Huawei laporkan peningkatan laba di tengah sanksi

Dalam perkembangan yang signifikan, Huawei Technologies Co. telah melaporkan peningkatan profit yang mengesankan meskipun sedang menghadapi sanksi ketat dari Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengumumkan laba bersih sebesar $12 miliar untuk tahun 2023, menandai pencapaian penting dalam kondisi yang penuh tantangan. Pendapatan raksasa teknologi asal Tiongkok ini naik 9,6% dengan segmen layanan cloud mengalami kenaikan yang sangat kuat sebesar 22%. Pencapaian ini menyoroti posisi Huawei yang kuat di pasar elektronik konsumen dan layanan cloud, bahkan saat menghadapi kompleksitas sanksi internasional. Menanggapi pembatasan AS terhadap produknya, Huawei telah mengubah strategi menuju kemandirian, terutama dalam manufaktur semikonduktor. Perusahaan ini telah mengindikasikan kemajuan dalam pengembangan kemampuan produksi chip dalam negeri, menandakan poros strategis untuk mengatasi rintangan rantai pasokan. Selain itu, Huawei telah menyesuaikan strategi produknya, memperlambat peluncuran smartphone Mate 60. Langkah ini merupakan bagian dari fokus yang lebih luas pada pengembangan chip kecerdasan buatan, dengan perusahaan ini berinvestasi dalam Ascend AI dan prosesor Kirin. Penekanan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Huawei di sektor teknologi. Perkembangan ini berlangsung pada saat Huawei terus beradaptasi dengan lanskap teknologi global yang dibentuk ulang oleh ketegangan geopolitik. Kemampuan perusahaan ini dalam mempertahankan pertumbuhan dan inovasi di tengah sanksi telah menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.