EUR/USD – Analisis Smart Money: Pasar Tetap Berhati-hati

EUR/USD telah melemah selama 25 hari penuh, terlepas dari beberapa jeda singkat. Dalam periode ini, euro kehilangan 530 poin, dan penurunan berkepanjangan ini dimulai lebih dari sebulan lalu ketika pasar bersiap menyambut kenaikan suku bunga FOMC. Baru menjelang akhir minggu lalu bull berhasil melancarkan serangan balasan yang terlihat jelas. Pergerakan bullish ini terjadi pada hari-hari ketika seharusnya dolar masih sangat mudah untuk melanjutkan penguatannya. Perlu diingat bahwa inflasi AS pada September melampaui prediksi, inflasi inti juga berada di atas ekspektasi pasar, dan Indeks Harga Produsen menunjukkan percepatan yang jauh lebih tajam daripada yang diperkirakan pasar. Ketiga indikator inflasi tersebut naik lebih kuat dan lebih cepat daripada yang diperkirakan Federal Reserve. Karena itu, dolar berpotensi terus menguat sejalan dengan hubungan sederhana: inflasi yang lebih tinggi meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan The Fed.

Namun, selama dua minggu terakhir, tidak ada satu pun anggota FOMC yang menyatakan dukungan terhadap pengetatan kebijakan moneter pada Oktober. Pada hari Jumat, Presiden The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan pidato, tetapi juga tidak memproyeksikan atau mengumumkan kelanjutan pengetatan kebijakan. Dengan kata lain, para pejabat di The Fed tidak memberikan sinyal kepada pasar bahwa inflasi yang lebih tinggi daripada prediksi akan berujung pada langkah lebih hawkish dari regulator. Menurut pandangan saya, kubu bear telah terlalu lama berada dalam posisi ofensif, dan penguatan dolar sudah terlalu tajam dibandingkan dengan jumlah kenaikan suku bunga yang direncanakan The Fed. Sepanjang periode ini, para pelaku pasar praktis mengabaikan kenaikan suku bunga yang sudah dan akan dilakukan ECB maupun Bank of England.

Saat ini, belum dpaat dikatakan bahwa penurunan euro sudah terhenti atau berakhir. Imbalance 24 masih berlaku, dan harga dapat meresponsnya dengan membentuk sinyal jual. Kubu bear sudah melangkah terlalu jauh, sehingga menghentikan mereka sekarang tidak akan mudah. Meskipun pasar secara konsisten mengabaikan seluruh informasi yang mendukung euro selama lebih dari sebulan, hal itu tidak berarti bahwa euro kini akan langsung bergerak naik secara terus-menerus. Pertama-tama, Imbalance 24 perlu dinyatakan tidak lagi valid, dan kubu bull harus membentuk pola bullish mereka sendiri. Ini mensyaratkan adanya pergerakan naik yang tajam pada euro, tetapi sejauh ini bull masih menunjukkan kelemahan dan kurangnya momentum.

Pada September, FOMC tidak hanya menaikkan suku bunga, tetapi juga memberi sinyal kesiapan untuk terus memperketat kebijakan moneter. Itu sudah cukup untuk memicu serangan besar-besaran dari kubu bear. Namun, bahkan setelah pengetatan The Fed pada September dan kemungkinan langkah lanjutan pada Desember, sulit untuk berargumen bahwa euro sama sekali tidak menerima kabar positif selama periode ini.

Secara keseluruhan, menurut saya, latar belakang berita masih cenderung mendukung kubu bull. Walaupun The Fed mengadopsi sikap kebijakan moneter yang lebih hawkish, faktor ini bukan satu-satunya penentu nilai tukar. Uni Eropa juga menghadapi berbagai masalah, tetapi justru di situlah letak persoalannya: masalah ada di mana-mana, tetapi hanya euro yang tertekan. Kedua bank sentral sama-sama melakukan pengetatan kebijakan moneter, tetapi hanya dolar yang menguat. Ketegangan geopolitik memengaruhi baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa, tetapi pasar seolah hanya melihat dolar.

Struktur grafik saat ini dengan jelas menunjukkan bahwa momentum bearish masih bertahan. Pola aktif satu-satunya saat ini adalah Imbalance 24, yang mungkin terselesaikan dalam waktu dekat karena koreksi pullback sudah dimulai. Satu-satunya peluang bull saat ini terletak pada liquidity sweep di bawah level terendah 1,1066. Namun, membuka posisi beli tidak cukup hanya mengandalkan liquidity sweep.

Latar belakang berita ekonomi pada hari Selasa tergolong lemah dan kurang menarik perhatian pelaku pasar. Indeks sentimen ekonomi Jerman dan Uni Eropa berada di bawah ekspektasi, sementara data konstruksi perumahan AS sebagian besar diabaikan pasar. Ini bukan hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, rilis data ekonomi tersisih oleh peristiwa dan tren yang lebih besar.

Bull masih memiliki banyak alasan untuk melancarkan serangan pada 2026. Secara struktural dan fundamental, kebijakan Trump yang tahun lalu menyebabkan penurunan tajam dolar belum berubah. Saat ini, tidak tampak faktor signifikan yang mendukung mata uang AS, terlepas dari sikap hawkish FOMC. Perkembangan geopolitik, yang mendukung permintaan terhadap dolar AS sepanjang sebagian besar paruh pertama 2026, kini tidak lagi berperan demikian.

Kalender Ekonomi AS dan Uni EropaUni Eropa — Pidato Presiden ECB Christine Lagarde (16:00 UTC).

Kalender ekonomi untuk 21 Oktober hanya memuat satu peristiwa yang berpotensi sangat menarik. Latar belakang berita ekonomi dapat memengaruhi sentimen pasar pada hari Rabu, terutama pada paruh kedua hari.

Prediksi dan Saran Trading EUR/USD

Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses membentuk tren bullish yang sempat terhenti oleh fase korektif selama satu tahun. Latar belakang berita berbalik tajam memihak kubu bear delapan bulan lalu, tetapi tren itu sendiri, yang telah berlangsung selama empat tahun, belum dapat dianggap batal atau selesai. Bull berpotensi melanjutkan kenaikan sebelum akhir tahun, tetapi satu-satunya peluang realistis mereka saat ini berada di level terendah 1,1066 yang terbentuk pada Juni tahun lalu.

Kubu bear telah menerima sinyal jual baru dalam Imbalance 19. Saat ini, posisi jual yang sudah dibuka sebaiknya tetap dipertahankan. Sinyal jual baru bisa terbentuk di dalam Imbalance 24. Karena pullback korektif masih mungkin berlanjut, mungkin bijaksana untuk melakukan take profit sebagian pada posisi jual yang ada.