Pasangan EUR/USD kembali melanjutkan penurunan pada hari Selasa, bergerak semakin rendah. Secara formal, euro sempat membentuk koreksi sekitar 100–120 pip sebelum kembali turun. Kami memandang pergerakan tersebut bukan sebagai koreksi yang sebenarnya, melainkan hanya pullback dangkal yang lemah dibandingkan dengan latar belakang fundamental dan makro saat ini. Kami tidak melihat euro memiliki alasan yang cukup kuat untuk jatuh hampir tanpa koreksi selama dua bulan. Namun, pasar tampaknya menilainya berbeda dan terus menjual EUR/USD.
Minggu ini sangat menarik. Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve mengadakan pertemuan kedua dari terakhir tahun ini, dan keduanya diperkirakan akan menghasilkan keputusan yang netral. Meski demikian, dolar AS terus menguat seolah-olah ECB bersiap untuk memangkas suku bunga sementara The Fed bersiap menaikkannya. Inilah paradoks pergerakan saat ini: pasar menafsirkan peristiwa dan berita dengan bias yang menguntungkan dolar. Perang di Timur Tengah bahkan belum berlanjut, dan mengingat Donald Trump dan prinsip TACO, mungkin saja tidak akan berlanjut. Aksi protes di negara-negara Uni Eropa juga sedikit mereda, sehingga kejatuhan euro tidak dpaat sepenuhnya disalahkan pada faktor tersebut. Dari sisi berita makro, satu rilis yang relatif penting minggu ini memang mendukung dolar, tetapi penguatan dolar tidak hanya disebabkan oleh laporan tunggal itu.
Secara teknikal, tren menurun sebenarnya dapat dianggap sudah berakhir karena garis tren telah ditembus. Namun, pasar tampak masih siap melepas euro selama beberapa bulan lagi untuk beralih ke dolar. Harga berada di bawah garis Ichimoku, jadi untuk saat ini tren kembali dapat diperlakukan sebagai tren menurun .
Pada time frame lima menit, terbentuk dua sinyal jual pada hari Selasa. Harga pertama kali menembus area 1,1154–1,1165, lalu memantul dari bawah area tersebut, memberikan setidaknya dua peluang bagi trader untuk membuka posisi short. Penurunan mungkin berlanjut sepanjang hari. Hanya menjelang malam kita mungkin melihat pembalikan arah atau peningkatan volatilitas akibat pertemuan Fed.
Laporan COTLaporan COT terbaru bertanggal 20 Oktober. Pada time frame mingguan, posisi bersih trader nonkomersial masih jelas bearish dan telah turun signifikan pada 2026 karena faktor geopolitik. Selama delapan bulan terakhir, para trader keluar dari euro dan beralih ke dolar AS. Kebijakan Donald Trump tidak berubah, tetapi untuk beberapa waktu dolar kembali berperan sebagai mata uang cadangan.
Namun, sejauh ini kami belum melihat faktor fundamental yang dapat semakin memperkuat dolar AS. Perang di Timur Tengah sempat membuat dolar menjadi sangat menarik, dan sikap kebijakan moneter The Fed mengejutkan pasar dolar untuk kedua kalinya tahun ini. Dalam jangka panjang, euro berpotensi turun hingga $1,08 (garis tren), tetapi tren naik jangka panjang masih tetap relevan. Meski demikian, dalam beberapa minggu terakhir pasar hanya memasukkan faktor-faktor positif bagi dolar dan mengabaikan yang lainnya.
Susunan garis indikator merah dan biru menunjukkan keunggulan pihak bear. Selama mingu pelaporan terakhir, posisi beli di kelompok nonkomersial naik 3.500, sementara posisi jual bertambah 500. Dengan demikian, posisi bersih meningkat sebesar 3.000 kontrak dalam seminggu.
Analisis Grafik 1H EUR/USDPada time frame per jam, pasangan EUR/USD akhirnya memiliki peluang untuk membentuk tren naik. Jika kita juga melihat time frame harian dan mingguan, jelas bahwa peluang terbentuknya tren yang kuat dan berkelanjutan masih tinggi. Namun, agar euro dapat menguat, pembeli harus mulai bergerak. Selama dua minggu terakhir, pasar tidak menunjukkan keinginan untuk membeli euro. Oleh karena itu, berdasarkan sentimen pasar, kami menilai penurunan baru lebih mungkin terjadi, terlepas dari faktor makroekonomi dan fundamental.
Untuk tanggal 28 Oktober, kami menyoroti level-level berikut untuk trading — 1,1092, 1,1154–1,1165, 1,1221, 1,1274, 1,1362–1,1368, 1,1461–1,1473, 1,1536–1,1542, 1,1585, 1,1657–1,1665, serta garis Senkou Span B (1,1191) dan Kijun-sen (1,1188). Garis-garis Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, jadi perhitungkan hal ini ketika menentukan sinyal trading. Ingat untuk memindahkan Stop Loss ke titik impas setelah harga bergerak 15 pip ke arah yang benar. Ini akan melindungi dari potensi kerugian jika sinyal ternyata palsu.
Peristiwa utama pada hari Rabu adalah pertemuan Fed dan pernyataan Ketua Kevin Warsh setelah pengumuman keputusan. Meskipun keputusan tersebut diperkirakan netral, dolar telah menguat selama empat hari berturut-turut, dan komentar apa pun dari Warsh malam ini dapat ditafsirkan sebagai faktor pendukung bagi mata uang AS.
Rangkuman analisis di atas:Trader dapat mempertimbangkan posisi jual di dekat 1,1092 karena harga bertahan di bawah area 1,1154–1,1165. Jika harga memantul dari 1,1092, pertimbangkan posisi beli di 1,1154–1,1165 dan pada garis-garis Ichimoku.
Penjelasan ilustrasi:Level support dan resistance harga — garis tebal merah tempat pergerakan harga berpotensi berakhir. Level ini bukan sumber sinyal trading.Garis Kijun-sen dan Senkou Span B — garis indikator Ichimoku yang dipindahkan ke time frame per jam dari time frame empat jam. Garis-garis ini kuat.Level ekstrem — garis tipis merah yang sebelumnya menjadi titik pantulan harga. Level ini merupakan sumber sinyal trading.Garis kuning — garis tren, channel tren, dan pola teknikal lainnya.Indikator 1 pada grafik COT — menunjukkan besaran posisi bersih dari setiap kategori trader.