​Tiongkok hadapi arus keluar keuangan secara besar-besaran

Berdasarkan Bloomberg, mengutip sumber resmi, pada bulan April, bank-bank Tiongkok menjual mata uang asing dalam jumlah yang mencapai rekor tertinggi sejak akhir tahun 2016.

Bulan lalu, arus keluar modal dari Tiongkok melonjak. Bank-bank menjual mata uang asing senilai $36,7 miliar kepada para klien mereka. Para ahli menganggap ini sebagai level tertinggi sejak Desember 2016.

Bloomberg melaporkan bahwa hal ini terjadi ketika “para eksportir menahan konversi dolar dan masyarakat membeli mata uang asing untuk perjalanan ke luar negeri.” Dengan latar belakang ini, para investor lebih memilih sekuritas yang tidak berdenominasi yuan.

Dalam situasi ini, neraca transaksi berjalan gagal mendukung yuan, hal yang tidak lazim terjadi di Tiongkok, yang terkenal dengan surplus ekspornya. Berdasarkan badan tersebut, bank-bank mentransfer $29,5 miliar ke luar negeri untuk investasi para klien. Jumlah ini mencapai rekor dalam delapan tahun terakhir.

Minggu lalu, Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) mempermudah pembelian real estate. Regulator menghapus batas bawah suku bunga hipotek dan menurunkan rasio uang muka minimum untuk pembeli rumah pertama dan kedua. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan pasar real estate negara tersebut.