Euro mengawali pagi dengan data inflasi yang kuat, tetapi tetap gagal bergerak naik, sementara pound—tanpa adanya berita domestik—bergerak seirama dengan dolar. Dolar sendiri cenderung bergerak dalam kisaran terbatas sembari pasar menantikan laporan ketenagakerjaan AS. Akibatnya, kedua pasangan mata uang tersebut diperdagangkan dalam rentang sempit di antara level-level breakout, dan belum ada pihak yang mengambil langkah untuk membentuk pergerakan signifikan.
Berita utama terkait euro adalah estimasi awal inflasi bulan September untuk kawasan euro yang dirilis pagi ini. Inflasi harga konsumen utama (headline) naik menjadi 3,8% year-on-year, dibandingkan dengan 3,3% pada bulan Agustus. Angka ini menjawab pertanyaan sederhana: seberapa besar kenaikan harga keranjang barang dan jasa umum selama setahun terakhir? Semakin tinggi angkanya, semakin besar kecenderungan bank sentral untuk mengambil sikap kebijakan yang lebih ketat. Namun, mata uang tersebut hanya bereaksi secara terbatas. Pasar telah memperhitungkan kenaikan suku bunga deposito ECB bulan September menjadi 2,50%, sehingga fokus para trader bukan pada percepatan inflasi itu sendiri, melainkan pada seberapa jauh lagi otoritas moneter bersedia untuk melangkah.
Percepatan ini terutama didorong oleh harga energi, yang naik hampir 19% year-on-year, dibandingkan dengan 14,3% pada bulan sebelumnya. Harga minyak dan produk minyak bumi tetap tinggi akibat konflik yang melibatkan Iran serta ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Gas juga menambah beban masalah Eropa, mengingat tingkat cadangan penyimpanan saat ini lebih rendah dibandingkan musim gugur mana pun sejak tahun 2009. Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah kenaikan harga jasa dan pangan, karena harga-harga tersebut cenderung tetap tinggi lebih lama dibandingkan lonjakan harga komoditas. Sebaliknya, laju kenaikan harga barang industri justru melambat, sehingga masih terlalu dini untuk menyebut adanya kenaikan harga yang meluas di berbagai sektor, tetapi dampak sekunder mulai menguat.
Prospek mata uang euro tampak beragam. Suku bunga kebijakan berada jauh di bawah tingkat inflasi dan argumen untuk menunda kenaikan suku bunga kian melemah; oleh karena itu, ekspektasi pasar untuk bulan Oktober masih condong pada kenaikan suku bunga lanjutan, yang tetap menjadi skenario utama. Di sisi lain, lemahnya permintaan, tingginya harga gas, serta mahalnya biaya impor energi memberikan tekanan pada perekonomian kawasan tersebut dan menghambat mata uang ini untuk memperoleh momentum penguatan yang signifikan. Penurunan nilai euro kemungkinan akan memicu aksi beli, tetapi lonjakan harga yang tajam tidak diperkirakan akan terjadi.
Tidak ada rilis data ekonomi Inggris hari ini. Kalender ekonomi tidak memuat data inflasi, pasar tenaga kerja, maupun aktivitas bisnis—data yang biasanya memberikan petunjuk mengenai prospek suku bunga Bank of England dan membentuk sentimen terhadap mata uang pound. Tanpa data tersebut, pasangan mata uang GBP/USD kehilangan sebagian independensinya dan pergerakannya lebih banyak mencerminkan kondisi mata uang AS. Selain itu, mata uang Inggris masih rentan akibat situasi anggaran negara. Pasar obligasi pemerintah diliputi kekhawatiran dan tingkat utang negara masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga tidak terlihat adanya permintaan yang kuat terhadap pound.
