Bitcoin dan Ether terus melanjutkan pergerakan turun, yang berulang kali dipicu oleh rangkaian berita negatif baru. Perkembangan terbaru di dunia kripto secara keseluruhan memang cenderung negatif. Bank sentral — terutama the Fed — terus memperketat kebijakan moneter, Clarity Act masih berstatus rancangan undang-undang, Partai Demokrat memenangkan pemilu Kongres AS sehingga peluang Clarity Act menjadi undang-undang semakin kecil, dan secara historis Bitcoin cenderung melemah setelah pemilu paruh waktu (midterms). Minggu lalu, daftar faktor penghambat bertambah panjang dengan terjadinya peretasan pada bursa kripto terbesar di dunia, Binance. Jika digabungkan, fundamental untuk pertumbuhan lanjutan di pasar kripto, secara halus dapat dikatakan, masih diragukan. Kami tidak menafikan bahwa aset ini dapat menguat dalam kondisi berita apa pun, tetapi untuk saat ini tidak ada sinyal teknikal maupun alasan fundamental untuk memperikrakan kenaikan yang berkelanjutan.
Banyak analis independen (yang tidak meramalkan rally Bitcoin tanpa henti dalam kondisi apa pun) terus menyoroti lemahnya permintaan spot untuk kripto utama ini. Perlu diingat bahwa rally tiga bulan terakhir pada "emas digital" sebagian besar didorong oleh posisi futures, yang jarang menjadi landasan kokoh bagi tren jangka panjang. Wintermute menyatakan bahwa sekitar $1,5 miliar posisi trader tersapu keluar dari pasar hanya dalam seminggu terakhir; dari $1,5 miliar tersebut, sekitar 85% merupakan posisi long. Kenaikan Bitcoin sebelumnya terkait dengan eksposur long berbasis leverage. Sederhananya, pembelian spot masih minim, dan posisi dengan leverage cenderung dilikuidasi pasar pada kesempatan pertama.
Para analis Wintermute juga menyatakan bahwa jika Bitcoin dapat bertahan di atas $80.000 berkat arus masuk modal spot dan bangkitnya kembali permintaan ETF, aset ini dapat memasuki fase bullish lokal yang baru. Namun, prospek jangka panjangnya tetap suram. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $76.800 akan kembali menghadirkan dominasi penjual di pasar. Perusahaan tersebut juga mencatat bahwa arus keluar ETF berlanjut hampir sepanjang 2026. Menurut pandangan kami, masih belum ada dasar yang kuat bagi terbentuknya tren bullish yang berkelanjutan untuk emas digital.
Rekomendasi trading untuk BTC/USD:
Bitcoin mencoba memulai tren naik baru, tetapi kondisi fundamental, permintaan spot, dan berita terkini terlalu lemah untuk dijadikan sandaran kelanjutan kenaikan. Pada time frame harian, Bitcoin berpotensi tetap berada dalam fase penurunan, karena harga merespons dua FVG bearish dan membentuk bearish order block. Pergerakan di luar channel mendatar harian untuk saat ini ditafsirkan sebagai deviasi. Dengan demikian, Bitcoin telah membentuk sinyal pembalikan dan mengarahkan pergerakan menuju $70.800. Karena fase mendatar tidak menjamin berakhirnya tren utama, kami tidak menganggap tren bearish sudah selesai. Posisi short masih merupakan skenario yang paling relevan dalam jangka pendek. Perhatikan FVG bearish yang aktif pada grafik harian.
Rekomendasi trading untuk ETH/USD:
Gambaran teknikal harian untuk Ether telah berubah. Ether membentuk impuls kenaikan signifikan pada Juni–September 2026 yang dapat menandai awal tren jangka panjang yang baru. Namun, pada saat yang sama belum ada keyakinan bahwa pasar bearish Bitcoin telah berakhir. Jika Bitcoin tetap berada dalam tren menurun atau bahkan bergerak mendatar, jangan harapkan Ether mampu rally. Bitcoin telah menghasilkan cukup banyak sinyal jual dan pola bearish pada grafik harian untuk melanjutkan atau mengulang penurunan. Karena itu, kami juga memperkirakan bahwa Ether akan melemah, dengan target di area $1.850 dan $1.391. FVG bullish memang telah terbentuk pada grafik Ether, tetapi FVG bearish Bitcoin berpotensi mendikte reaksi pasar; pola pada Bitcoin memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan Ether.
Penjelasan ilustrasi:
- CHOCH — perubahan struktur tren (change of trend structure).
- Liquidity — likuiditas, Stop Loss dan pending order yang digunakan market maker untuk membangun posisi.
- FVG — fair-value gap. Area inefisiensi harga yang dilintasi harga dengan cepat, menandakan tidak hadirnya salah satu sisi pasar; selanjutnya harga cenderung kembali dan bereaksi pada area tersebut dalam rangka melanjutkan tren utama.
- IFVG — inverted fair-value gap. Setelah harga kembali ke area ini, harga seringnya tidak bereaksi, tetapi justru menembus secara impulsif dan kemudian menguji area yang sama dari sisi berlawanan.
- OB — order block. Candle tempat market maker membuka posisi dengan tujuan mengambil likuiditas untuk membentuk posisi berlawanan arah.