Pasangan mata uang EUR/USD kembali diperdagangkan melemah pada hari Senin — seperti yang mungkin sudah Anda duga — dan kali ini pasar bahkan tidak menunggu sesi Eropa atau Amerika dibuka untuk kembali memborong dolar AS. Aksi jual di EUR/USD dimulai sejak sesi Asia dan berlanjut sepanjang hari. Tak lama lagi kenaikan saat ini bahkan tidak akan muat lagi di dalam grafik.
Pada hari Senin, pasar menemukan alasan baru untuk membeli mata uang AS dan langsung mencengkeramnya sekuat mungkin. Kegagalan data tenaga kerja AS dan rilis pengangguran hari Jumat sudah dilupakan. Kelemahan di pasar tenaga kerja, yang sangat mengurangi probabilitas pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve, dianggap remeh. Fed akan terus menaikkan suku bunga acuan bagaimanapun juga. Mengapa demikian? Karea jika bukan di bulan Oktober, berarti di bulan Desember. Pola pikir seperti inilah yang sekarang mendominasi pasar. Sebaliknya, perang di Yaman — yang sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun (seperti konflik Iran dengan sebagian besar dunia) — dianggap sebagai sebuah peristiwa. Kemarin, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang bahkan tidak bisa berkedudukan di ibu kota Sanaa karena dikuasai oleh Houthi, mengumumkan dimulainya operasi militer untuk menggulingkan dan menghancurkan gerakan Syiah tersebut. Apa artinya ini bagi pasar FX dan dunia? Hanya bahwa telah muncul satu lagi konflik militer di peta politik, yang bisa berkembang menjadi perang besar berkepanjangan dengan potensi melibatkan negara-negara lain.
Inti konflik di Yaman adalah kedekatannya dengan selat Bab el-Mandeb, yang berulang kali diancam akan diblokir oleh Houthi. Perlu diingat, Houthi beraliansi dengan Iran. Dengan demikian, Iran tidak perlu memberi perintah langsung untuk memblokir Bab el-Mandeb — Houthi bisa melakukannya sendiri kapan saja, dan pada saat itu pasar minyak global berpotensi kehilangan sekitar 15% pasokan lagi. Bisa dibayangkan berapa harga minyak dalam kondisi seperti itu.
Mengapa dolar menguat setelah berita ini? Pertama, meningkatnya risiko geopolitik memaksa investor kembali menarik modal keluar dari Timur Tengah. Karena dolar merupakan cara termudah untuk melindungi modal, permintaan terhadap mata uang AS meningkat, mendorong penguatan dolar. Kedua, pasar saat ini tidak lagi membutuhkan alasan kuat untuk membeli dolar. Dolar naik dengan alasan apa pun, bahkan tanpa alasan — tetapi ketika ada alasan, penguatan dolar nyaris pasti terjadi. Menurut pandangan kami, bahkan jika konflik di Yaman tidak memanas, dolar AS tetap akan diminati, karena pasar saat ini tidak mempertimbangkan apakah ada dasar yang kuat untuk membeli dolar. Yang terpenting adalah menemukan dalih apa saja untuk membeli mata uang yang sudah naik dan karenanya berpotensi memberikan keuntungan spekulatif. Selama satu bulan terakhir, kita tidak melihat satu pun koreksi berarti. Coba tanyakan pada diri sendiri: apakah latar belakang fundamental, makroekonomi, dan geopolitik benar-benar sedemikian jelas menguntungkan dolar sehingga bisa membenarkan penguatan selama sebulan penuh? Menurut kami, jawabannya tidak. Namun pergerakan saat ini sudah bersifat inersial; tidak lagi membutuhkan alasan atau landasan yang jelas.
Volatilitas rata-rata pasangan mata uang EUR/USD selama 5 hari trading terakhir per 6 Oktober adalah 82 pip dan dikategorikan sebagai "rata-rata." Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1127 hingga 1,1291 pada hari Selasa. Kanal regresi linear yang lebih tinggi kini bergerak menyamping, yang mengindikasikan perubahan tren lainnya. Indikator CCI tiga kali memasuki area oversold dan membentuk tiga divergensi "bullish", yang memberi peringatan akan berakhirnya tren turun yang tidak logis ini. Namun, pasar belum merespons sinyal-sinyal teknikal tersebut.
Level support terdekat:S1 – 1,1169
S2 – 1,1108
Level resistance terdekat:R1 – 1,1230
R2 – 1,1292
R3 – 1,1353
Rekomendasi trading:Pasangan EUR/USD terus bergerak turun, tetapi kami masih melihat penurunan ini sebagai koreksi sebelum dimulainya tren naik yang baru. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap negatif, namun pada 2026, peristiwa geopolitik terlebih dahulu, lalu sikap "hawkish" The Fed, memberikan dukungan kuat bagi mata uang AS. Ketika harga berada di bawah moving average, pertimbangkan posisi jual dengan target 1,1169 dan 1,1127. Di atas garis moving average, posisi beli lebih relevan, dengan target 1,1353 dan 1,1414.
Penjelasan ilustrasi:Kanal regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, tren saat ini tergolong kuat.Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) mendefinisikan kecenderungan jangka pendek dan arah utama yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini.Level Murray adalah level target untuk pergerakan harga dan koreksi.Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang mungkin menjadi kanal pergerakan pasangan ini dalam 24 jam ke depan, berdasarkan indikator volatilitas saat ini.Indikator CCI — ketika memasuki area oversold (di bawah -250) atau overbought (di atas +250) — memberi sinyal kemungkinan pembalikan tren ke arah yang berlawanan dalam waktu dekat.