Pasar memilih favoritnya

Nvidia memimpin pasar ke rekor baru, tetapi bahkan saham ini sudah kehilangan premiumnya yang dulu. S&P 500 terus bergerak menuju rekor tertinggi baru sementara kelipatan valuasi saham turun secara serempak, seolah-olah fasad sebuah gedung telah direnovasi sementara fondasinya retak.

Dinamika P/E

Faktor negatif bagi saham saat ini adalah naiknya imbal hasil obligasi. Yield Treasury tenor 10 tahun telah menyentuh level tertinggi dalam 24 tahun dan mencatat lonjakan kuartalan paling tajam sejak 1994. Kenaikan risk-free rate mengubah cara Wall Street menilai aset: selera risiko melemah jika laba tidak tumbuh cukup cepat untuk mengimbangi efek tersebut.

Crossmark Global Investments mencatat bahwa kenaikan suku bunga sudah memberi dampak besar pada pasar saham: P/E multiple turun tiga poin. Sejak penutupan rekor terakhir, S&P 500 melemah pada 18 dari 25 kelompok industri. Versi equal-weight dari indeks ini turun 5%, sementara saham perbankan dan real estate turun lebih dari 10%.

Kelompok perusahaan yang relatif sempit menjadi penopang pasar. Microsoft, Nvidia, Apple, dan Meta Platforms saja menyumbang sekitar 300 poin dari kenaikan S&P 500 pada kuartal ketiga — tiga kali kenaikan keseluruhan indeks — sementara 496 perusahaan lainnya secara kolektif justru mengurangi 150 poin, menurut Citadel Securities. Citadel berpendapat bahwa pasar saham bukanlah cerminan langsung perekonomian, dan S&P 500 makin berbeda dari saham rata-rata.

Kelemahan pada saham siklikal yang sensitif terhadap kondisi ekonomi menekan pasar. Dow Jones Industrial Average, yang sering dipandang sebagai barometer ekonomi, turun hampir 4% dalam sebulan terakhir, sementara Nasdaq justru naik dengan besaran yang kurang lebih sama. Indeks small-cap Russell 2000 tertinggal sekitar 9% di bawah level tertingginya dan berada di ambang wilayah koreksi.

Dinamika laba korporasi

Salah satu faktor positif bagi pasar adalah pertumbuhan laba korporasi yang mencapai rekor. Laba naik 33%secara taunan pada kuartal II, dan Deutsche Bank memperkirakan laju ini akan bertahan di sekitar 34% pada kuartal III, dibandingkan proyeksi konsensus sebesar 27%. Goldman Sachs memperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan yang diuntungkan dari belanja infrastruktur AI menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan EPS S&P 500 pada kuartal ini, dan belanja modal (capex) para hyperscaler melonjak 116%.

Societe Generale bersikap lebih berhati-hati. Mereka berpendapat bahwa metode cap-weighting mendistorsi sinyal, karena perusahaan yang tumbuh pesat menempati porsi yang semakin besar dalam keseluruhan gambaran, dan efek basis yang rendah setelah periode pelemahan ekonomi membuat laju pertumbuhan laba tampak lebih besar dari yang sebenarnya.

Singkatnya, pasar didukung oleh rekor laba dan belanja infrastruktur AI, sementara kenaikan imbal hasil dan konsentrasi kapitalisasi pasar yang sangat tinggi pada segelintir raksasa teknologi memberikan tekanan pada S&P 500.

Dari sisi teknikal, pada grafik harian, pantulan dari 7.785 memungkinkan penambahan posisi beli. Penembusan di atas 7.810 akan menjadi alasan baru untuk membeli.