Peristiwa utama minggu ini yang terjadi setelah tengah hari adalah rilis laporan pasar tenaga kerja AS bulan September, yang sebagian besar akan menentukan pergerakan euro dan pound hingga akhir sesi perdagangan. Pasar mencermati empat hal: perubahan non-farm payrolls, tingkat pengangguran, pertumbuhan upah per jam, dan lapangan kerja sektor swasta. Angka pertama paling disorot, dengan prediksi penambahan 90.000 lapangan kerja baru pada bulan tersebut. Data upah menjadi penting karena kenaikan pendapatan yang pesat mendorong harga lebih tinggi dan memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi. Angka proyeksi memang relatif rendah, tetapi data bulan Agustus menunjukkan kenaikan sebesar 162.000, jauh melampaui prediksi awal sebesar 55.000. Oleh karena itu, setiap laporan baru kini dipandang sebagai ujian untuk menentukan apakah angka bulan Agustus tersebut merupakan hasil yang bersifat sementara atau awal dari perubahan tren yang berkelanjutan.
Jika pertumbuhan lapangan kerja jauh melampaui prediksi, dolar akan mendapat dukungan dan argumen bagi sikap hawkish The Fed akan semakin kuat. Dalam situasi tersebut, euro dan pound akan sulit untuk menguat. Euro kemungkinan akan tampak lebih tangguh dalam situasi ini, mengingat ECB telah menaikkan suku bunga dan opsi kenaikan suku bunga pada bulan Oktober masih terbuka. Pound lebih rentan karena ketidakpastian anggaran menambah tekanan eksternal, sehingga mata uang ini lebih sulit menahan dampak penguatan dolar lebih lanjut. Skenario sebaliknya tampak lebih menguntungkan. Jika pertumbuhan lapangan kerja jauh lebih lemah dan pertumbuhan upah melambat, dolar dan imbal hasil obligasi AS mungkin turun, sehingga meningkatkan peluang koreksi naik secara signifikan pada kedua pasangan mata uang tersebut. Hingga hati berakhir, laporan ini akan tetap menjadi acuan utama pasar, dan sebelum perilisannya, pasar kemungkinan besar tidak akan membuka posisi dalam jumlah besar.
Momentum
Strategi di sini didasarkan pada breakout: posisi dibuka ketika harga bergerak melampaui suatu level dan berkonsolidasi di luar level tersebut.
Untuk euro, level acuan sisi atas berada di 1,1264. Jika pasangan mata uang ini menembus ke atas level tersebut dan bertahan di sana, target pertama terletak di 1,1307 dan target kedua di 1,1346. Pergerakan ini tampak realistis terutama jika data AS menunjukkan hasil yang lemah, mengingat data inflasi kawasan euro pagi ini gagal memberikan momentum kenaikan. Level breakout sisi bawah berada di 1,1218, diikuti oleh target di 1,1174 dan 1,1136. Skenario ini dapat dipicu oleh data ketenagakerjaan yang kuat dan dolar yang menguat; hal ini tidak dapat dikesampingkan mengingat adanya kejutan data pada bulan Agustus lalu. Hanya terdapat jarak 46 poin di antara kedua level tersebut, yang berarti pasangan mata uang ini kemungkinan akan bergerak dalam rentang ini sebelum laporan dirilis. Oleh karena itu, melakukan trading saat harga menyentuh level-level ini sebelum rilis data tampaknya kurang tepat. Skenario kenaikan tampak sedikit lebih mungkin terjadi, tetapi laporan itu sendirilah yang akan menentukan hasilnya.
Untuk pound, peluang beli dipertimbangkan di atas level 1,3223 dengan target di 1,3265 dan 1,3307, sedangkan peluang jual dipertimbangkan di bawah level 1,3180 dengan target di 1,3137 dan 1,3097. Rentang antara kedua level tersebut 43 poin. Pound tidak memiliki agenda berita domestik hari ini, sehingga pergerakannya akan mengikuti dolar; pertanyaan kuncinya adalah ke mana mata uang AS akan bergerak setelah data dirilis. Jika laporan menunjukkan hasil yang kuat, breakout ke arah bawah tampak lebih mungkin terjadi pada pound dibandingkan euro karena masalah anggaran membuat mata uang ini memiliki ruang yang lebih terbatas untuk bertahan. Jika laporan menunjukkan hasil yang lemah, pound mungkin mencapai 1,3265, tetapi mempertahankan kenaikan tersebut akan lebih sulit. Oleh karena itu, langkah yang bijak adalah tidak terlalu ambisius pada target pertama.
