Masa-masa sulit menanti pemerintahan Inggris berikutnya! Negara ini bersiap menghadapi tantangan-tantangan besar, misalnya pengisian kembali anggaran pemerintah. Defisit anggaran yang mengkhawatirkan seperti ini belum pernah terjadi sejak tahun 1950an. Masalah ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para ahli Inggris di Institute for Fiscal Studies.
Para analis mencatat bahwa siapa pun yang memenangkan pemilihan umum pada bulan Juli 2024 harus mengatasi utang nasional yang membengkak, menghadapi suku bunga yang tinggi, dan menopang penurunan tingkat pertumbuhan PDB. Menurut Paul Johnson, direktur Institute for Fiscal Studies, pemerintah harus memilih dari tiga opsi untuk mengatasi permasalahan ini: "terpaksa" memangkas pengeluaran pada layanan publik, menaikkan pajak, yang telah mencapai level tertinggi selama 80 tahun, atau beralih ke pinjaman pemerintahan yang baru.
Setelah referendum Brexit, perekonomian Inggris berjuang menghadapi tantangan berat. Pemerintah belum mampu membendung inflasi yang merajalela. Selain itu, kekurangan penggerak muncul setelah COVID-19, ketika banyak dari mereka meninggalkan Inggris.