Pasangan mata uang EUR/USD kembali gagal menunjukkan pergerakan yang menarik pada hari Jumat dan, lebih jauh lagi, bahkan tidak melakukan koreksi. Dengan demikian, euro masih bertahan di level terendah tahun 2026. Satu-satunya hal yang masih menjaga sedikit prospek pemulihan menjelang akhir tahun adalah fakta bahwa seluruh penurunan tahun 2026 ini, pada time frame mingguan, masih berupa koreksi dalam tren naik yang lebih besar. Pasar mengabaikan latar belakang makroekonomi, fundamental, dan geopolitik yang sering kali lebih mendukung euro daripada dolar. Jika pasar mengabaikan faktor-faktor yang mendukung euro, bagaimana kita dapat memperkirakan euro menguat? Pada hari Jumat, indeks sentimen konsumen University of Michigan di AS dirilis dan hasilnya lebih rendah daripada prediksi. Namun, laporan tersebut tidak memberikan dukungan apa pun bagi euro. Lagi pula, kami juga tidak memprediksi dolar jatuh hanya karena laporan itu, mengingat pasar pada dasarnya juga mengabaikan data Nonfarm Payrolls dan angka pengangguran yang mengecewakan satu minggu sebelumnya. Minggu ini, laporan inflasi AS akan dirilis yang akan menentukan arah kebijakan, jika bukan untuk pertemuan Federal Reserve bulan Oktober, maka untuk pertemuan bulan Desember. Pasar akan menunggu tanda percepatan inflasi sebelum kembali gencar membeli dolar AS.
Secara teknikal, formasi tren menurun masih berlanjut. Pasar telah membeli dolar selama lima minggu berturut-turut. Garis tren masih relevan; harga berada di bawah garis Ichimoku, sehingga pelemahan pasangan ini sepenuhnya masuk akal dari sudut pandang teknikal. Mengantisipasi pemulihan euro baru menjadi masuk akal setelah garis tren tersebut ditembus.
Pada time frame lima menit, dua sinyal trading terbentuk pada hari Jumat. Pertama, pasangan ini menembus area 1,1221–1,1223 dari bawah ke atas, lalu dari atas ke bawah. Dalam kedua kasus, harga bergerak setidaknya 15 pip ke arah yang dimaksud. Transaksi jual kedua menghasilkan kentungan sekitar 15–20 pip jika trader menutup posisi tersebut sebelum hari berakhir.
Laporan COTLaporan COT terbaru bertanggal 6 Oktober. Ilustrasi pada time frame mingguan dengan jelas menunjukkan bahwa posisi bersih para trader nonkomersial tetap "bearish" dan turun tajam pada tahun 2026 akibat peristiwa geopolitik. Selama enam bulan terakhir, para trader terus mengurangi eksposur terhadap euro demi beralih ke dolar AS. Kebijakan Donald Trump tidak berubah, tetapi dolar sudah lama berperan sebagai mata uang "cadangan".
Namun, sejauh ini kami masih belum melihat faktor fundamental yang dapat semakin memperkuat mata uang AS. Perang di Timur Tengah membuat dolar menjadi sangat menarik untuk sementara waktu, dan sikap kebijakan moneter The Fed untuk kedua kalinya tahun ini kembali menjadi kejutan positif bagi dolar. Dalam jangka panjang, euro berpotensi jatuh hingga $1,08 (garis tren), tetapi tren naik tetap masih relevan. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, pasar hanya memasukkan faktor-faktor positif bagi dolar dan mengabaikan yang lainnya.
Posisi garis indikator merah dan biru mengindikasikan kurang lebih adanya keseimbangan antara bullish dan bearish. Selama minggu pelaporan terakhir, posisi beli dalam kelompok nonkomersial naik sebanyak 4.800 kontrak, sementara posisi jual meningkat 40.900 kontrak. Dengan demikian, posisi bersih kembali turun 36.100 kontrak selama seminggu.
Analisis Grafik 1H EUR/USDPada time frame per jam, EUR/USD terus membentuk tren menurun. The Fed sangat membantu perkembangan tren menurun ini, tetapi faktor tersebut kecil kemungkinan dapat menjelaskan kekuatan dolar beberapa minggu setelah pertemuan. Bank Sentral Eropa seharusnya mendukung euro, mengingat sudah dua kali menaikkan suku bunga pada 2026, dan data pasar tenaga kerja AS seharusnya malah menekan dolar habis-habisan. Namun, saat ini pasar tidak melihat adanya faktor yang mendukung euro. Dengan demikian, dolar terus membentuk tren kuat yang kini hanya bergantung pada sentimen pasar.
Untuk 12 Oktober, kami menyoroti level-level berikut untuk trading — level 1,1092; 1,1147; 1,1221; 1,1274; 1,1362–1,1368; 1,1461–1,1473; 1,1536–1,1542; 1,1585; 1,1657–1,1665, serta garis Senkou Span B (1,1285) dan Kijun-sen (1,1222). Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergerak sepanjang hari, jadi perhitungkan hal ini ketika menentukan sinyal trading. Jangan lupa untuk memindahkan Stop Loss Anda ke level breakeven jika harga sudah bergerak 15 pip ke arah yang benar. Ini akan melindungi dari potensi kerugian jika sinyal ternyata palsu.
Pada hari Senin, tidak ada peristiwa besar yang dijadwalkan di Zona Euro maupun AS, sehingga kemungkinan besar kita akan menghadapi hari Senin yang membosankan dengan volatilitas rendah dan pergerakan mendatar.
Ringkasan analisis di atas:Trader dapat mempertimbangkan target untuk posisi jual di dekat 1,1147 jika harga memantul hari ini dari area 1,1221–1,1222. Jika terbentuk breakout garis tren, pertimbangkan target untuk posisi beli di 1,1285 dan 1,1362–1,1368.
Penjelasan ilustrasi:Level support dan resistance harga (resistance/support) — garis tebal merah tempat pergerakan harga mungkin berakhir. Level ini bukan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B — garis indikator Ichimoku yang dipindahkan ke time frame per jam dari time frame empat jam. Garis-garis ini adalah level yang kuat.Level ekstrem — garis tipis merah tempat harga sebelumnya memantul. Level ini merupakan sumber sinyal trading.Garis kuning — garis tren, channel tren, dan pola teknikal lainnya.Indikator 1 pada grafik COT — ukuran posisi bersih dari setiap kategori trader.