Mean Reversion
Pada bagian ini, fokus tertuju pada false breakout yang menembus batas, diikuti oleh kembalinya harga dengan cepat ke dalam rentang tersebut.
Untuk mata uang euro, level acuan atas di 1,1288 berada 24 poin di atas level breakout 1,1264 dan terletak tepat di jalur menuju target pertama di 1,1307. Hal ini mengarah pada kesimpulan sederhana. Jika harga menembus ke atas 1,1264 dan berkonsolidasi di sana, maka 1,1288 hanya level antara dalam pergerakan naik lebih lanjut, sehingga melakukan penjualan di level tersebut tidak tepat. Namun, jika pasangan mata uang ini bergerak di atas level tersebut, tetapi gagal bertahan di sana dan kembali turun ke bawah 1,1264, peluang penjualan dapat dipertimbangkan, dengan menempatkan stop di atas level tertinggi baru-baru ini. Level acuan bawah di 1,1210 hanya berjarak delapan poin di bawah level breakout 1,1218, sehingga pemula perlu sangat berhati-hati di sini. Perbedaan antara breakout dan false breakout dapat terjadi dalam hitungan menit; oleh karena itu, pengujian awal terhadap level tersebut sebaiknya diabaikan sampai hasil dari upaya breakout itu menjadi jelas. Jika harga bergerak ke bawah 1,1210, tetapi gagal melanjutkan penurunan dan kembali naik ke atas 1,1218, hal ini dapat menjadi dasar untuk melakukan pembelian. Pembalikan arah seperti itu paling sering terjadi ketika hasil laporan mendekati ekspektasi dan pasar—setelah sempat bereaksi terhadap angka tersebut—mulai berbalik arah dari pergerakan awalnya.
Untuk mata uang pound, level acuan atas di 1,3239 berada 16 poin di atas level breakout 1,3223 dan juga terletak di jalur menuju target pertama di 1,3265. Fokus di sini tertuju pada pergerakan di atas level tersebut, kegagalan untuk berkonsolidasi di sana, serta kembalinya harga ke bawah 1,3223. Hanya setelah terjadi kondisi kembali ke bawah level tersebut, peluang jual dapat dipertimbangkan, dengan menempatkan stop di atas titik tertinggi dari upaya yang gagal itu. Jika harga bertahan kuat di atas 1,3223, maka 1,3239 hanya level antara dan pergerakan tersebut harus dianggap sebagai breakout. Level acuan bawah di 1,3177 adalah yang paling sulit karena jaraknya hanya tiga poin dari level breakout 1,3180. Celah yang begitu sempit lebih kecil daripada fluktuasi pasar yang wajar, sehingga mustahil untuk membedakan antara breakout dan false breakout hanya berdasarkan satu kali pengujian. Jika harga bergerak di bawah 1,3177 dan berkonsolidasi di sana, itu berarti terjadi breakout, dan aktivitas beli sebaiknya dihindari. Jika harga sempat turun di bawah level tersebut, tetapi dengan cepat kembali ke atas 1,3180, ini menandakan pembalikan arah, dan peluang beli dapat dipertimbangkan dengan menempatkan stop di bawah titik terendah dari false breakout tersebut. Bagi pound, yang tidak memiliki rilis berita domestik, skenario ini sangat relevan jika laporan AS menunjukkan angka di kisaran 90.000. Reaksi awal mungkin mendorong pasangan mata uang ini bergerak tajam ke satu arah, yang kemudian diikuti oleh pembalikan arah yang membawanya kembali ke rentang pergerakan biasanya.