawkish yang ekstrem. Bagaimanapun juga, baik ECB maupun laporan inflasi AS bukanlah penyebab pelemahan EUR/USD saat ini. Bullish imbalance 21 telah teranulir, dan pasangan tersebut kini mungkin melanjutkan penurunan menuju imbalance 19.

Secara keseluruhan, menurut pandangan saya, latar belakang informasi masih menguntungkan pihak bullish. Pertama, pada grafik mana pun terlihat jelas bahwa mata uang Eropa memulai kenaikannya dari level yang relatif rendah (dalam setahun terakhir) dibandingkan dengan harga rata-rata pada periode yang sama. Ini berarti ruang kenaikan masih terbuka. Kedua, pasar masih meragukan bahwa FOMC akan mengetatkan kebijakan moneter pada September, terlepas dari pernyataan apa pun yang disampaikan Warsh. Ketiga, data ekonomi dari Amerika Serikat belakangan ini sebagian besar mengecewakan. Keempat, faktor geopolitik tidak lagi mendukung pihak bearish maupun dolar. Kelima, ECB sudah dua kali melakukan pengetatan kebijakan moneter pada 2026. Keenam, US Treasury memutuskan untuk meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang, yang mengurangi permintaan terhadap dolar. Ketujuh, perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada secara resmi telah dimulai. Kedelapan, pasar tenaga kerja AS pada 2026 hanya sedikit lebih baik dibandingkan 2025. Dengan demikian, saat ini saya tidak melihat satu pun alasan yang kuat bagi laju bearish. Sayangnya, pihak bullish juga seolah belum menemukan alasan untuk melakukan serangan.

Struktur grafik saat ini mengindikasikan terhentinya momentum bullish. Bullish imbalance 21, bersama dengan imbalance 20, sebelumnya memberikan peluang yang sangat baik bagi pihak bullish untuk melanjutkan penguatan. Namun, tampaknya pasar sudah memutuskan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Rabu malam, sementara tidak banyak yang memperhatikan keputusan ECB yang berlangsung paralel. Oleh karena itu, kini para trader sebaiknya mengantisipasi terbentuknya pola bearish yang memungkinkan pembukaan posisi jual. Harapan terakhir pihak bullish terletak pada imbalance 19, yang berpotensi menghentikan laju bearish. Namun, pola ini berada pada kisaran level 1,1406–1,1434.

Tidak ada latar belakang berita ekonomi pada hari Senin, namun hal itu tidak menghalangi pihak bearish untuk melancarkan serangan telak. Secara umum, pergerakan pasar saat ini nyaris sepenuhnya digerakkan oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan The Fed dan hampir tidak oleh faktor lain. Akibatnya, semua laporan dan peristiwa sekunder saat ini praktis tidak memiliki pengaruh terhadap sentimen pasar.

Pihak bullish masih memiliki sangat banyak alasan untuk menyerang pada 2026. Secara struktural dan global, kebijakan Trump yang tahun lalu menyebabkan pelemahan signifikan dolar belum berubah. Saat ini, saya tidak melihat faktor pendukung yang cukup kuat bagi mata uang AS, terlepas dari sikap hawkish FOMC. Geopolitik, yang sempat mendukung permintaan terhadap mata uang AS sepanjang sebagian besar paruh pertama 2026, kini juga tidak lagi berperan demikian.

Kalender Ekonomi untuk Amerika Serikat dan Uni EropaUni Eropa – ZEW Economic Sentiment Index (09:00 UTC).Jerman – ZEW Economic Sentiment Index (09:00 UTC).Amerika Serikat – Weekly Change in ADP Employment (12:15 UTC).

Pada 15 September, kalender peristiwa ekonomi memuat tiga rilis, yang tidak ada satu pun yang tergolong sangat penting. Pengaruh latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Selasa akan lemah atau bahkan tidak terasa.

Prakiraan dan Saran Trading EUR/USD

Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish yang mengambil jeda selama satu tahun penuh. Latar belakang informasi berbalik tajam mendukung pihak bearish enam bulan lalu, tetapi tren itu sendiri belum dapat dianggap dibatalkan atau selesai. Dalam jangka panjang, saya akan menyebut pasangan ini berada dalam fase konsolidasi (range). Namun, pergerakan dalam rentang ini tidak menghilangkan tren bullish yang lebih besar. Dengan demikian, pihak bullish berpotensi melanjutkan penguatan pada 2026, tetapi untuk saat ini pihak bearish kembali merebut inisiatif. Sebuah bearish imbalance bisa saja terbentuk secepatnya esok hari, yang dapat memberikan peluang bagi para trader untuk membuka posisi jual di kemudian hari. Target penurunan mata uang Eropa saat ini adalah kisaran 1,1406–1,1434. Dari zona inilah saya akan mengantisipasi terjadinya rebound dan pergeseran inisiatif kembali ke tangan pihak bullish.