Cina dan Jepang menyetujui untuk menggunakan Yuan dan Yen hanya saat melakukan penetapan bilateral. Informasi mengenai hal ini dipublikasikan pada website bank rakyar Cina. Kedua negara tersebut memutuskan menolah menggunakan dolar AS dalam pembayaran bilateral.
Seperti yang dilaporkan agensi berita Xinhua, keduanya telah menyetujui untuk menjual obligasi pada nilai Yuan ke Cina Jepang. Pemerintahan Cina dengan ketat mengendalikan pemasukan beberapa ekuitas dan memilih pembelinya dengan berhati hati.
Wen Jiabao, perdana menteri Cina, saat petemuan, kolega Jepangnya Yoshihiko Noda telah mengumumkan bahwa ia berharap untuk mempercepat proses perkembangan perdagangan bebas di Cina, Jepang dan Korea Selatan. Karena berita tersebut mengenai pengaturan antara Cina dan Jepang pada tanggal 26 Desember, nilai Yuan telah mencapai maksimal historisnya -6,3167 USD.
Rakyat republik Cina ju7ga menyetujui untuk menggunakan mata uang nasional dalam pembayaran bilateral dengan negara lainnya terutama dengan Rusia dan Belorus.
Berdasarkan data menteri keuangan Jepang, Bloomberg mencatat bahwa seelama 10 bulan dalam tahun ini ekspor Jepang ke Cina berjumlah total 10.8 triliun Yen dan impor 12 triliun Yen (lebih dari 148 milyar Dolar AS). Sekitar 60 persen dari semua transaksi perdagangan antara negara ini dikalkulasikan dalam dolar. Sebelumnya Cina telah mengumumkan informasi mengenai beberapa perubahan pada bursa saham dan pasar mata uang menjadi pasar yang paling signifikan selama beberapa tahun terakhir. Tahun ini dalam pertengahan Desember pemerintah Cina memperbolehkan penggunaan Yuan dalam akun luar negeri untuk membayar perusahaan lokal. Cina akan menarik investasi asing sedangkan saat ini dana asing hanya 1 persen dari perusahaan gabungan. Selain itu, di bulan November bursa saham Shanghai siap untuk mengijinkan perusahaan negara barat untuk menempatkan saham mereka. Saat ini investor asing dapat melakukan transaksi dengan saham Cina tetapi mereka haru memenuhi persyaratan dan melalui beberapa prosedur.