EUR/GBP. "Sindrom Prancis" bagi Euro dan Prospek Tren Penurunan

Pasangan mata uang EUR/GBP telah aktif melemah untuk minggu kedua berturut-turut. Pada hari Kamis, para pembeli sempat mencoba membangun rebound korektif menuju area 0,85, tetapi dorongan naik tersebut langsung mereda. Pound masih mempertahankan keunggulan fundamental, dan para penjual EUR/GBP terus memegang inisiatif.

Apa yang dimaksud dengan "kekuatan" pound? Menurut saya, penurunan pasangan mata uang ini selama dua minggu terakhir terutama didorong oleh revisi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank of England ke depan. Jika belum lama ini skenario dasarnya adalah pelonggaran bertahap, kini fokus justru bergeser ke arah sebaliknya. Saat ini pasar memperkirakan sekitar 80% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan November. Beberapa proyeksi bahkan membuka kemungkinan dua kali kenaikan hingga Februari 2027.

Retorika bernada hawkish dari pejabat BoE semakin menopang pound. Secara khusus, Chief Economist BoE, Huw Pill, menyatakan perlunya mempertahankan kebijakan moneter yang ketat di tengah meningkatnya tekanan inflasi. Para pejabat bank sentral lainnya, Megan Greene, memperingatkan bahwa pertumbuhan upah yang terlalu cepat dapat menghambat kembalinya inflasi ke sasaran. Dengan sinyal-sinyal seperti ini, argumen hawkish untuk pound menjadi semakin nyata.

Pound juga diuntungkan oleh ketahanan relatif ekonomi Inggris. Perlu diingat, PDB kuartal II Inggris naik 0,4%, dan pada pertemuan September BoE juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan kuartal III menjadi sekitar 0,4%. Sementara itu, pasar tenaga kerja—meski menunjukkan tanda-tanda mereda—tidak runtuh. Dengan munculnya kembali tekanan inflasi, bank sentral dapat mempertahankan kebijakan ketat lebih lama tanpa terlalu khawatir akan terjadinya kegagalan ekonomi besar.

Euro, sebaliknya, menghadapi sejumlah hambatan. Di satu sisi, inflasi utama di zona euro naik menjadi 3,8% pada September, sehingga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga European Central Bank pada pertemuan Desember (jajak pendapat terbaru Reuters menunjukkan hampir 90% para ekonom kini memperkirakan langkah tersebut). Namun, keputusan ini jauh dari sederhana bagi ECB. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Eropa di tengah masalah fiskal Prancis meningkatkan kekhawatiran atas stabilitas keuangan zona euro dan pada saat yang sama meningkatkan risiko perlambatan ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, ECB harus mempertimbangkan bukan hanya ancaman inflasi, tetapi juga potensi kerusakan terhadap aktivitas ekonomi.

Hasilnya adalah situasi yang kontradiktif, hampir paradoksal, bagi euro: inflasi yang lebih cepat memperkuat ekspektasi hawkish terhadap kebijakan ECB, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko stagflasi, sehingga membuat pound lebih menarik mengingat ketahanan relatif ekonomi Inggris.

Harus diakui, latar belakang fundamental pound juga jauh dari sempurna. Imbal hasil yang tinggi pada obligasi pemerintah Inggris dan meningkatnya biaya pembayaran bunga tetap menjadi titik rentan bagi sterling. Namun, pasar menafsirkan kenaikan imbal hasil Inggris terutama sebagai cerminan dari jalur kebijakan BoE yang diperkirakan akan lebih ketat, sedangkan obligasi Eropa lebih banyak bereaksi terhadap risiko politik dan utang pemerintah Prancis. Dalam EUR/GBP, perbedaan persepsi inilah yang menjadi faktor penentu.

Pada timeframe bulanan (MN), pasangan ini telah turun selama dua bulan berturut-turut. Jika puncak harga pada September berada di 0,8601, maka level terendah Oktober sejauh ini adalah 0,8446—level terendah dalam 16 bulan. Dengan kata lain, ini adalah tren turun (southbound) penuh yang ditopang oleh faktor fundamental: pasar secara konsisten menaikkan ekspektasi pengetatan BoE. Pada saat yang sama, euro menghadapi tekanan fiskal dan ekonomi di zona euro.

Penguatan korektif EUR/GBP pada hari Kamis sebaiknya dipandang sebagai koreksi di dalam tren turun, bukan awal siklus naik yang baru. Menurut saya, prasyarat fundamental untuk kelanjutan penurunan masih terjaga. BoE mendekati siklus pengetatan, sementara ECB secara bersamaan berhadapan dengan kendala fiskal dan meningkatnya biaya pinjaman. Keseimbangan masih condong ke arah pound.

Secara teknikal, pada grafik harian cross berada di antara Bollinger Band tengah dan bawah, serta di bawah semua garis Ichimoku, membentuk sinyal bearish "Parade of Lines". Semua ini mengarah pada preferensi posisi jual. Pada grafik 4 jam, EUR/GBP berada di Bollinger Band tengah, di bawah awan Kumo, dan di antara Tenkan-sen dan Kijun-sen. Untuk mengonfirmasi kelanjutan tren turun, penjual perlu mendorong penutupan di bawah Tenkan-sen pada H4 (sekitar 0,8460)—yang juga akan memicu sinyal bearish Ichimoku "Parade of Lines" pada timeframe ini. Target utama pergerakan turun berada di 0,8400 (Bollinger Band bawah pada MN).