EUR/USD – Analisis dan Proyeksi Harga: Pembeli Mempertahankan Posisi Mereka

Pada hari Kamis, EUR/USD kembali menguat untuk sesi kedua berturut-turut, bergerak mendekati batas atas rentang trading saat ini.

Dolar AS diperdagangkan dekat level terendah bulan Oktober yang tercapai pada hari sebelumnya.

Partai Republik dan Partai Demokrat tampaknya belum mampu mencapai kesepakatan mengenai kebijakan fiskal setelah pemilu paruh waktu, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kebuntuan politik. Hasil seperti ini dapat mengakibatkan pembatasan belanja pemerintah dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ekspektasi penyelesaian segera terhadap konflik dengan Iran telah mendorong penurunan harga minyak, yang pada gilirannya meredakan ekspektasi inflasi dan memicu penurunan lebih lanjut pada imbal hasil Treasury AS.

Faktor-faktor ini mengimbangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan terus menekan dolar, sehingga mendukung pergerakan naik pada EUR/USD.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa laju inflasi tahunan zona euro mencapai 4,0% pada bulan Oktober, level tertingginya dalam tiga tahun. Hal ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Bank Sentral Eropa pada bulan Desember, yang mendukung mata uang tunggal Eropa dan berkontribusi terhadap sentimen bullish pada EUR/USD.

Namun, kekhawatiran terhadap peningkatan utang pemerintah Prancis dan ketidakstabilan politik dapat membatasi potensi berlanutnya kenaikan pasangan ini, sehingga mencegah pelaku bull bertindak terlalu agresif.

Dari perspektif teknikal, EUR/USD diperdagangkan sedikit di bawah simple moving average (SMA) periode 200 pada grafik empat jam. Meskipun terbentuk koreksi, trader bullish tetap fokus pada upaya menembus level 1,1267, yang merupakan batas atas rentang trading yang terbentuk selama sebulan terakhir. Indikator momentum mengonfirmasi prospek positif dalam jangka pendek: Relative Strength Index (RSI) tetap berada di zona bullish, sementara garis MACD juga berada di area positif, yang mengindikasikan bahwa pembeli masih memegang kendali.

Kendati demikian, kegagalan menembus level resistance yang disebutkan di atas dapat menandakan melemahnya momentum bullish dan memicu koreksi EUR/USD menuju 1,1200 dan lebih rendah. Konsolidasi di bawah level ini akan membuka jalan menuju batas bawah rentang trading di 1,1100–1,1110. Breakout tegas ke bawah zona ini akan menjadi sinyal bagi trader bearish dan menciptakan kondisi bagi berlanjutnya tren menurun yang telah berkembang selama dua bulan terakhir.

Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan terkini nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama global. Dolar AS mencatat kenaikan terbesar terhadap dolar Australia.