Harga gandum bergerak melonjak di tengah kekhawatiran panen Rusia

Harga biji-bijian global kini sedang ada di bawah tekanan akibat cuaca beku yang tidak sesuai musim di bulan Mei yang melanda Rusia. Dengan kondisi seperti ini, produsen pertanian Rusia bisa menderita kerugian besar, para ahli memperingatkan.

Musim dingin tidak terduga yang terjadi pada pada bulan Mei yang tercatat di beberapa wilayah Rusia menyebabkan kenaikan tajam pada harga gandum berjangka di Chicago Mercantile Exchange di Amerika Serikat. Menurut perkiraan, harga biji-bijian sereal melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Agustus 2023.

Sebelumnya, para pakar menurunkan angka perkiraan panen gandum mereka untuk tahun ini, sehingga menyeret harga gandum berjangka Chicago lebih rendah.

Khususnya, Rusia adalah pengekspor gandum terbesar di dunia. Meskipun wilayah yang terkena dampak embun beku tidak luas, situasi ini diperburuk oleh kekeringan yang dialami negara tersebut pada awal tahun ini.

“Keadaannya terlihat cukup mengkhawatirkan di seluruh wilayah Eropa,” kata Institut Studi Pasar Pertanian (IKAR). Badan tersebut mengakui bahwa kerusakan pada banyak tanaman padi-padian akan berdampak signifikan, meskipun belum ada perkiraan pasti.

Pada pekan lalu, IKAR menurunkan perkiraan panen gandum Rusia pada 2024-2025 menjadi 91 juta ton dari perkiraan sebelumnya sebesar 93 juta ton. Konsultan pertanian juga memangkas perkiraan panen gandum secara keseluruhan di negara tersebut. Selain biji-bijian, biji minyak juga termasuk di antara tanaman yang terkena dampak cuaca beku yang tidak terduga, kata para ahli.