Pelaku pasar di sektor komoditas harus menghadapi perubahan dalam laporan bulanan yang disediakan oleh OPEC.
Sementara itu, OPEC sedang mempersiapkan perubahan signifikan dalam survei bulanannya mengenai kondisi pasar minyak. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah merevisi kriteria evaluasi permintaan minyak global.
Mulai sekarang, kartel tersebut akan mempublikasikan perkiraan permintaan untuk kelompok produsen minyak yang lebih luas: aliansi OPEC+. Kelompok ini terdiri dari negara-negara kartel dan negara-negara penghasil minyak independen, termasuk Rusia.
Baru-baru ini, kerja sama antara kartel dan sekutunya semakin erat. Oleh karena itu, pembaruan yang sesuai telah diperkenalkan selaras dengan perkembangan terkini. Koordinasi kebijakan bersama untuk memasok minyak ke pasar global merupakan agenda utama para eksportir minyak utama.
Sebelumnya, sekretariat di Wina menerapkan indikator yang dikenal sebagai permintaan OPEC. Hal ini telah diawasi secara ketat oleh para analis dan trader sebagai barometer akurat pasar komoditas.
Namun, kartel tersebut hanya akan mempublikasikan angka perkiraan permintaan minyak untuk seluruh peserta Deklarasi Kerjasama (nama resmi OPEC+). Alasannya adalah prioritas kesepakatan umum mengenai tingkat produksi minyak dibandingkan indikator individual. Indikator baru ini akan berfungsi sebagai mekanisme kunci untuk mengambil keputusan penting pada pertemuan puncak, jelas seorang perwakilan OPEC.
Peralihan ke metodologi penilaian baru tentu akan mempengaruhi kesimpulan para pakar industri. OPEC telah memberikan laporan berdasarkan kriteria baru. Laporan pertama mengenai perkiraan permintaan untuk kelompok besar produsen minyak telah tersedia pada bulan April.