Tinjauan makro global untuk 19/05/2016:
Laporan pertemuan FOMC dari bulan lalu dirilis kemarin siang. Nada laporan tersebut secara keseluruhan lebih hawkish dibandingkan apa yang diperkirakan sebagian besar partisipan pasar, dan kenaikan suku bunga Juni kembali dimungkinkan jika data pertumbuhan ekonomi terus berkembang seperti yang diperkirakan. Peningkatan pasar tenaga kerja dan inflasi adalah elemen utama yang menjadi perhatian para pembuat kebijakan sebagai awalan kemungkinan kenaikan suku bunga. Selama pertemuan April, perhatian utama tertuju pada pertumbuhan ekonomi AS yang lambat dan kemungkinan keluarnya Inggris dari zona Euro. Namun, resiko-resiko tersebut diimbangi oleh pasar tenaga kerja AS yang membaik dan sikap positif terhadap target inflasi tahun ini. Terdapa perubahan yang jelas pada CME FedWatch Tool sebelum dan sesudah perilisan laporan tersebut. Tepat sebelum perilisan, Futures Fed Fund memprediksi 19% kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni, yang jauh lebih besar dari level biasa 4% yang bertahan selama berpekan-pekan. Tepat setelah perilisan laporan tersebut, kemungkinan meningkat menjadi 33% dan kini bertahan di angka itu. Kesimpulannya, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed ke angka 0,75% kembali.
Reaksi pasar terhadap laporan Fed yang hawkish menghasilkan kenaikan langsung dolar AS, jadi mari perhatikan gambar teknikal indeks Dolar AS pada bingkai waktu harian. Kita dapat melihat bahwa zona suplai yang penting diantara level 94,90-95,21 telah tertembus dan kini pasar diperdagangkan diatas zona tersebut. Ini berarti bull berada dalam jalur untuk menciptakan kemungkinan higher high, yang akan menjadi indikasi pertama kelanjutan tren bullish.